JAKARTA - Perjalanan AC Milan pada musim ini tidak hanya diwarnai persaingan papan atas, tetapi juga cerita internal yang perlahan berubah arah.
Salah satunya datang dari sosok Koni De Winter, pemain muda yang sempat diragukan kapasitasnya. Situasi itu berkembang seiring waktu dan membentuk narasi berbeda menjelang paruh kedua kompetisi.
Sejak awal musim, kehadiran De Winter belum langsung memberi dampak besar. Adaptasi di lingkungan klub besar seperti Milan membutuhkan kesiapan mental dan teknis yang tinggi. Tantangan inilah yang membuat proses perkembangannya berjalan lebih lambat dibandingkan ekspektasi publik.
Namun, dinamika musim sering kali ditentukan oleh momentum. Dalam konteks inilah perjalanan De Winter mulai menemukan jalannya, seiring perubahan situasi di lini belakang Rossoneri.
Masa awal penuh tekanan dan keraguan
Koni De Winter datang dengan status pemain muda berusia 23 tahun asal Belgia. Harapan tentu ada, tetapi realitas di lapangan berkata lain pada fase awal. Minimnya menit bermain membuat rasa percaya dirinya sempat goyah.
Saat kesempatan tampil datang, sejumlah kesalahan kecil justru memperbesar sorotan. Posisi De Winter kembali terpinggirkan, sementara persaingan di lini pertahanan semakin ketat. Kondisi ini menempatkannya dalam situasi sulit untuk berkembang secara konsisten.
Tekanan semakin terasa setelah kekalahan AC Milan di ajang Supercoppa Italiana dari Napoli di Riyadh. Hasil tersebut memicu evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap kesiapan pemain pelapis seperti De Winter.
Persaingan lini belakang yang ketat
Situasi De Winter juga tidak terlepas dari kebijakan pelatih Massimiliano Allegri. Allegri sebenarnya sudah mengenal karakter sang pemain, namun tuntutan hasil membuatnya lebih mengandalkan opsi yang dianggap aman.
Nama-nama seperti Matteo Gabbia, Strahinja Pavlovic, dan Fikayo Tomori menjadi pilihan utama. Dalam kondisi ideal, De Winter harus bersabar menunggu peluang sambil terus berlatih dan beradaptasi.
Persaingan internal tersebut membuat ritme bermain De Winter tidak stabil. Tanpa jam terbang reguler, sulit baginya menunjukkan potensi yang sesungguhnya di level tertinggi Serie A.
Peluang datang di tengah keterbatasan tim
Perubahan mulai terasa ketika lini belakang Milan dilanda badai cedera dan sanksi. Kondisi darurat memaksa Allegri melakukan rotasi dan memberi kesempatan lebih luas kepada pemain pelapis.
Di sinilah De Winter mulai mendapat menit bermain yang lebih konsisten. Frekuensi tampil yang meningkat perlahan mengubah kepercayaan dirinya. Permainannya terlihat lebih tenang dan terukur dibandingkan fase awal musim.
Konsistensi tersebut menjadi fondasi penting. De Winter mulai menunjukkan pemahaman posisi yang lebih baik, sekaligus disiplin dalam menjaga area pertahanan.
Laga-laga krusial sebagai titik balik
Penampilan solid De Winter terlihat jelas saat laga tandang melawan Cagliari. Ia tampil rapi, membaca pergerakan lawan dengan tepat, dan minim melakukan kesalahan. Respons positif pun mulai bermunculan dari berbagai pihak.
Ujian berikutnya datang saat menghadapi Lecce. Dalam pertandingan tersebut, lini belakang AC Milan mampu menjaga clean sheet. De Winter kembali menjalankan perannya dengan disiplin, memperkuat kesan stabilitas yang mulai terbentuk.
Momen paling menentukan hadir saat Milan berjumpa Como asuhan Cesc Fabregas. Bermain di sisi kiri formasi tiga bek, De Winter mampu bertahan di bawah tekanan intens sepanjang laga.
Perubahan mental yang semakin jelas
Laga melawan Como menjadi sinyal kuat adanya perubahan mental pada diri De Winter. Keberanian dalam mengambil keputusan dan ketenangan membaca permainan terlihat semakin matang. Ia tidak lagi ragu saat berduel maupun membangun serangan dari belakang.
Transformasi ini menunjukkan bahwa adaptasi bukan hanya soal teknik, tetapi juga kesiapan psikologis. Setelah melalui fase sulit, De Winter mulai menemukan kenyamanan bermain di sistem Milan.
Performa yang konsisten membuat kehadirannya tidak lagi dipandang sebagai solusi darurat. Ia mulai dianggap sebagai opsi yang dapat diandalkan dalam rotasi jangka menengah.
Dampak bagi rencana AC Milan ke depan
Kebangkitan De Winter memberi dampak langsung pada perencanaan klub. AC Milan kini memiliki alasan kuat untuk menunda pencarian bek tengah tambahan di bursa transfer. Kepercayaan terhadap pemain internal kembali menguat.
Bagi De Winter sendiri, fase ini menjadi pembuktian penting dalam kariernya. Dari pemain yang sempat diragukan, ia perlahan menjelma menjadi bagian relevan dalam skuat utama.
Jika tren positif ini berlanjut, De Winter berpeluang menjadi elemen penting dalam proyek AC Milan ke depan. Kebangkitan signifikan ini bukan hanya cerita individu, tetapi juga refleksi kesabaran dan momentum dalam sepak bola modern.