Manchester United Pertimbangkan Oliver Glasner Setelah Pujian Tinggi Ralf Rangnick Menguat

Selasa, 20 Januari 2026 | 13:57:25 WIB
Manchester United Pertimbangkan Oliver Glasner Setelah Pujian Tinggi Ralf Rangnick Menguat

JAKARTA - Isu pergantian pelatih di Manchester United kembali mengemuka seiring berakhirnya musim yang penuh dinamika. 

Setelah melewati fase transisi yang tidak sederhana, klub berjuluk Setan Merah itu kini dihadapkan pada keputusan strategis untuk menentukan sosok manajer permanen berikutnya. Di tengah berbagai nama yang dikaitkan, Oliver Glasner mencuat sebagai kandidat yang mendapat sorotan khusus, terlebih setelah pujian terbuka dari Ralf Rangnick memperkuat reputasinya di level Eropa.

Manchester United mengambil langkah tegas pada awal bulan ini dengan memecat Ruben Amorim dari kursi manajer. Keputusan tersebut diikuti promosi Darren Fletcher dari pelatih kepala tim U-18 menjadi manajer sementara di Old Trafford. Namun, situasi kembali berubah ketika Fletcher memilih mengundurkan diri dari peran tersebut. Klub kemudian menunjuk Michael Carrick untuk mengambil alih kendali sementara hingga akhir musim, sembari manajemen menyusun rencana jangka panjang.

Situasi Manchester United Pasca Pergantian Manajer

Pergantian kepemimpinan ini mencerminkan kondisi internal Manchester United yang masih mencari stabilitas. Posisi manajer permanen kini menjadi salah satu jabatan paling menarik di Eropa, menarik minat banyak pelatih berpengalaman. Di tengah proses pencarian tersebut, nama Oliver Glasner, pelatih Crystal Palace saat ini, mulai sering disebut sebagai salah satu kandidat potensial.

Glasner, yang kini berusia 51 tahun, mencatatkan perjalanan karier yang mengesankan sejak tiba di Selhurst Park pada Februari 2024. Ia berhasil membawa Crystal Palace meraih trofi besar pertama dalam sejarah klub, yakni Piala FA pada musim lalu. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi tonggak bersejarah bagi The Eagles, tetapi juga mengangkat reputasi Glasner sebagai pelatih yang mampu memberikan dampak nyata dalam waktu relatif singkat.

Prestasi Oliver Glasner Bersama Crystal Palace

Keberhasilan Palace menjuarai Piala FA turut mengamankan tiket ke kompetisi Eropa. Tak berhenti di situ, Glasner kembali menorehkan prestasi dengan membawa timnya meraih kemenangan di Community Shield pada Agustus lalu, setelah menundukkan Liverpool lewat adu penalti. Rangkaian hasil positif tersebut memperkuat citra Glasner sebagai pelatih dengan pendekatan taktis matang dan kemampuan mengelola tim di momen krusial.

Namun, di balik pencapaian tersebut, masa depan Glasner di London selatan justru diliputi ketidakpastian. Sang pelatih telah mengonfirmasi niatnya untuk meninggalkan Crystal Palace pada akhir musim. Situasi ini membuka spekulasi bahwa kepindahan ke Old Trafford bisa menjadi langkah berikutnya dalam kariernya, terutama jika Manchester United memutuskan untuk menunjuknya sebagai manajer permanen.

Kontroversi Internal Mempercepat Isu Kepergian

Spekulasi mengenai kepergian Glasner semakin menguat setelah komentar kontroversial yang ia lontarkan usai kekalahan 1-2 dari Sunderland pada Sabtu lalu. Pernyataan tersebut memicu rumor bahwa masa jabatannya di Palace bisa berakhir lebih cepat dari rencana awal. Dalam komentarnya, Glasner menuding manajemen klub telah meninggalkan dirinya dan skuadnya.

Kekecewaan Glasner dipicu oleh keputusan klub melepas kapten tim Marc Guehi ke Manchester City dengan nilai transfer 20 juta pounds. Ia merasa kehilangan pemain kunci tanpa adanya dukungan memadai untuk menjaga keseimbangan tim. Kritik terbuka ini mencerminkan frustrasi mendalam, terutama setelah sebelumnya Palace juga melepas Eberechi Eze, yang turut memperlemah struktur tim.

Pujian Ralf Rangnick Perkuat Kredibilitas Glasner

Di tengah potensi akhir yang kurang harmonis bersama Crystal Palace, kredibilitas Oliver Glasner justru mendapat pengakuan dari sosok berpengaruh di dunia sepak bola Eropa. Ralf Rangnick, yang pernah menjabat sebagai manajer sementara Manchester United pada periode 2021 hingga 2022, memberikan pujian tinggi terhadap kemampuan Glasner.

"Bagi saya, Oliver Glasner saat ini adalah salah satu pelatih paling menarik - tidak hanya di Jerman, tetapi di seluruh Eropa. Pelatih top yang mutlak," kata Rangnick, yang kini menjabat sebagai manajer tim nasional Austria. Pernyataan tersebut menempatkan Glasner dalam kategori elite pelatih Eropa, sekaligus memberi sinyal positif bagi Manchester United jika mempertimbangkannya.

Hubungan profesional antara Rangnick dan Glasner juga memiliki sejarah panjang. Saat Rangnick menjabat sebagai direktur olahraga Red Bull Salzburg, ia berperan penting dalam perjalanan karier Glasner dengan menunjuknya sebagai asisten Roger Schmidt. Pengalaman tersebut menjadi fondasi awal bagi Glasner untuk berkembang sebagai pelatih kepala yang diakui.

Pendekatan Taktik Dan Preferensi Formasi

Salah satu aspek yang menjadi perhatian pendukung Manchester United adalah preferensi taktik Glasner, khususnya kecenderungannya menggunakan formasi tiga bek. Kekhawatiran ini muncul karena Ruben Amorim sebelumnya juga dikenal dengan pendekatan serupa. Namun, Glasner telah memberikan penjelasan mengenai fleksibilitas sistem tersebut di Liga Premier.

"Kami memainkan sistem yang sama," katanya awal musim ini. "Jadi, tampaknya ini adalah sistem menyerang yang bagus. Selain itu, seperti yang kami tunjukkan, Anda dapat memiliki struktur pertahanan yang baik dengan sistem ini." Ia menekankan bahwa efektivitas sistem tidak semata bergantung pada formasi, melainkan pada eksekusi, kelancaran serangan, dan kreativitas pemain.

Bagi Manchester United, pendekatan Glasner bisa menawarkan keseimbangan antara soliditas bertahan dan agresivitas menyerang. Filosofi ini dinilai sejalan dengan tuntutan sepak bola modern Liga Inggris yang menuntut adaptasi cepat terhadap berbagai situasi pertandingan.

Masa Depan Terbuka Menuju Old Trafford

Dengan statusnya sebagai salah satu pelatih paling menarik di Eropa, Oliver Glasner berada di persimpangan penting dalam kariernya. Situasi di Crystal Palace, ditambah pujian dari Ralf Rangnick, membuat namanya semakin relevan dalam diskusi internal Manchester United. Jika kepindahan ke Old Trafford terwujud, Glasner akan menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan klub.

Bagi Manchester United, keputusan menunjuk manajer permanen bukan sekadar soal nama besar, melainkan visi jangka panjang. Dalam konteks ini, profil Glasner yang sarat prestasi, pengalaman internasional, dan pengakuan dari tokoh seperti Rangnick, menjadikannya kandidat yang sulit diabaikan dalam bursa pelatih Eropa saat ini.

Terkini