JAKARTA - Bursa transfer musim dingin Januari 2026 kembali menjadi perhatian AC Milan.
Rossoneri mulai bergerak aktif memantau peluang transfer dengan fokus utama menambah satu bek tengah senior. Langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya klub menjaga stabilitas permainan pada paruh kedua musim yang semakin krusial.
Pelatih Massimiliano Allegri menilai komposisi skuad saat ini masih membutuhkan sentuhan pengalaman, khususnya di sektor pertahanan. Milan memang masih mampu bertahan dengan pemain yang ada, namun dalam skenario ideal, kehadiran bek berpengalaman dianggap penting untuk mengantisipasi padatnya jadwal dan potensi cedera.
Kebutuhan bek senior jadi prioritas utama Rossoneri
Sejak awal Januari, manajemen Milan sebenarnya telah mengantongi sejumlah nama potensial. Namun, keterbatasan anggaran membuat klub harus bergerak sangat hati-hati. Rossoneri tidak ingin mengambil risiko finansial besar, terutama untuk transfer yang dilakukan di tengah musim.
Situasi tersebut membuat Milan cenderung menunggu hingga mendekati penutupan bursa. Strategi ini memungkinkan klub mendapatkan pemain dengan harga lebih realistis atau memanfaatkan peluang yang muncul secara tiba-tiba. Dalam kondisi seperti inilah, satu nama lama justru kembali mencuat ke permukaan.
Nama lama muncul di tengah bursa yang senyap
Di saat publik memperkirakan Milan akan membidik wajah baru, kejutan justru datang dari munculnya nama Alessio Romagnoli. Bek tengah yang pernah menjadi kapten Milan tersebut tiba-tiba kembali dikaitkan dengan kepulangan ke San Siro.
Laporan dari MilanPress menyebutkan bahwa Romagnoli ditawarkan kepada manajemen Rossoneri melalui perantara. Situasi ini muncul karena sang pemain disebut memiliki peluang meninggalkan klubnya saat ini lebih cepat dari rencana awal. Bagi Milan, opsi ini dianggap menarik karena minim risiko adaptasi.
Romagnoli dan jejak panjang bersama Milan
Romagnoli bukan sosok asing bagi Milan. Ia bergabung dengan Rossoneri pada 2015 setelah direkrut dari AS Roma dengan nilai transfer mencapai 25 juta euro. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi pilar utama di lini belakang dan bahkan dipercaya mengenakan ban kapten.
Selama berseragam merah-hitam, Romagnoli mencatatkan 247 penampilan di semua kompetisi. Pengalaman panjang tersebut membuatnya sangat memahami tekanan bermain untuk klub besar seperti Milan. Inilah yang menjadi nilai tambah jika Rossoneri benar-benar memutuskan membuka kembali pintu bagi sang bek.
Persaingan transfer dan sikap Lazio
Namun, rencana Milan untuk memulangkan Romagnoli tidak akan berjalan mudah. Minat terhadap bek berusia 30 tahun itu juga datang dari klub Qatar, Al-Sadd. Klub tersebut dikabarkan sudah lebih dulu mengajukan tawaran resmi.
Al-Sadd disebut menawarkan dana sekitar 7–8 juta euro. Sayangnya, tawaran tersebut langsung ditolak oleh Lazio, yang mematok harga jauh lebih tinggi. Biancocelesti dikabarkan menginginkan setidaknya dua kali lipat dari nilai tersebut jika harus melepas Romagnoli pada Januari.
Lazio enggan melepas aset di tengah musim
Dari sudut pandang Lazio, melepas Romagnoli di tengah musim bukan pilihan ideal. Klub ibu kota Italia itu masih membutuhkan pengalaman sang bek untuk menjaga keseimbangan tim. Oleh karena itu, Lazio lebih condong melepas Romagnoli pada bursa musim panas mendatang.
Sikap ini membuat Milan belum bisa bergerak cepat. Rossoneri memilih mengamati perkembangan situasi sambil mempertimbangkan opsi lain yang lebih memungkinkan secara finansial. Meski demikian, jalur negosiasi tetap terbuka jika kondisi berubah menjelang penutupan bursa.
Pertimbangan risiko rendah bagi Milan
Bagi Milan, potensi reuni dengan Romagnoli memiliki sejumlah keuntungan. Selain faktor pengalaman, Rossoneri tidak perlu khawatir soal adaptasi taktik maupun mental. Romagnoli sudah sangat mengenal atmosfer klub, ruang ganti, hingga tuntutan suporter di San Siro.
Inilah yang membuat opsi Romagnoli dipandang sebagai solusi berisiko rendah. Jika harga bisa dinegosiasikan atau situasi kontraktual berubah, transfer ini berpotensi terealisasi dengan cepat. Terlebih, Milan hanya membutuhkan tambahan pemain yang siap pakai, bukan proyek jangka panjang.
Menanti keputusan jelang penutupan bursa Januari
Hingga kini, Milan masih bersikap wait and see. Fokus utama tetap mencari peluang terbaik tanpa mengorbankan stabilitas keuangan klub. Apakah Rossoneri benar-benar akan memulangkan Romagnoli atau memilih nama lain, semuanya bergantung pada dinamika pasar dalam beberapa pekan ke depan.
Yang pasti, kebutuhan akan bek tengah senior sudah menjadi sinyal jelas dari Allegri. Dengan persaingan yang semakin ketat di Serie A, setiap keputusan transfer di bulan Januari bisa menjadi penentu perjalanan Milan hingga akhir musim.