Ekspor Otomotif Korea Selatan Selamat Berkat Lonjakan Mobil Ramah Lingkungan 2025

Minggu, 18 Januari 2026 | 10:15:17 WIB
Ekspor Otomotif Korea Selatan Selamat Berkat Lonjakan Mobil Ramah Lingkungan 2025

JAKARTA - Tekanan global terhadap industri otomotif sepanjang 2025 tidak sepenuhnya berdampak negatif bagi Korea Selatan. 

Di tengah perlambatan pengiriman unit kendaraan dan dinamika perdagangan internasional, sektor otomotif negeri ginseng justru mampu mencatatkan kinerja ekspor tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini menjadi sorotan karena terjadi saat sejumlah pasar utama mengalami penurunan permintaan kendaraan konvensional.

Kunci dari keberhasilan tersebut terletak pada meningkatnya minat global terhadap kendaraan ramah lingkungan atau New Energy Vehicle. Permintaan yang konsisten dari berbagai kawasan membuat ekspor otomotif Korea Selatan tetap tumbuh secara nilai, meski jumlah unit yang dikirimkan mengalami penurunan. 

Fenomena ini menunjukkan perubahan struktur pasar otomotif global yang semakin menitikberatkan pada efisiensi energi dan emisi rendah.

Rekor Ekspor Otomotif Korea Selatan Tahun 2025

Ekspor otomotif Korea Selatan mencatatkan rekor tertinggi pada 2025. Berdasarkan data resmi, nilai pengiriman mobil meningkat 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya hingga mencapai 71,99 miliar dolar AS. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah ekspor otomotif negara tersebut. Dengan hasil ini, ekspor otomotif Korea Selatan berhasil melampaui angka 70 miliar dolar AS selama tiga tahun berturut-turut.

Data tersebut dirilis oleh Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Sumber Daya Korsel. Pemerintah menilai capaian ini sebagai sinyal positif di tengah tantangan global. Pertumbuhan nilai ekspor menunjukkan bahwa produk otomotif Korea Selatan masih memiliki daya saing tinggi. Terutama pada segmen kendaraan berteknologi ramah lingkungan yang terus diminati pasar dunia.

Peran Kendaraan Ramah Lingkungan dalam Pertumbuhan

Lonjakan ekspor ini terutama didorong oleh tingginya permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan. Model sedan berteknologi hijau menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan nilai ekspor otomotif. Sepanjang 2025, pengiriman sedan ramah lingkungan melonjak 11,0 persen. Nilai ekspornya mencapai 25,77 miliar dolar AS.

Permintaan tersebut mencerminkan pergeseran preferensi konsumen global menuju kendaraan yang lebih efisien dan rendah emisi. Produsen otomotif Korea Selatan dinilai berhasil menyesuaikan strategi produk mereka dengan tren tersebut. Fokus pada inovasi teknologi dan diversifikasi model ramah lingkungan membuat ekspor tetap tumbuh meski pasar kendaraan konvensional melambat.

Dampak Penurunan Ekspor ke Amerika Serikat

Di sisi lain, tidak semua pasar menunjukkan kinerja positif. Ekspor otomotif Korea Selatan ke Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan sepanjang 2025. Nilai pengiriman mobil ke AS turun 13,2 persen menjadi 30,15 miliar dolar AS. Penurunan ini dipengaruhi oleh penerapan tarif impor oleh pemerintah AS.

Kebijakan tarif tersebut berdampak langsung pada daya saing harga kendaraan Korea Selatan di pasar Amerika. Meski demikian, penurunan ekspor ke AS tidak sampai menggerus total nilai ekspor otomotif. Hal ini disebabkan oleh kompensasi dari pertumbuhan kuat di kawasan lain, khususnya Eropa dan Asia.

Kinerja Positif Pasar Uni Eropa dan Asia

Berbeda dengan Amerika Serikat, ekspor otomotif Korea Selatan ke kawasan lain justru menunjukkan peningkatan dua digit. Ekspor ke Uni Eropa tercatat mencapai 8,06 miliar dolar AS sepanjang 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, pengiriman kendaraan ke kawasan Asia juga mengalami peningkatan tajam. Nilai ekspor otomotif ke Asia mencapai 5,88 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini menunjukkan kuatnya permintaan kendaraan ramah lingkungan di negara-negara Asia. Kawasan tersebut menjadi pasar alternatif yang mampu menyeimbangkan penurunan di Amerika Serikat.

Penurunan Volume Ekspor di Tengah Kenaikan Nilai

Menariknya, meski nilai ekspor meningkat, jumlah kendaraan yang diekspor justru mengalami penurunan. Sepanjang 2025, total kendaraan yang dikirim ke luar negeri tercatat sebanyak 2.736.308 unit. Angka ini turun 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan volume ini mengindikasikan adanya perubahan komposisi ekspor. Produsen lebih banyak mengekspor kendaraan dengan nilai jual lebih tinggi, khususnya mobil ramah lingkungan. Dengan demikian, meski unit yang dikirim lebih sedikit, nilai ekspor tetap meningkat. Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga kinerja sektor otomotif di tengah tekanan global.

Perubahan Struktur Pasar Otomotif Global

Capaian ekspor otomotif Korea Selatan sepanjang 2025 mencerminkan perubahan struktur pasar otomotif global. Fokus tidak lagi semata pada volume penjualan, melainkan pada nilai dan teknologi kendaraan. Permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan menjadi faktor penentu daya saing di pasar internasional.

Pemerintah Korea Selatan menilai tren ini akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, dukungan terhadap pengembangan teknologi kendaraan hijau akan semakin diperkuat. 

Keberhasilan 2025 menjadi bukti bahwa adaptasi terhadap tren global mampu menyelamatkan sektor otomotif nasional. Dengan strategi yang tepat, Korea Selatan berhasil menjaga posisinya sebagai salah satu eksportir otomotif utama dunia.

Terkini