Ed Sheeran

Menjadi Ayah Mengubah Hidup Ed Sheeran, Turun 14 Kg Tanpa Diet

Menjadi Ayah Mengubah Hidup Ed Sheeran, Turun 14 Kg Tanpa Diet
Menjadi Ayah Mengubah Hidup Ed Sheeran, Turun 14 Kg Tanpa Diet

JAKARTA - Perubahan besar dalam hidup seseorang sering kali datang dari peran baru yang dijalani, dan hal itu pula yang dialami Ed Sheeran. 

Musisi pop dunia ini tidak sekadar dikenal karena lagu-lagunya yang mendunia, tetapi juga karena transformasi gaya hidup yang ia lakukan dalam beberapa tahun terakhir. Sejak menjadi seorang ayah, Ed Sheeran mulai menata ulang kebiasaan hariannya demi kesehatan jangka panjang.

Di usia 34 tahun, pelantun Shape of You itu memilih fokus pada kebugaran tubuh tanpa jalan pintas. Ia tidak menjalani diet ekstrem atau metode instan yang membatasi diri secara berlebihan. Sebaliknya, Ed membangun pola hidup sehat secara bertahap dan konsisten, hingga berhasil menurunkan berat badan sebanyak 14 kilogram.

Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada penampilan fisiknya, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup dan performanya di atas panggung. Ed Sheeran kini merasa lebih bugar, lebih kuat, dan lebih siap menjalani peran sebagai ayah sekaligus musisi dengan jadwal padat.

Kesadaran Datang Setelah Menjadi Ayah

Dalam wawancara dengan majalah Men’s Health UK, Ed Sheeran mengakui bahwa masa hidupnya di usia 20 hingga 30 tahun diwarnai kebiasaan yang kurang sehat. Ia tidak menutupi fakta bahwa gaya hidupnya kala itu jauh dari kata ideal, baik secara fisik maupun mental.

“Saya menjalani hidup yang cukup tidak sehat di usia 20-an. Kesehatan fisik saya saat itu benar-benar mencerminkan kondisi mental saya,” ujar Sheeran. Ia juga mengungkapkan sering merasa tidak puas dengan dirinya sendiri setiap kali bercermin, meskipun berada di puncak karier.

Titik balik itu terjadi setelah kelahiran putrinya, Lyra, dari pernikahannya dengan Cherry Seaborn pada 2020. Kehadiran anak membuatnya melihat hidup dari sudut pandang berbeda, terutama terkait tanggung jawab sebagai orang tua yang sehat dan hadir secara utuh.

Momen Sadar yang Mengubah Arah Hidup

Ed Sheeran mengenang satu momen penting saat Lyra masih berusia dua minggu. Setelah menghabiskan waktu bersama temannya dan minum anggur, ia terbangun di tengah malam untuk mengurus bayinya dalam kondisi tubuh yang tidak prima. Pengalaman sederhana itu justru menjadi refleksi besar baginya.

“Saat itu saya sadar, saya tidak ingin menjadi ayah yang tidak bugar. Saya ingin bisa menggendong anak saya tanpa merasa punggung sakit atau tubuh kelelahan,” ungkapnya. Kalimat tersebut menjadi landasan kuat bagi perubahan gaya hidupnya.

Kesadaran itu tidak diikuti dengan target berlebihan atau tekanan untuk berubah secara drastis. Ed memilih jalan realistis, dengan mengubah kebiasaan sedikit demi sedikit agar bisa dijalani dalam jangka panjang.

Olahraga Bertahap yang Konsisten

Perjalanan kebugaran Ed Sheeran dimulai dari langkah paling sederhana. Sebelum pandemi, ia menempatkan mesin cross-trainer di ruang bawah tanah rumahnya. Aktivitas itu menjadi cara awal agar tubuhnya tetap bergerak tanpa merasa terbebani.

“Itu olahraga pertama saya yang terasa tidak menyiksa,” katanya. Ia bahkan memanfaatkan waktu membalas email selama berjam-jam sambil tetap bergerak di atas mesin tersebut. Cara ini membuat olahraga terasa lebih mudah diterima dalam rutinitas hariannya.

Seiring waktu, Ed mulai menambahkan variasi latihan. Ia rutin melakukan angkat beban bersama istrinya dengan bimbingan pelatih pribadi secara daring, sehingga tetap terarah dan aman.

Pilates, Lari, dan Renang Jadi Pilihan

Pada 2025, Ed Sheeran meningkatkan rutinitas olahraganya dengan mencoba reformer pilates di bawah arahan pelatih Matt Kendrick. Latihan ini dipilih karena membantu meregangkan otot, memperkuat inti tubuh, serta ramah bagi sendi di tengah jadwal tur yang padat.

Selain pilates, Ed juga mulai rutin berlari. Jika sebelumnya ia tidak sanggup menempuh jarak satu kilometer, kini lari sejauh 10 kilometer sudah menjadi hal biasa baginya. Perkembangan ini menunjukkan konsistensi yang ia bangun dari waktu ke waktu.

Ia juga menambahkan renang sebagai bagian dari rutinitas untuk menjaga daya tahan tubuh. Kombinasi latihan tersebut membuat kebugarannya meningkat tanpa harus memaksakan tubuh.

Tidak Diet Ketat, Tetap Nikmati Hidup

Ed Sheeran menegaskan bahwa perubahan fisiknya bukan hasil dari pola makan ekstrem. Ia tetap menikmati makanan favorit dan sesekali minum anggur merah, namun dengan porsi yang terkontrol dan tidak berlebihan.

“Semua tentang keseimbangan. Saya tidak hidup dengan kotak makan berisi makanan diet setiap hari. Saya tetap menikmati hidup, tapi dengan kontrol,” ujarnya. Prinsip moderasi ini menjadi kunci agar pola hidup sehat bisa bertahan lama.

Dengan pendekatan tersebut, Ed tidak merasa kehilangan kesenangan hidup. Ia justru merasa lebih nyaman dan mampu menjaga konsistensi tanpa tekanan mental.

Dampak Positif di Atas Panggung dan Keluarga

Perubahan gaya hidup ini berdampak langsung pada performanya sebagai musisi. Ed Sheeran mengaku kini memiliki stamina yang jauh lebih baik saat tampil di atas panggung, bahkan merasa lebih kuat dibandingkan satu dekade lalu.

Di usia 34 tahun, ia merasa lebih sehat dibandingkan saat berusia 24 tahun, ketika masih sering begadang dan merokok. Energi yang lebih stabil membuatnya mampu menjalani tur panjang tanpa kelelahan berlebihan.

Pola hidup sehat ini juga memberi pengaruh positif bagi keluarganya. Ed menyebut kedua orang tuanya kini terinspirasi untuk rutin berolahraga ringan demi menjaga kebugaran di usia lanjut. Dengan komitmen dan keseimbangan, Ed Sheeran membuktikan bahwa perubahan gaya hidup sehat adalah investasi jangka panjang bagi keluarga dan masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index