Vinfast Perkuat Investasi Infrastruktur Lewat Pembangunan Interchange Tol Cipali Subang Strategis Nasional

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:44:10 WIB
Vinfast Perkuat Investasi Infrastruktur Lewat Pembangunan Interchange Tol Cipali Subang Strategis Nasional

JAKARTA - Komitmen investasi jangka panjang Vinfast di Indonesia kembali ditegaskan melalui langkah konkret di sektor infrastruktur transportasi. 

Perusahaan otomotif asal Vietnam ini tidak hanya memfokuskan ekspansinya pada industri kendaraan listrik, tetapi juga terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur pendukung yang dinilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah rencana pembangunan interchange di ruas Tol Cikampek–Palimanan atau Tol Cipali, tepatnya di wilayah Subang, Jawa Barat.

Langkah ini menandai pendekatan Vinfast yang memandang infrastruktur sebagai elemen penting dalam menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengelola jalan tol, Vinfast berupaya memastikan kehadirannya di Indonesia memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian lokal, bukan sekadar aktivitas bisnis semata.

Kolaborasi Strategis Dengan Pemerintah Daerah

Vinfast Indonesia secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Subang serta mitra infrastruktur utama untuk mengembangkan interchange di Tol Cipali. Penandatanganan ini menjadi dasar kolaborasi multipihak yang bertujuan meningkatkan kualitas konektivitas wilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat.

CEO Vinfast Asia Pham Sanh Chau menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen membangun kemitraan jangka panjang di setiap pasar yang dimasuki, termasuk Indonesia. “Kami tidak memandang infrastruktur sebagai investasi pelengkap, melainkan sebagai katalis utama bagi kemajuan sosial-ekonomi yang berkelanjutan. Komitmen kami terhadap Indonesia bersifat jangka panjang dan menyeluruh, bekerja bersama pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat daya saing, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Jumat, 30 Januari 2025.

Vinfast Tanggung Seluruh Pembiayaan Proyek

Berdasarkan perjanjian kerja sama tersebut, Vinfast Indonesia bertindak sebagai investor strategis dan menanggung seluruh pembiayaan proyek pembangunan interchange. Skema ini dirancang agar peningkatan infrastruktur transportasi dapat dilakukan tanpa membebani anggaran pemerintah daerah, sekaligus mempercepat proses realisasi proyek di lapangan.

Pendanaan yang disiapkan Vinfast mencakup seluruh kebutuhan proyek, mulai dari perencanaan induk, penyusunan studi kelayakan, pengurusan perizinan, proses konstruksi, hingga berbagai biaya pendukung lainnya. Dengan model pembiayaan penuh dari investor, para pihak berharap pembangunan interchange dapat berjalan lebih efisien, terukur, dan tepat waktu sesuai rencana yang telah disepakati bersama.

Peran Pemerintah Kabupaten Dan Operator Tol

Dalam kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Subang memegang peran penting sebagai koordinator utama yang mengawasi serta memproses seluruh perizinan yang dibutuhkan. Pemerintah daerah bertanggung jawab memastikan kelengkapan administrasi, termasuk izin pemanfaatan ruang milik jalan tol, agar proyek berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, pemerintah daerah akan menunjuk entitas teknis untuk pelaksanaan proyek, mengoordinasikan penyusunan dokumen teknis dan desain rinci, serta mengawal kajian analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL hingga terbitnya izin operasional. Pengawasan dan evaluasi proyek juga akan dilakukan secara berkala setiap bulan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target dan standar keselamatan.

Sinergi Dengan Pengelola Tol Cipali

PT Lintas Marga Sedaya selaku pengelola Tol Cipali turut terlibat aktif dalam kerja sama pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan Interchange Manyingsal di Km 115+500 Tol Cipali. Keterlibatan PT LMS menjadi krusial mengingat kewenangannya dalam pengelolaan ruas tol serta pengaturan teknis operasional jalan tol tersebut.

Dalam kesepakatan ini, PT LMS akan bekerja sama dengan Vinfast dan pemerintah daerah dalam pengembangan program teknis sesuai kewenangannya. Perusahaan juga terlibat dalam pembahasan serta kesepakatan rencana operasi dan pemeliharaan interchange melalui perjanjian tambahan, sehingga keberlanjutan fungsi infrastruktur dapat terjaga dalam jangka panjang.

Dampak Ekonomi Dan Sosial Jangka Panjang

Pembangunan interchange Tol Cipali di Subang diharapkan membawa dampak signifikan bagi perekonomian wilayah dan sekitarnya. Penguatan konektivitas transportasi dinilai dapat meningkatkan efisiensi logistik, memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah di tingkat regional maupun nasional.

Kesepakatan ini tidak hanya menegaskan komitmen investasi jangka panjang Vinfast di sektor otomotif Indonesia, tetapi juga menunjukkan peran aktif perusahaan dalam bermitra dengan pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan infrastruktur strategis. Proyek ini diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja baru, mendorong proses industrialisasi, serta menciptakan momentum pertumbuhan berkelanjutan yang selaras dengan agenda modernisasi Indonesia

Terkini