JAKARTA - PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya dalam memperkuat kinerja perusahaan pada 2026 melalui langkah transformasi berkelanjutan yang terarah dan terukur.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan keunggulan operasional, efisiensi biaya, serta pengembangan bisnis berbasis energi hijau yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional. Strategi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga daya saing perusahaan di tengah dinamika industri ketenagalistrikan yang terus berkembang.
Langkah strategis ini dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan atau RKAP 2026 dengan mengusung tema “Driving Strategy Into Action, Empowering Green Transformation Towards Sustainable Future”. Tema tersebut mencerminkan tekad perusahaan untuk memastikan setiap strategi tidak berhenti pada perencanaan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi keberlanjutan bisnis dan sistem kelistrikan nasional.
Penetapan Arah Strategis Melalui RKAP 2026
Pengesahan target kinerja PLN Indonesia Power tahun 2026 dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham RKAP Tahun 2026 Subholding dan Anak Perusahaan PT PLN Persero. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan perusahaan dengan strategi besar PLN Group, sekaligus memastikan setiap target operasional dan finansial disusun secara realistis dan terukur.
Melalui penetapan RKAP ini, PLN Indonesia Power menetapkan sasaran yang mencakup aspek keandalan pembangkit, kinerja keuangan, serta percepatan transformasi hijau. Seluruh target dirancang selaras dengan arahan pemegang saham, sehingga dapat menjadi pedoman kuat bagi manajemen dan seluruh insan perusahaan dalam menjalankan agenda transformasi secara konsisten sepanjang 2026.
Apresiasi dan Arahan Pemegang Saham
Direktur Utama PT PLN Persero Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi atas kinerja PLN Indonesia Power yang dinilai mampu menjaga keandalan pasokan listrik nasional di tengah tantangan industri energi. Ia juga menekankan peran strategis PLN Indonesia Power sebagai salah satu garda terdepan dalam mendorong transformasi hijau di lingkungan PLN Group.
Menurut Darmawan, dinamika industri energi ke depan menuntut perusahaan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas lini, serta memastikan eksekusi strategi berjalan secara solid. Tantangan global, perubahan teknologi, hingga tuntutan keberlanjutan harus dihadapi dengan kesiapan organisasi dan komitmen bersama seluruh insan PLN.
“2025 telah kita lalui dengan capaian yang positif. Ke depan, 2026 diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kinerja yang lebih baik. Di tengah berbagai tantangan dan perubahan yang semakin dinamis, saya meyakini seluruh insan PLN memiliki komitmen dan kesiapan untuk mengawal serta mewujudkan RKAP sebagai marwah perusahaan yang harus diperjuangkan bersama demi keberlanjutan bisnis dan ketahanan sistem kelistrikan nasional,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Januari 2026.
Fokus Operational Excellence Dan Efisiensi
Menghadapi tahun 2026, PLN Indonesia Power melanjutkan transformasi korporasi dengan menempatkan operational excellence sebagai prioritas utama. Penerapan digitalisasi dalam proses operasional menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi, keandalan pembangkit, serta ketepatan pengambilan keputusan berbasis data.
Selain itu, strategi cost leadership juga diperkuat guna memastikan pengelolaan biaya berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas layanan. Upaya efisiensi ini diharapkan mampu mendukung kesehatan keuangan perusahaan sekaligus menciptakan ruang bagi investasi pada pengembangan energi bersih dan inovasi bisnis baru.
Akselerasi Transisi Energi Nasional
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa 2026 menjadi fase krusial bagi perusahaan untuk mempercepat transisi energi. Melalui eksekusi strategi yang terukur, PLN Indonesia Power berupaya tidak hanya menjaga keandalan pembangkit eksisting, tetapi juga meningkatkan porsi pemanfaatan energi bersih dalam portofolio perusahaan.
“PLN Indonesia Power berkomitmen menjadikan 2026 sebagai tahun akselerasi transisi energi. Melalui flagship strategy yang kami tetapkan, kami tidak hanya menjaga keandalan pembangkit, tetapi juga mempercepat pemanfaatan energi bersih, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan dan negara,” tegas Bernadus.
Akselerasi transisi energi ini dilakukan melalui pengembangan pembangkit ramah lingkungan, optimalisasi aset, serta penguatan kapabilitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan teknologi energi masa depan.
Penguatan Bisnis Dan Nilai Berkelanjutan
Selain fokus pada sektor pembangkitan, PLN Indonesia Power juga mengembangkan portofolio bisnis beyond kWh sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan nilai tambah perusahaan di tengah perubahan lanskap industri ketenagalistrikan.
Dengan disahkannya RKAP 2026, PLN Indonesia Power meneguhkan komitmennya untuk menyongsong tahun 2026 dengan semangat Driving Strategy Into Action. Perusahaan memastikan setiap strategi diterjemahkan menjadi aksi nyata yang mendukung transformasi hijau, keberlanjutan bisnis, serta kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional.