Pocari Sweat Run 2026 Jadi Motor Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Lokal Indonesia

Jumat, 23 Januari 2026 | 13:29:08 WIB
Pocari Sweat Run 2026 Jadi Motor Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Lokal Indonesia

JAKARTA - Pocari Sweat Run 2026 mendapat sorotan sebagai salah satu contoh kegiatan olahraga yang mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal. 

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan bahwa event olahraga besar tidak hanya menarik ribuan peserta, tetapi juga memberi dampak ekonomi luas.

“Event ini tidak hanya menarik ribuan pelari, tetapi juga menghadirkan multiplier effect bagi sektor pariwisata, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga usaha kerajinan lokal," kata Ni Luh. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media strategis untuk memperkuat ekonomi regional.

Acara ini juga menegaskan peran Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga. Peserta dari berbagai daerah berinteraksi dengan sektor jasa lokal, mendorong sirkulasi ekonomi yang signifikan selama penyelenggaraan event.

Pertumbuhan Peserta yang Signifikan

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Pocari Sweat Run terus mencatat peningkatan jumlah peserta. Awalnya hanya 5.150 pelari, angka ini meningkat menjadi 55.435 peserta di tahun 2025 saat diselenggarakan secara hibrid.

Peningkatan jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya lari, terus tumbuh. Selain itu, partisipasi ini memberikan peluang promosi ekonomi dan pariwisata bagi kota penyelenggara.

Menurut Ni Luh, event olahraga yang profesional akan memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Wisatawan domestik dan mancanegara melihat Indonesia sebagai tempat yang mendukung kegiatan olahraga sekaligus menikmati destinasi wisata unik.

Dampak Ekonomi dan Nation Branding

Setiap peserta yang hadir dalam event biasanya tinggal minimal tiga hari di lokasi penyelenggaraan. Aktivitas ini berdampak langsung pada akomodasi, transportasi, kuliner, dan sektor pendukung lain.

“Dalam satu event, peserta setidaknya akan tinggal selama tiga hari atau bahkan lebih. Jika terjadi pergerakan peserta dari satu kota ke kota lain, mereka juga dihitung sebagai wisatawan. Dampak ekonominya tentu akan sangat besar,” ujar Ni Luh.

Selain dampak ekonomi, acara ini memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga yang modern dan profesional. Brand ini menjadi daya tarik bagi wisatawan global yang ingin menggabungkan olahraga dengan pengalaman budaya dan alam Indonesia.

Pemilihan Lokasi yang Strategis

Pocari Sweat Run 2026 digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 11–12 Juli 2026, dan Bandung, Jawa Barat, pada 19–20 September 2026. Pemilihan dua lokasi ini dianggap strategis karena menawarkan karakter berbeda dan saling melengkapi.

Menurut Ni Luh, Lombok dikenal dengan kekuatan budaya dan keindahan alam, sedangkan Bandung merepresentasikan kota urban yang dinamis. Kombinasi ini memberikan pengalaman berbeda bagi peserta sekaligus memperluas promosi wisata Indonesia di level nasional dan internasional.

Event ini juga membantu mempromosikan Lombok sebagai destinasi prioritas dan Bandung sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata regeneratif, mendukung strategi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Harapan Kemenpora untuk Ajang Internasional

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berharap Indonesia dapat mengembangkan rangkaian ajang lari berskala internasional di beberapa kota besar. Model ini mengikuti jejak maraton global seperti New York, Tokyo, dan Berlin.

“Di dunia internasional, banyak pelari berlomba mengumpulkan medali major marathon. Saya berharap Indonesia juga memiliki rangkaian serupa, mungkin di lima kota. Ini akan menghasilkan dampak ekonomi yang sangat baik,” kata Erick.

Rencana ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memanfaatkan olahraga sebagai salah satu sektor untuk menarik wisatawan dan mendukung perekonomian daerah.

Target Partisipasi dan Jadwal Pendaftaran

Pocari Sweat Run 2026 menargetkan sekitar 60.000 peserta dari seluruh Indonesia. Pendaftaran untuk lokasi Lombok dibuka mulai 27 Januari 2026, sedangkan Bandung dibuka pada 2 Februari 2026.

Dengan target partisipasi yang tinggi, pemerintah dan penyelenggara menyiapkan dukungan logistik, keamanan, dan promosi yang matang. Upaya ini memastikan pengalaman peserta maksimal sekaligus memberi dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata lokal.

Event ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga dapat menjadi media efektif untuk menggerakkan sektor ekonomi dan memperkenalkan keindahan serta keunikan budaya Indonesia kepada dunia.

Terkini