JAKARTA - PLN memberikan perhatian khusus bagi warga terdampak bencana di Sumatera dengan menghadirkan listrik gratis di hunian sementara.
Program ini berlaku di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Layanan ini diberikan selama enam bulan penuh, termasuk fasilitas dasar dan penerangan jalan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa penyediaan listrik tidak hanya mencakup sambungan rumah, tetapi juga instalasi dan kWh meter. “Pemasangan instalasi listrik dan kWh meternya juga menjadi bagian dari tanggung jawab PLN,” ungkapnya saat rapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu.
Selain itu, PLN berupaya mempercepat pembangunan jaringan, gardu, dan kWh meter agar listrik siap digunakan saat huntara selesai dibangun. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemulihan masyarakat di Aceh pasca-bencana.
Penyediaan listrik di huntara diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari warga dan mendukung fasilitas umum. Hal ini juga menjadi bagian dari misi PLN untuk mempercepat normalisasi kehidupan pasca-bencana.
Pemulihan Listrik di Sumatera Barat Sudah Tuntas
Menurut Darmawan, pemulihan listrik di Sumatera Barat telah selesai sejak 23 Desember 2025. Seluruh listrik di 1.265 desa terdampak bencana sudah kembali menyala. Warga dan fasilitas umum di provinsi ini kini menikmati aliran listrik secara normal.
Langkah PLN di Sumatera Barat menjadi contoh keberhasilan penanganan pasca-bencana. Pemulihan listrik dilakukan secara cepat dan tepat sasaran sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.
Penyelesaian ini meliputi perbaikan jaringan, gardu, dan instalasi rumah tangga. Semua desa terdampak kini telah terlayani, menunjukkan kesiapan PLN dalam menanggulangi bencana.
Keberhasilan Sumatera Barat menjadi acuan PLN untuk mempercepat pemulihan di provinsi lain, terutama Aceh yang masih menghadapi kendala besar.
Listrik di Sumatera Utara Hampir Pulih Sepenuhnya
Di Sumatera Utara, 99,97 persen desa terdampak bencana telah kembali menikmati aliran listrik. Dari total 6.223 desa, hanya tersisa dua desa di Tapanuli Utara yang belum pulih sepenuhnya akibat banjir susulan.
PLN terus bekerja memperbaiki jaringan di dua desa yang tersisa agar warga dapat kembali menggunakan listrik. Upaya ini mencakup perbaikan transmisi, gardu, dan instalasi rumah tangga.
Pemulihan hampir penuh di Sumatera Utara menunjukkan efektivitas program PLN dalam menanggulangi bencana. Hal ini menjadi indikator kesiapan perusahaan untuk menghadapi tantangan serupa di masa depan.
Selain itu, pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan listrik dapat menyala secara stabil dan aman bagi seluruh desa terdampak.
Tantangan Pemulihan Listrik di Aceh
Aceh menjadi provinsi dengan tantangan terbesar dalam pemulihan listrik pasca-bencana. Kerusakan transmisi parah menjadi kendala utama, dengan 66 tower transmisi rusak, terdiri atas 19 tower roboh dan 47 tower deformasi.
Akses jalan yang rusak semakin memperlambat pemulihan di Aceh. Tim PLN harus bekerja keras untuk menjangkau lokasi yang sulit dijangkau dan memperbaiki jaringan transmisi yang rusak.
Meskipun begitu, sebagian besar desa di Aceh telah menikmati listrik kembali. Hanya sekitar 60 desa, atau kurang dari 1 persen dari total 6.500 desa, yang masih menunggu pemulihan penuh.
PLN terus menargetkan penyelesaian listrik di seluruh desa terdampak agar warga dapat kembali beraktivitas normal dan fasilitas umum dapat beroperasi maksimal.
Komitmen PLN untuk Pemulihan dan Kehidupan Warga
Program listrik gratis di huntara merupakan bagian dari pengabdian PLN kepada masyarakat terdampak bencana. Selain membantu aktivitas rumah tangga, program ini mendukung penyediaan fasilitas publik, termasuk penerangan jalan.
Darmawan Prasodjo menekankan bahwa semua instalasi dan kWh meter menjadi tanggung jawab PLN, sehingga warga huntara tidak perlu khawatir selama enam bulan layanan gratis.
Selain itu, percepatan pembangunan gardu dan jaringan menjadi prioritas agar listrik siap menyala tepat waktu. Langkah ini juga diharapkan mempercepat pemulihan sosial-ekonomi masyarakat di daerah terdampak.
Dengan layanan ini, PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga mendorong normalisasi kehidupan pasca-bencana, membantu masyarakat kembali produktif dan aman.