JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan memasuki fase menunggu arah pada awal pekan ini.
Pasar modal domestik cenderung bergerak terbatas seiring sikap investor yang memilih berhati-hati menjelang sejumlah pengumuman penting, baik dari dalam maupun luar negeri. Kondisi tersebut membuat IHSG diperkirakan belum membentuk tren kuat dan masih berada dalam fase konsolidasi jangka pendek.
Phintraco Sekuritas menilai pelaku pasar saat ini lebih fokus mencermati sentimen global, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat serta dinamika geopolitik. Di tengah situasi tersebut, peluang tetap terbuka pada saham-saham tertentu yang dinilai memiliki fundamental dan teknikal menarik untuk dikoleksi secara selektif.
IHSG bergerak terbatas di area konsolidasi
Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG pada pekan ini diperkirakan bergerak dalam rentang support di 8.850, pivot di 8.950, dan resistance di 9.050. Rentang pergerakan yang relatif sempit ini mencerminkan sikap wait and see investor yang belum berani mengambil posisi agresif sebelum kepastian arah pasar terbentuk.
Secara teknikal, IHSG masih menunjukkan potensi menjaga area konsolidasi selama tidak menembus level support terdekat. Apabila tekanan jual meningkat dan indeks turun di bawah 8.850, maka risiko koreksi lanjutan perlu diantisipasi. Sebaliknya, penutupan di atas 9.050 akan membuka peluang penguatan lanjutan dalam jangka pendek.
Sentimen global masih campuran
Dari pasar global, indeks-indeks Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026. Meski ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa disebut mulai mereda, pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik lain, termasuk isu Greenland yang kembali mencuat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menambah tensi politik global dengan pengumuman sanksi baru serta sinyal potensi aksi militer terhadap Iran. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah menguat, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
Komoditas menguat, pasar cermati earnings
Phintraco Sekuritas mencatat harga perak melonjak ke level tertinggi baru di US$100,49 per ons troi, sementara harga emas menguat hingga US$4.988 per ons troi. Penguatan komoditas logam mulia ini menandakan meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda.
Dari sisi kinerja korporasi, musim laporan keuangan juga menjadi perhatian investor. Intel dilaporkan membukukan kinerja dan prospek yang mengecewakan pasar, sehingga memberi tekanan pada sentimen sektor teknologi global. Kondisi ini membuat investor lebih selektif dalam mencermati saham-saham berbasis teknologi dan inovasi.
Fokus investor pada kebijakan bank sentral
Pada pekan ini, perhatian utama investor global tertuju pada hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat. Phintraco Sekuritas menyebut The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%. Keputusan ini menjadi krusial karena akan menentukan arah arus modal dan sentimen pasar keuangan global, termasuk pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Selain itu, sejumlah data ekonomi juga akan menjadi sorotan, antara lain durable goods orders dan Producer Price Index dari Amerika Serikat, serta data pertumbuhan ekonomi dari kawasan Euro Area. Dari China, rilis data Purchasing Managers’ Index akan memberikan gambaran kondisi aktivitas manufaktur dan ekonomi secara umum.
Sentimen domestik dan agenda MSCI
Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menyoroti rencana Danantara yang menargetkan penempatan investasi hingga US$14 miliar pada tahun ini, meningkat dibandingkan komitmen US$8 miliar pada tahun sebelumnya. Dana tersebut berasal dari dividen perusahaan milik negara dan diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi sektor-sektor tertentu di pasar saham nasional.
Selain itu, investor juga menantikan pengumuman metodologi perhitungan free float saham oleh MSCI yang dijadwalkan pada Jumat, 30 Januari 2026. Perubahan atau penyesuaian metodologi ini berpotensi memengaruhi komposisi indeks dan aliran dana asing, sehingga menjadi salah satu faktor yang membuat pasar cenderung berhati-hati.
Enam saham pilihan dinilai layak dicermati
Di tengah kondisi konsolidasi IHSG, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dinilai layak diburu secara selektif pada pekan ini. Saham-saham tersebut adalah BSDE, CTRA, BRIS, ULTJ, DKFT, dan MAPA. Rekomendasi ini didasarkan pada kombinasi analisis teknikal dan fundamental yang dinilai masih menarik di tengah pasar yang bergerak terbatas.
BSDE dan CTRA dinilai berpotensi memanfaatkan sentimen sektor properti, sementara BRIS mencerminkan daya tarik sektor perbankan syariah. ULTJ dinilai memiliki fundamental defensif, sedangkan DKFT dan MAPA menawarkan peluang dari sektor industri dan ritel.
Arah pasar menunggu kepastian
Phintraco Sekuritas menegaskan IHSG masih berpeluang melanjutkan rebound apabila mampu ditutup secara konsisten di atas level 9.050. Namun selama indeks masih bergerak di rentang konsolidasi 8.850–9.050, strategi yang disarankan adalah selektif dan disiplin dalam manajemen risiko.
Dengan kombinasi sentimen global, agenda bank sentral, serta faktor domestik, pasar saham Indonesia masih membutuhkan katalis kuat untuk menentukan arah berikutnya. Dalam kondisi seperti ini, pemilihan saham yang tepat dinilai menjadi kunci bagi investor untuk tetap optimistis sekaligus waspada.