JAKARTA - Putaran pertama BRI Super League 2025/2026 telah resmi berakhir setelah seluruh peserta menuntaskan 17 pertandingan.
Paruh musim ini menghadirkan banyak dinamika menarik, baik dalam persaingan papan atas maupun perjuangan tim-tim yang berusaha menjauh dari zona degradasi. Persib Bandung sukses keluar sebagai juara paruh musim, sementara beberapa tim lain mulai menunjukkan konsistensi permainan.
Di tengah persaingan klub, sorotan juga tertuju pada kontribusi pemain muda, khususnya mereka yang tergabung dalam Timnas Indonesia U-23. Para pemain ini tidak hanya menjadi pelapis, tetapi justru dipercaya tampil reguler oleh klub masing-masing. Jam terbang tinggi yang mereka dapatkan menjadi indikator penting perkembangan sepak bola nasional.
Statistik menit bermain hingga pekan ke-17 memperlihatkan bahwa sejumlah pemain Timnas Indonesia U-23 mampu bersaing dan bahkan menjadi tulang punggung tim. Peran mereka cukup signifikan dalam menjaga performa klub selama paruh musim pertama. Dari sektor belakang, tengah, hingga penjaga gawang, pemain muda tampil konsisten.
Berikut ini gambaran lima pemain Timnas Indonesia U-23 dengan catatan menit bermain terbanyak di BRI Super League 2025/2026. Daftar ini menunjukkan bagaimana kepercayaan pelatih klub menjadi modal penting bagi regenerasi tim nasional ke depan.
Kakang Rudianto Andalan Lini Belakang Persib
Kakang Rudianto menjadi salah satu pemain muda yang tampil paling stabil di paruh musim ini. Bek Persib Bandung tersebut telah berkembang menjadi sosok penting di jantung pertahanan Maung Bandung. Meski baru berusia 22 tahun, pengalaman Kakang terus bertambah seiring kepercayaan yang diberikan pelatih Bojan Hodak.
Hingga pekan ke-17, Kakang Rudianto sudah tampil dalam 14 pertandingan. Total 971 menit bermain menunjukkan betapa penting perannya dalam menjaga keseimbangan lini belakang Persib. Ia kerap menjadi pilihan utama dalam laga-laga krusial yang menentukan posisi puncak klasemen.
Kemampuannya membaca permainan dan duel udara yang solid membuat Kakang sulit tergantikan. Konsistensi ini membuka peluang besar baginya untuk kembali menjadi bagian utama Timnas Indonesia U-23 dalam agenda internasional berikutnya.
Arkhan Fikri Motor Kreatif Arema FC
Arkhan Fikri terus membuktikan dirinya sebagai gelandang muda yang matang secara permainan. Pemain Arema FC berusia 21 tahun ini kembali menjadi pilihan utama di lini tengah Singo Edan. Karakter bermainnya yang dinamis membuat Arkhan mampu mengatur tempo sekaligus membantu serangan.
Selama putaran pertama, Arkhan Fikri mencatatkan 13 penampilan dengan total 974 menit bermain. Dari kontribusi tersebut, ia berhasil menyumbangkan dua gol dan satu assist. Catatan ini menunjukkan efektivitasnya tidak hanya sebagai pengatur permainan, tetapi juga sebagai pencetak peluang.
Dengan pengalaman 16 caps bersama Timnas Indonesia U-23, Arkhan semakin menunjukkan kematangan. Performanya di level klub membuat namanya layak dipertimbangkan untuk mendapat kesempatan lebih besar di tim nasional senior.
Kadek Arel Tembus Persaingan Ketat Bali United
Kadek Arel menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk tampil reguler di tim besar. Bek Bali United ini baru berusia 20 tahun, namun sudah mampu menembus skuad utama Serdadu Tridatu. Keberaniannya dalam duel dan ketenangan saat menguasai bola menjadi nilai lebih.
Sepanjang paruh musim, Kadek Arel tampil dalam 15 pertandingan dengan total waktu bermain mencapai 1.000 menit. Ia mampu bersaing dengan pemain senior yang lebih berpengalaman, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
Perannya di Bali United sejalan dengan statusnya sebagai bek inti Timnas Indonesia U-23. Jam terbang tinggi di level klub menjadi bekal penting bagi Kadek untuk terus berkembang di bawah arahan John Herdman pada masa mendatang.
Raka Cahyana Jadi Tumpuan Sayap PSIM
Raka Cahyana tampil impresif bersama PSIM Yogyakarta di putaran pertama BRI Super League. Winger kanan berusia 21 tahun ini menjadi andalan pelatih Jean-Paul van Gastel dalam membangun serangan Laskar Mataram. Kecepatan dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu kerap merepotkan lawan.
Dari 14 pertandingan yang dimainkan, Raka mencatatkan total 1.229 menit bermain. Ia juga menyumbang satu gol dan satu assist, kontribusi yang cukup signifikan bagi tim promosi seperti PSIM. Konsistensinya membuatnya jarang tergantikan di sektor sayap.
Pengalaman Raka bersama Timnas Indonesia U-23, termasuk di ajang SEA Games 2025 Thailand, menjadi modal berharga. Performa apik di level klub membuka peluangnya kembali dipanggil memperkuat Garuda Muda.
Cahya Supriadi Paling Konsisten Di Bawah Mistar
Cahya Supriadi menjadi pemain Timnas Indonesia U-23 dengan jumlah menit bermain terbanyak di paruh musim ini. Kiper PSIM Yogyakarta tersebut tampil hampir tanpa cela di bawah mistar gawang. Dari 17 pertandingan, ia tampil dalam 15 laga dengan total 1.350 menit bermain.
Cahya hanya absen dua pertandingan karena membela Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025 Thailand. Sepanjang penampilannya di liga, ia kebobolan 16 gol dan mencatatkan enam kali clean sheet, sebuah statistik yang cukup solid untuk kiper muda.
Kepercayaan penuh dari PSIM menunjukkan kualitas Cahya sebagai penjaga gawang masa depan. Konsistensi ini membuatnya memiliki peluang besar untuk terus masuk dalam proyeksi tim nasional, baik di level U-23 maupun senior.
Performa para pemain muda ini menegaskan bahwa regenerasi sepak bola Indonesia berjalan ke arah positif. Menit bermain tinggi di kompetisi domestik menjadi fondasi kuat bagi Timnas Indonesia U-23 dalam menghadapi berbagai agenda internasional ke depan.