Minyak

Pergerakan Komoditas Global Awal Pekan Minyak Stabil CPO Datar Logam Menguat

Pergerakan Komoditas Global Awal Pekan Minyak Stabil CPO Datar Logam Menguat
Pergerakan Komoditas Global Awal Pekan Minyak Stabil CPO Datar Logam Menguat

JAKARTA - Awal pekan perdagangan global diwarnai dinamika beragam pada pasar komoditas. 

Sejumlah komoditas utama bergerak dalam arah yang berbeda, mencerminkan respons pasar terhadap perkembangan geopolitik, sentimen pasokan, serta ekspektasi permintaan global. Minyak mentah dan minyak kelapa sawit cenderung bergerak stabil, sementara logam industri seperti nikel dan timah justru mencatatkan penguatan signifikan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar tidak hanya terpaku pada satu faktor tunggal. Stabilnya minyak mentah menandakan meredanya kekhawatiran pasokan, sedangkan lonjakan logam mencerminkan optimisme terhadap permintaan industri. Kombinasi sentimen ini membentuk lanskap pasar yang relatif tenang, namun tetap dinamis.

Minyak Mentah Bertahan Di Tengah Redanya Ketegangan

Harga minyak mentah dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (19/1). Meredanya kerusuhan sipil di Iran menjadi salah satu faktor utama yang menenangkan pasar. Situasi tersebut mengurangi kemungkinan serangan Amerika Serikat yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dari negara produsen utama di Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik tipis satu sen atau 0,02 persen menjadi USD 64,14 per barel pada pukul 19.46 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari tercatat stagnan di level USD 59,44 per barel dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Selain faktor Iran, perhatian pasar juga mulai bergeser ke isu geopolitik lain, termasuk gejolak yang berkembang di Greenland. Namun hingga akhir sesi, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk mendorong pergerakan harga yang signifikan.

Batu Bara Menguat Tipis Di Akhir Sesi

Komoditas energi lainnya, yakni batu bara, juga menunjukkan pergerakan positif meski terbatas. Pada penutupan perdagangan Senin, harga batu bara tercatat menguat tipis. Berdasarkan data dari situs tradingeconomics, harga batu bara naik 0,23 persen dan berada di level USD 109,10 per ton.

Penguatan tipis ini mencerminkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan global. Di satu sisi, kebutuhan energi berbasis batu bara masih cukup tinggi di sejumlah negara, terutama untuk pembangkit listrik. Di sisi lain, tekanan dari transisi energi dan kebijakan lingkungan terus membayangi pergerakan harga.

Meski kenaikannya tidak besar, pergerakan ini menandakan bahwa batu bara masih memiliki peran penting dalam bauran energi global, terutama di tengah ketidakpastian pasokan energi lainnya.

Harga CPO Cenderung Datar Mengikuti Sentimen Pasar

Berbeda dengan batu bara, harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil justru bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah tipis. Pada penutupan perdagangan Senin, harga CPO turun 0,05 persen menjadi MYR 4.069 per ton, berdasarkan data tradingeconomics.

Stabilnya harga CPO mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap perkembangan permintaan global. Faktor produksi, kebijakan ekspor, serta kondisi cuaca di negara produsen utama menjadi perhatian, namun belum memicu pergerakan harga yang tajam.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa pasar CPO tengah mencari arah baru, menunggu sinyal yang lebih kuat baik dari sisi permintaan maupun kebijakan perdagangan internasional.

Nikel Melonjak Didukung Optimisme Industri

Berbeda dengan komoditas energi, harga nikel justru mencatatkan lonjakan cukup signifikan. Pada penutupan perdagangan Senin, harga nikel berdasarkan tradingeconomics melesat 1,79 persen dan mencapai USD 18.145 per ton.

Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek permintaan nikel, terutama dari sektor industri dan teknologi. Nikel merupakan bahan baku penting dalam produksi baja tahan karat dan baterai kendaraan listrik, sehingga permintaannya sangat sensitif terhadap perkembangan industri global.

Penguatan harga nikel juga menandakan bahwa pasar melihat peluang pemulihan permintaan jangka menengah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan material untuk transisi energi dan elektrifikasi.

Timah Menguat Tajam Di Bursa Logam Dunia

Selain nikel, harga timah juga menunjukkan performa impresif. Pada penutupan perdagangan Senin, harga timah berdasarkan situs London Metal Exchange tercatat menguat 2,65 persen dan menetap di level USD 49.258 per ton.

Kenaikan harga timah ini menunjukkan adanya minat beli yang kuat di pasar logam. Timah banyak digunakan dalam industri elektronik, solder, dan berbagai aplikasi manufaktur lainnya. Pergerakan harga yang cukup tajam mencerminkan optimisme terhadap permintaan sektor tersebut.

Di tengah volatilitas pasar global, lonjakan harga timah menjadi sinyal bahwa logam industri masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor dan pelaku industri.

Cerminan Sentimen Pasar Komoditas Global

Secara keseluruhan, pergerakan harga komoditas pada awal pekan ini mencerminkan keseimbangan antara ketenangan dan optimisme. Stabilnya minyak mentah dan CPO menunjukkan pasar yang relatif tenang, sementara lonjakan nikel dan timah menandakan adanya kepercayaan terhadap prospek industri.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar komoditas global tidak bergerak seragam, melainkan dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing komoditas. Faktor geopolitik, permintaan industri, serta dinamika pasokan menjadi penentu utama arah pergerakan harga.

Dengan situasi global yang masih dinamis, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan ekonomi untuk menentukan strategi ke depan. Pergerakan awal pekan ini menjadi gambaran bahwa stabilitas dan peluang masih berjalan beriringan di pasar komoditas dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index