Ketombe

Ketombe Bukan Hanya Rambut Kotor, Kenali Penyebab dan Penanganannya Tepat

Ketombe Bukan Hanya Rambut Kotor, Kenali Penyebab dan Penanganannya Tepat
Ketombe Bukan Hanya Rambut Kotor, Kenali Penyebab dan Penanganannya Tepat

JAKARTA - Paparan polusi, panas matahari, dan debu setiap hari membuat kulit kepala rawan terganggu. 

Dr. Kevin Mak menjelaskan, ketombe bukan sekadar akibat rambut kotor, tetapi hasil interaksi kompleks antara lingkungan, kulit kepala, dan mikroorganisme. Kondisi ini dapat muncul bahkan pada orang yang rajin keramas, jika faktor penyebabnya tidak ditangani dengan tepat.

Kulit kepala yang sehat seperti tanaman: memiliki akar, batang, dan “bunga” berupa helai rambut. Paparan kotoran dan panas berlebih dapat membuat minyak menumpuk di batang rambut, lalu meresap hingga ke akar. Minyak dan kotoran yang tidak segera dibersihkan ini memicu pertumbuhan jamur Malassezia, yang menjadi pemicu utama ketombe, jelas Dr. Kevin.

Penyebab Ketombe yang Sering Terabaikan

Ketombe sering muncul karena keseimbangan alami kulit kepala terganggu. Jamur Malassezia tumbuh subur pada kondisi lembap, berminyak, atau terlalu kering. Dr. Kevin Mak menyatakan bahwa masalah kulit kepala biasanya terkait tiga kondisi: terlalu lembap, kekurangan air, atau terlalu kering. Paparan panas, polusi, dan kebiasaan memakai helm sehari-hari memperparah situasi ini.

Tanda awal ketombe dapat terlihat dari rambut yang terasa berminyak di sore hari, meski pagi harinya sudah dicuci. Kondisi ini menunjukkan adanya gangguan pada kulit kepala yang bila dibiarkan akan menimbulkan penumpukan serpihan putih di rambut. Mengabaikan tanda-tanda ini akan mempersulit penanganan di tahap selanjutnya.

Efektivitas Sampo Anti Ketombe

Banyak orang mengandalkan sampo anti ketombe tanpa memperhatikan kandungan aktif atau teknik pemakaiannya. Dr. Kevin menekankan bahwa piroctone olamine merupakan salah satu zat penting untuk menarget jamur penyebab ketombe. Namun, kandungan aktif saja tidak cukup. Teknologi penghantar yang baik diperlukan agar zat tersebut mencapai akar rambut dan bekerja maksimal.

Selain itu, mencuci rambut terlalu singkat atau terburu-buru membuat zat aktif tidak sempat menembus kulit kepala. Hal ini menyebabkan perawatan tidak efektif meski menggunakan produk berkualitas tinggi. Perawatan yang benar membutuhkan perhatian pada durasi keramas dan distribusi sampo hingga ke seluruh permukaan kulit kepala.

Kebiasaan Sehari-hari yang Perlu Diperhatikan

Kebiasaan sehari-hari dapat memicu ketombe meski perawatan sudah rutin. Pemakaian helm yang terlalu lama membuat kulit kepala lembap dan panas, sementara polusi udara menempel di batang rambut dan akar. Faktor ini menciptakan kondisi ideal bagi jamur berkembang. Menjaga jarak antara aktivitas di luar ruangan dan perawatan kulit kepala membantu mencegah penumpukan minyak dan jamur.

Pemilihan sampo yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi kulit kepala. Dr. Kevin menyarankan untuk memilih produk dengan teknologi penghantar yang dapat mencapai akar dan menyesuaikan frekuensi keramas dengan tingkat produksi minyak alami kulit kepala. Langkah ini lebih efektif dibandingkan sekadar fokus membersihkan batang rambut.

Tantangan Lingkungan Modern terhadap Kesehatan Rambut

Lingkungan modern membawa tantangan tambahan bagi kesehatan rambut. Paparan panas, debu, dan polusi tidak bisa dihindari sepenuhnya, sehingga perawatan kulit kepala harus didukung pengetahuan yang tepat. Memahami penyebab ketombe dan cara kerja perawatan memungkinkan rambut tetap sehat, meski sering terpapar polusi dan panas.

Dr. Kevin menyimpulkan bahwa kunci menjaga rambut sehat bukan hanya rutin keramas, tetapi mengetahui kondisi kulit kepala dan memilih perawatan yang efektif. Kesadaran ini penting untuk mencegah ketombe berulang dan memastikan rambut tetap kuat, bersih, dan nyaman sepanjang hari.

Cara Menjaga Kulit Kepala Tetap Sehat

Perawatan yang tepat meliputi keramas dengan durasi cukup, memastikan sampo merata hingga ke akar rambut, serta memilih produk dengan kandungan aktif dan teknologi penghantar yang efektif. Memperhatikan faktor lingkungan seperti polusi dan panas serta membatasi penggunaan helm berlebihan juga berperan penting.

Selain itu, hidrasi kulit kepala harus dijaga, misalnya dengan pemakaian kondisioner ringan atau serum yang mendukung kelembapan. Dengan pendekatan ini, ketombe dapat dikontrol lebih baik, rambut tetap bersih, dan kesehatan kulit kepala terjaga jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index