Alasan Tren Skinny Jeans Dan Millennial Pink Kembali Mendominasi Mode Global Tahun 2026

Senin, 19 Januari 2026 | 11:33:41 WIB
Alasan Tren Skinny Jeans Dan Millennial Pink Kembali Mendominasi Mode Global Tahun 2026

JAKARTA - Memasuki awal 2026, arah industri mode global kembali bergerak menoleh ke belakang. 

Alih-alih menciptakan gaya yang sepenuhnya baru, banyak rumah mode dan pelaku industri justru menggali ulang memori estetika satu dekade silam. Fenomena ini menunjukkan bahwa mode bersifat siklikal, di mana tren lama tidak benar-benar menghilang, melainkan menunggu momentum untuk kembali relevan dalam konteks zaman yang berbeda.

Melansir Vogue, Minggu, item yang populer pada 2016 seperti skinny jeans, warna millennial pink, hingga sepatu bot runcing kembali hadir di panggung peragaan busana dan street style kota besar. Namun kebangkitan ini tidak hadir secara mentah. 

Elemen lama tersebut diolah ulang dengan pendekatan yang lebih matang, fungsional, dan selaras dengan kebutuhan gaya hidup 2026 yang menuntut kenyamanan tanpa menghilangkan karakter.

Fenomena nostalgia ini juga dipicu oleh kebutuhan emosional generasi yang kini memasuki fase dewasa. Mode menjadi sarana refleksi, sekaligus jembatan antara memori lama dan identitas baru. Dari sinilah tren 2016 kembali mendapat ruang untuk bersinar.

Tren Lama Yang Tidak Pernah Benar Benar Pergi

Para pengamat mode meyakini tren terbaik sejatinya tidak pernah punah. Mereka hanya bertransformasi dan menyesuaikan diri dengan selera zaman. Christian Allaire, penulis mode senior, menegaskan bahwa estetika rocker yang mendominasi era 2016 masih terasa relevan hingga kini.

“Saya mengenakan banyak syal kurus (skinny scarves) pada era 2016, yang sangat dipengaruhi oleh Hedi Slimane di Saint Laurent. Dipadukan dengan celana kulit, skinny jeans, dan bot berhak, secara pribadi saya merasa tampilan rocker keren ini tidak pernah benar-benar ‘kuno’. Mari kita hidupkan kembali di tahun 2026,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana elemen lama tetap memiliki daya tarik kuat. Bukan sekadar nostalgia, tetapi karena desainnya masih mampu menjawab kebutuhan gaya masa kini yang mengedepankan siluet tegas dan karakter personal.

Kembalinya Skinny Jeans Dan Alas Kaki Ikonis

Salah satu perdebatan terhangat di 2026 adalah bangkitnya kembali skinny jeans. Celana ini sempat dianggap usang oleh generasi muda yang menggemari potongan longgar. Namun, kenyataannya skinny jeans kembali menemukan tempatnya di lemari pakaian global.

Talia Abbas, seorang shopping director, mengenang bagaimana skinny jeans menjadi bagian penting dari gaya hidupnya pada 2016. “Tahun 2016 adalah tahun di mana saya membawa seluruh koleksi skinny jeans saya saat pindah untuk kuliah pascasarjana. Saya memakainya di musim dingin dengan bot selutut dan sepatu ballet flats di musim panas,” katanya.

Ia mengakui bahwa bagi sebagian orang, tampilan tersebut mungkin cukup dikenang saja. Namun permintaan pasar membuktikan sebaliknya. Skinny jeans hitam kembali dicari, terutama karena kemampuannya berpadu dengan berbagai jenis sepatu, mulai dari ankle boots hingga ballet flats yang juga kembali populer.

Millennial Pink Sebagai Simbol Keseimbangan Gaya

Selain siluet busana, warna juga memainkan peran besar dalam kebangkitan tren 2016. Millennial pink kembali muncul sebagai palet yang menyeimbangkan gaya modern yang cenderung tajam. Warna merah muda lembut ini menghadirkan nuansa romantis yang subtil tanpa terkesan berlebihan.

Libby Page, executive shopping director, bahkan masih menyimpan koleksi sepatu bot dari 2016 yang kini kembali ia gunakan. “Tidak mengherankan jika sepatu bot pergelangan kaki tidak pernah lekang oleh waktu. Saya sebenarnya masih memiliki bot Acne saya dari 2016 di lemari pakaian dan saya sedang memakainya saat kita berbicara,” ujarnya.

Minty Mellon, editor pasar belanja, juga menyambut kembalinya warna ini. “Meskipun saya tidak bisa mendukung kebangkitan setiap tren 2016, warna merah muda adalah salah satu yang dengan senang hati saya sambut kembali. Saya suka menganggapnya sebagai sentuhan romansa halus untuk menyeimbangkan tampilan yang lebih edgy,” kata Minty.

Evolusi Jaket Bomber Yang Lebih Mewah

Jaket bomber yang dulu identik dengan bahan satin dan bordir kini mengalami transformasi signifikan. Versi 2026 hadir dengan pendekatan lebih dewasa melalui penggunaan material kulit berkualitas tinggi dan potongan yang lebih santai.

Madeline Fass, direktur pasar mode, menilai siluet jaket bomber masih sangat relevan. “Siluet jaket bomber terasa sangat relevan saat ini, tetapi versi 2026 hadir dalam kulit santai yang lembut ala Khaite, YSL, dan Nour Hammour,” jelasnya.

Perubahan ini menunjukkan bagaimana industri mode mempertahankan struktur klasik, namun meningkatkan kenyamanan dan kualitas material. Jaket bomber kini tidak hanya menjadi statement gaya, tetapi juga investasi jangka panjang.

Tas Ikonis Dan Sepatu Praktis Kembali Diminati

Tas tangan dari era 2016 kini menjadi incaran utama di pasar barang bekas. Koleksi lama dari Saint Laurent hingga Balenciaga kembali dicari karena desainnya dianggap timeless. Minty Mellon bahkan menyarankan untuk mulai berburu tas ikonis tersebut di platform daring.

“Sudah waktunya untuk mulai menggali di eBay untuk tas-tas ikonis 2016. Saya merasa cukup beruntung karena mempertahankan Saint Laurent Sac de Jour saya, tetapi saya pasti akan menjelajahi internet untuk tas belanja Balenciaga bergaris itu,” tuturnya.

Tak hanya tas, sepatu selop tanpa belakang juga kembali naik daun. Andrea Zendejas, editor pasar belanja, menilai sepatu ini relevan karena praktis dan stylish. “Sangat keren sekali lagi, mereka juga merupakan pilihan sepatu yang sempurna saat Anda terburu-buru keluar rumah,” katanya.

Keseluruhan tren 2026 memperlihatkan bagaimana dunia mode mengambil inspirasi terbaik dari masa lalu, lalu mengolahnya agar selaras dengan kebutuhan masa kini. Hasilnya adalah harmoni antara nostalgia dan fungsionalitas yang tetap terasa segar.

Terkini