Perak

Harga Perak Antam Naik Rp 1.700 Hari Ini Dipicu Lonjakan Global

Harga Perak Antam Naik Rp 1.700 Hari Ini Dipicu Lonjakan Global
Harga Perak Antam Naik Rp 1.700 Hari Ini Dipicu Lonjakan Global

JAKARTA - Pergerakan harga logam mulia kembali menyita perhatian pasar pada awal pekan ini. 

Setelah emas mencetak penguatan signifikan, perak yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam juga ikut terdorong naik. Kondisi tersebut mencerminkan respons pasar terhadap dinamika global yang sarat ketidakpastian, sekaligus membuka peluang baru bagi investor yang melirik perak sebagai alternatif instrumen lindung nilai.

Kenaikan harga perak Antam hari ini, Senin 19 Januari 2026, terbilang cukup mencolok. Perubahan ini terjadi seiring lonjakan harga perak dunia yang mencetak rekor baru, dipicu meningkatnya tensi geopolitik dan kekhawatiran perang dagang. Situasi tersebut membuat logam mulia kembali diburu sebagai aset aman oleh pelaku pasar global maupun domestik.

Harga Perak Antam Ikut Menguat Signifikan

Pada perdagangan hari ini, harga perak Antam tercatat naik Rp 1.700 per gram. Kenaikan tersebut mendorong harga perak berada di level Rp 57.900 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam masih berada di posisi Rp 56.200 per gram, sehingga lonjakan kali ini tergolong cukup besar dalam satu hari perdagangan.

Penguatan harga perak Antam ini terjadi seiring dengan pergerakan emas Antam yang juga mencatat kenaikan. Keterkaitan antara perak dan emas sebagai sesama logam mulia membuat pergerakan keduanya kerap berjalan searah, terutama saat sentimen global memburuk dan risiko ekonomi meningkat.

Antam sendiri menyediakan berbagai produk perak batangan dengan tingkat kemurnian tinggi. Produk-produk tersebut diproduksi dengan standar akurasi yang terjaga, sehingga banyak diminati investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio. Saat ini, Antam menjual perak batangan dalam ukuran 500 gram sebagai salah satu pilihan investasi.

Ketentuan Pajak dan Akses Informasi Harga

Dalam membeli perak batangan Antam, calon pembeli perlu mencermati detail harga yang tercantum. Harga perak Antam dapat bervariasi tergantung apakah sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 11 persen, atau masih merupakan harga dasar sebelum pajak.

Informasi lengkap mengenai harga dasar, harga setelah pajak, serta ketersediaan produk dapat diakses melalui laman resmi Logam Mulia Antam. Transparansi ini menjadi penting agar investor dapat menghitung secara tepat nilai investasi yang dikeluarkan serta potensi imbal hasil di kemudian hari.

Fluktuasi harga perak yang cukup dinamis juga membuat investor perlu memperhatikan waktu pembelian. Meski hari ini harga naik cukup tajam, perak tetap memiliki karakter volatil yang dipengaruhi banyak faktor eksternal, mulai dari kebijakan global hingga sentimen pasar keuangan.

Harga Perak Dunia Cetak Rekor Baru

Lonjakan harga perak domestik tidak terlepas dari pergerakan harga perak di pasar internasional. Harga emas dan perak dunia melonjak ke rekor tertinggi seiring meningkatnya kekhawatiran geopolitik, khususnya terkait dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.

Mengutip Yahoo Finance, harga emas di pasar spot tercatat naik 1,6 persen menjadi USD 4.668,76 per ounce pada pukul 08.11 di Singapura. Harga emas bahkan sempat menyentuh level tertinggi di USD 4.690,59 per ounce. Di sisi lain, harga perak melonjak lebih agresif dengan kenaikan 3,2 persen menjadi USD 93,0211, dan sempat menyentuh puncak USD 94,1213.

Kenaikan tajam ini mencerminkan derasnya arus dana ke aset aman di tengah meningkatnya ketegangan politik dan perdagangan global. Perak, meski sering dianggap pelengkap emas, kini menunjukkan daya tarik tersendiri di mata investor.

Tarif Trump dan Dampak ke Logam Mulia

Sentimen pasar semakin memanas setelah Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif impor tambahan terhadap delapan negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris. Negara-negara tersebut menentang rencana Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland, wilayah yang dinilai strategis dan kaya sumber daya.

Trump menyebut tarif sebesar 10 persen akan diberlakukan mulai 1 Februari dan meningkat menjadi 25 persen pada Juni. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan perang dagang baru yang dapat merusak hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa, sekaligus memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global.

Kondisi tersebut mendorong investor beralih ke logam mulia seperti emas dan perak. “Ketidakpastian perdagangan yang baru melemahkan prospek pertumbuhan dan kebijakan luar negeri AS mengikis kepercayaan terhadap dolar AS. Ini adalah kombinasi sempurna untuk emas dan perak,” ujar analis Capital.com di Melbourne, Kyle Rodda.

Respons Eropa dan Risiko Geopolitik

Menanggapi sikap Amerika Serikat, para pemimpin Eropa dikabarkan akan menggelar pertemuan darurat untuk membahas langkah balasan. Sejumlah opsi tengah dipertimbangkan, termasuk pengenaan tarif balasan atas barang-barang AS senilai €93 miliar atau sekitar USD 108 miliar.

Presiden Prancis Emmanuel Macron disebut-sebut berpotensi meminta aktivasi instrumen anti-koersi Uni Eropa. Instrumen ini memungkinkan Uni Eropa menerapkan berbagai langkah balasan terhadap tindakan perdagangan yang dianggap memaksa. Eskalasi ini semakin mempertegas meningkatnya risiko geopolitik global.

Logam mulia pun terus mencatat kenaikan tajam sejak awal tahun, melanjutkan reli besar yang sudah terjadi sepanjang 2025. Penangkapan pemimpin Venezuela oleh AS dan meningkatnya ancaman terkait Greenland menjadi pemicu utama meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai.

Prospek Emas dan Perak ke Depan

Di tengah volatilitas yang tinggi, harga emas dunia juga menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis. Harga emas spot sempat mengawali pekan di USD 4.529,89 per ons sebelum melonjak hingga mendekati USD 4.600. Volatilitas ini dipicu sentimen baru terkait serangan pemerintahan Trump terhadap Federal Reserve.

Sejumlah analis menilai prospek emas dan perak masih dipengaruhi tarik-menarik antara aksi ambil untung dan sentimen fundamental yang kuat. “Naik. Aturan Pasar Newsom 1, jangan melawan tren, dan trennya adalah naik,” kata analis pasar senior di Barchart.com, Darin Newsom.

Sementara itu, Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, menyebut momentum positif masih berpihak pada emas. Menurutnya, faktor fundamental yang mendorong kenaikan harga belum berubah, meski volatilitas jangka pendek masih akan mewarnai pasar logam mulia, termasuk perak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index