JAKARTA - Menjelang bergulirnya Grand Slam Australian Open 2026 di Melbourne, perhatian publik olahraga Indonesia tertuju pada kiprah dua petenis putri andalan Tanah Air.
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi kembali dipercaya membawa nama Indonesia di ajang bergengsi dunia. Dukungan pun datang langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menyampaikan doa serta harapan agar keduanya mampu tampil maksimal sepanjang turnamen.
Australian Open 2026 yang berlangsung pada 18 Januari hingga 1 Februari menjadi panggung penting bagi Janice dan Aldila. Keduanya tidak hanya membawa ambisi pribadi, tetapi juga harapan besar bangsa untuk terus menunjukkan eksistensi Indonesia di kancah tenis internasional. Dukungan moral dari pemerintah diharapkan menjadi tambahan semangat bagi kedua atlet tersebut.
Dukungan pemerintah untuk petenis putri andalan
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir secara terbuka menyampaikan dukungan kepada Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi. Melalui akun media sosialnya yang dipantau di Jakarta, Senin, Erick menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung perjuangan atlet Indonesia di ajang dunia.
“Kita berikan dukungan dan doa terbaik untuk Janice dan Aldila agar tampil maksimal di Grand Slam Australian Open 2026,” tulis Erick Thohir. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir memberi perhatian pada perjuangan atlet, khususnya di cabang olahraga tenis yang terus berkembang.
Janice turun di tunggal dan ganda putri
Pada Australian Open 2026, Janice Tjen akan tampil di dua nomor sekaligus, yakni tunggal putri dan ganda putri. Di nomor tunggal, Janice akan memulai perjuangannya dari babak 128 besar, sebuah tantangan besar yang menuntut konsistensi serta mental bertanding yang kuat sejak laga awal.
Sementara di nomor ganda putri, Janice akan berpasangan dengan petenis asal Polandia, Katarzyna Piter. Kolaborasi ini sudah menunjukkan hasil positif, mengingat pasangan Janice dan Katarzyna belum lama ini berhasil meraih gelar juara di ajang Hobart International. Modal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri mereka saat berlaga di Melbourne.
Aldila fokus memperkuat sektor ganda
Berbeda dengan Janice, Aldila Sutjiadi akan turun di nomor ganda putri. Petenis yang kini berada di peringkat ke-51 dunia ganda versi Women’s Tennis Association ini akan berpasangan dengan petenis tuan rumah, Guiliana Olmos. Duet ini diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit sejak babak awal.
Pengalaman Aldila di berbagai turnamen besar dunia menjadi nilai tambah tersendiri. Bermain di hadapan publik Australia juga menuntut kemampuan adaptasi yang baik, terutama dalam menghadapi tekanan dan atmosfer pertandingan Grand Slam yang sangat kompetitif.
Dua nama penting tenis putri Indonesia
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi merupakan dua nama yang sudah lama menjadi andalan tenis putri Indonesia. Keduanya telah berulang kali mengharumkan nama bangsa melalui prestasi di level internasional. Konsistensi mereka di berbagai turnamen menjadi bukti kualitas serta dedikasi dalam mengembangkan karier profesional.
Kehadiran Janice dan Aldila di Australian Open 2026 bukan sekadar partisipasi, tetapi juga simbol keberlanjutan prestasi tenis Indonesia di kancah dunia. Keduanya diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menekuni olahraga tenis secara serius.
Prestasi gemilang Janice sepanjang 2025
Tahun 2025 menjadi periode yang sangat gemilang bagi Janice Tjen. Ia mencatatkan debut luar biasa di Grand Slam dan WTA Tour, sebuah pencapaian yang menandai lonjakan kariernya di level dunia. Janice berhasil menjuarai WTA 250 Chennai Open 2025 serta WTA 250 Hobart International.
Tak hanya itu, petenis asal Jakarta ini juga menjadi petenis Indonesia pertama yang lolos ke babak utama Grand Slam sejak 2004. Sepanjang kariernya, Janice telah mengoleksi banyak gelar International Tennis Federation serta penghargaan individu, termasuk ITF Player of the Month. Prestasi teranyarnya adalah meraih dua medali emas pada SEA Games Thailand 2025 dari nomor beregu putri dan ganda putri bersama Aldila Sutjiadi.
Rekam jejak panjang Aldila di level dunia
Aldila Sutjiadi juga memiliki rekam jejak panjang di level profesional. Petenis asal Jakarta ini telah mengoleksi lima gelar ganda WTA Tour, termasuk Copa Colsanitas 2022 yang menjadi gelar WTA pertama petenis Indonesia sejak 2003. Prestasi tersebut menegaskan peran Aldila sebagai salah satu ikon tenis Indonesia.
Di ajang Grand Slam, Aldila pernah mencapai semifinal Wimbledon 2023 dan US Open 2024 pada nomor ganda campuran. Di level Asia dan Asia Tenggara, namanya semakin bersinar setelah meraih emas Asian Games 2028 dari ganda campuran bersama Christopher Rungkat, serta emas SEA Games pada 2019, 2021, 2023, dan 2025.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah serta modal prestasi yang telah diraih, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi diharapkan mampu tampil percaya diri dan memberikan performa terbaik di Australian Open 2026. Harapan besar publik Indonesia kini menyertai langkah mereka di panggung tenis dunia.