JAKARTA - Di tengah tantangan pasar global dan dinamika sektor properti yang belum sepenuhnya pulih, sejumlah perusahaan properti justru menunjukkan performa keuangan yang mencolok sepanjang 2025.
Capaian laba yang melonjak, bahkan melampaui target tahunan, menjadi sinyal bahwa strategi bisnis dan momentum pasar berhasil dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku industri. Dari segmen properti ritel hingga kawasan industri, laporan keuangan terbaru mencerminkan kompetisi ketat dalam mencatatkan keuntungan.
Fenomena ini terlihat dari kinerja beberapa emiten besar yang mampu mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba signifikan. Meski kondisi pasar tidak selalu ideal, hasil keuangan menunjukkan bahwa sektor properti masih menyimpan potensi besar, terutama bagi perusahaan yang adaptif dan memiliki portofolio kuat.
Lonjakan kinerja Vincom Retail di segmen properti ritel
Pada segmen properti ritel, Vincom Retail Joint Stock Company (VRE) tampil menonjol dengan kinerja keuangan yang impresif sepanjang 2025. Perusahaan mencatatkan pendapatan bersih konsolidasi sebesar VND 8.837 miliar untuk keseluruhan tahun, meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Laba setelah pajak mencapai VND 6.446 miliar, atau naik lebih dari 57% secara tahunan.
Dengan pencapaian tersebut, Vincom Retail berhasil merealisasikan hampir 93% dari target pendapatan tahunan yang ditetapkan, sekaligus melampaui target laba hingga 37%. Bahkan, tanpa memperhitungkan pendapatan dari transaksi pengalihan saham di Vincom Center Nguyen Chi Thanh, laba setelah pajak perusahaan masih tercatat sekitar 5% lebih tinggi dari target awal.
Secara spesifik, pendapatan dari aktivitas utama berupa penyewaan tempat dan layanan terkait mencapai 8.399 miliar VND. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 6,6% dibandingkan tahun 2024, menegaskan stabilitas bisnis inti perusahaan di tengah fluktuasi pasar.
Kinerja positif Sonadezi Chau Duc di kawasan industri
Di sektor kawasan industri, Sonadezi Chau Duc Joint Stock Company (SZC) juga mencatatkan perbaikan kinerja yang solid. Pada kuartal keempat 2025, perusahaan membukukan pendapatan bersih sebesar 379 miliar VND, meningkat 65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba setelah pajak pada kuartal tersebut mencapai 103 miliar VND, atau naik hampir 44%.
Sepanjang tahun 2025, pendapatan bersih Sonadezi Chau Duc tercatat sebesar 1.080 miliar VND, meningkat 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba setelah pajak mencapai 345 miliar VND, tumbuh 15,6% secara tahunan. Jika dibandingkan dengan rencana bisnis tahunan, perusahaan mencatatkan pendapatan 16% lebih tinggi dan laba melampaui target sebesar 14%.
Capaian ini mencerminkan kuatnya permintaan kawasan industri serta efektivitas pengelolaan aset yang dijalankan perusahaan di tengah persaingan sektor industri.
Fluktuasi laba Land Saigon di tengah pendapatan rendah
Berbeda dengan dua perusahaan sebelumnya, Saigon Vina Real Estate Joint Stock Company atau Land Saigon (LSG) menunjukkan dinamika kinerja yang kontras. Meski pendapatan berada pada level relatif rendah, laba perusahaan justru mengalami lonjakan signifikan pada kuartal keempat 2025.
Pada periode tersebut, pendapatan bersih Land Saigon tercatat sebesar 3,5 miliar VND, hanya sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, laba setelah pajak melonjak menjadi lebih dari 64 miliar VND, atau meningkat hampir 1.627% dibandingkan kuartal keempat 2024.
Perusahaan menjelaskan bahwa lonjakan laba ini terutama berasal dari pendapatan lain yang meningkat sekitar 16 miliar VND. Pendapatan tersebut bersumber dari transaksi kerja sama investasi yang bersifat tidak berulang. Di sisi lain, pendapatan dari aktivitas investasi keuangan justru menurun sebesar 6,8 miliar VND.
Pengeluaran keuangan pada kuartal tersebut juga menurun lebih dari 57 miliar VND akibat berkurangnya beban bunga, sementara pengeluaran manajemen bisnis meningkat sebesar 1,25 miliar VND. Untuk tahun penuh 2025, laba setelah pajak Land Saigon diproyeksikan mencapai lebih dari 16 miliar VND, meningkat 511% dibandingkan tahun 2024.
Hodeco mencetak laba tertinggi sepanjang sejarah
Perusahaan Gabungan Pengembangan Perumahan Ba Ria–Vung Tau (Hodeco/HDC) juga mencuri perhatian dengan capaian laba yang mencetak rekor baru. Pada laporan keuangan konsolidasian kuartal keempat 2025, Hodeco membukukan pendapatan bersih lebih dari 175 miliar VND, meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, tingginya biaya pokok penjualan menyebabkan laba kotor turun 50% menjadi sedikit di atas 32 miliar VND. Margin laba kotor pun menyempit dari 39% menjadi sekitar 18%. Meski demikian, pendapatan keuangan perusahaan melonjak tajam hingga lebih dari 90 miliar VND, atau lebih dari 250 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan keuangan tersebut terutama berasal dari laba bersih hampir 86 miliar VND atas pengalihan saham di Dai Duong Vung Tau Entertainment Construction Investment Joint Stock Company. Faktor ini mendorong laba bersih kuartalan Hodeco mendekati 30 miliar VND, atau lebih dari 155 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, meski pengeluaran keuangan, penjualan, dan administrasi meningkat 133% menjadi 74 miliar VND.
Untuk tahun penuh 2025, Hodeco mencatatkan pendapatan bersih lebih dari 456 miliar VND, turun 16% dibandingkan 2024. Namun, laba bersih justru mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, yakni lebih dari 641 miliar VND. Dibandingkan rencana, perusahaan hanya memenuhi 28% target pendapatan, tetapi jauh melampaui target laba.
NHA tetap tumbuh dan melampaui target laba tahunan
Sementara itu, Perusahaan Investasi Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Hanoi Selatan (NHA) mencatatkan hasil kuartalan yang kurang menggembirakan, namun tetap menutup tahun dengan kinerja positif. Pada kuartal terakhir 2025, pendapatan bersih perusahaan hampir mencapai 26 miliar VND, turun 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut berdampak pada laba kotor yang menyusut 38% menjadi hampir 10 miliar VND, terutama akibat melemahnya aktivitas di sektor properti. Meski demikian, secara tahunan kinerja NHA masih menunjukkan pertumbuhan yang solid.
Untuk keseluruhan 2025, pendapatan bersih NHA mencapai hampir 295 miliar VND, meningkat 84% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba setelah pajak tercatat sekitar 79 miliar VND, atau naik 25% secara tahunan. Dengan target laba setelah pajak sebesar 50 miliar VND untuk 2025, perusahaan berhasil melampaui target tersebut hampir 58%.
Capaian berbagai emiten ini menegaskan bahwa sektor properti masih menjadi arena kompetitif dengan peluang keuntungan besar, terutama bagi perusahaan yang mampu memaksimalkan strategi keuangan dan memanfaatkan momentum pasar secara tepat.