KUR BBRI Jadi Instrumen Keuangan yang Inklusif untuk Wujudkan Pemerataan Ekonomi dari Desa ke Kota

Rabu, 23 April 2025 | 12:30:06 WIB

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir Triwulan I tahun 2025, BRI telah berhasil menyalurkan KUR senilai Rp42,23 triliun, setara 24,13% dari total alokasi KUR nasional tahun 2025 yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp175 triliun.

Penyaluran KUR tersebut telah menjangkau sekitar 975 ribu debitur pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan kontribusi nyata BRI dalam memperluas akses pembiayaan produktif yang menyasar sektor akar rumput sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Fokus pada Sektor Produktif, Pertanian Jadi Prioritas Utama

Dari total penyaluran KUR di tiga bulan pertama tahun 2025, sebanyak 62,43% dialokasikan ke sektor produksi, termasuk pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan sektor strategis lainnya. Dari angka itu, sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan total penyaluran mencapai Rp18,09 triliun. Hal ini menjadi bukti komitmen BRI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong keberlanjutan pembangunan sektor primer.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa strategi penyaluran KUR BRI tidak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun sistem yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penyaluran KUR yang berfokus pada sektor produktif merupakan bentuk keberpihakan nyata BRI terhadap pembangunan ekonomi nasional. BRI meyakini bahwa pembiayaan yang tepat sasaran dapat menciptakan multiplier effect yang signifikan, khususnya dalam mendorong kemandirian usaha dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Hendy dalam keterangan resmi, Jumat 17 Mei 2025.

Lebih lanjut, Hendy menjelaskan bahwa perhatian khusus terhadap sektor pertanian menjadi bagian dari kontribusi strategis BRI dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

“Dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, serta mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Hal ini sekaligus menunjukkan peran BRI dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan inklusif,” tambahnya.

Portofolio Kredit Tetap Sehat, NPL Rendah

Dalam menyalurkan pembiayaan KUR, BRI tetap menerapkan prinsip manajemen risiko yang prudent. Tercatat per Maret 2025, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) KUR BRI berada di level 2,29%, menunjukkan kualitas portofolio yang sehat. Angka ini juga menjadi cerminan dari pengelolaan risiko yang cermat dan efektif, serta ketatnya sistem penilaian kelayakan debitur di internal BRI.

Pencapaian ini sejalan dengan misi BRI untuk terus menjaga kesinambungan bisnis sambil menjalankan peran sebagai agen pembangunan dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor mikro dan kecil.

Inklusi Keuangan dan Digitalisasi untuk Perluasan Akses

BRI juga mengoptimalkan digitalisasi layanan melalui platform BRISPOT, yakni aplikasi mobile internal yang memudahkan tenaga pemasar BRI dalam memproses pengajuan kredit secara real time. Teknologi ini mempercepat proses penyaluran KUR dan meminimalkan hambatan birokrasi, khususnya di daerah terpencil.

Selain memperluas jangkauan layanan, penggunaan teknologi digital juga memperkuat posisi BRI dalam mendukung literasi keuangan, memperbaiki efisiensi proses, dan memastikan akses pembiayaan inklusif yang menjangkau semua segmen masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro di desa-desa.

Dorong Pertumbuhan UMKM Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia, BRI memainkan peran vital dalam mendorong pertumbuhan UMKM sebagai fondasi utama ekonomi kerakyatan. Dengan lebih dari 9.000 unit kerja, termasuk kantor cabang hingga unit layanan mikro, BRI secara aktif membina dan mendampingi para pelaku UMKM agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan profesional.

Kredit Usaha Rakyat menjadi salah satu instrumen utama dalam pemberdayaan ekonomi rakyat, yang tidak hanya berdampak terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga, tetapi juga terhadap pengurangan angka pengangguran dan pemerataan ekonomi di daerah.

Penyaluran KUR oleh BRI juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sinergi dengan Pemerintah dan Pemangku Kepentingan

Program KUR merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional pascapandemi serta meningkatkan daya tahan pelaku usaha kecil di tengah tantangan global. Dalam hal ini, BRI menjadi salah satu lembaga penyalur utama, dengan track record dan kapasitas penyaluran yang sangat besar.

Komitmen BRI dalam mendukung program pemerintah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, serta lembaga penjamin seperti Askrindo dan Jamkrindo.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi antara aspek bisnis dan pembangunan, BRI diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak utama dalam membangun ekonomi rakyat yang mandiri dan kuat.

Outlook Positif untuk Penyaluran KUR 2025

Melihat capaian di kuartal pertama 2025 yang telah mencapai lebih dari 24% dari total alokasi KUR nasional, BRI optimis target penyaluran Rp175 triliun untuk tahun ini dapat tercapai secara bertahap dan tepat sasaran.

Manajemen BRI juga terus memantau dinamika ekonomi nasional dan global dalam menyesuaikan strategi penyaluran agar tetap adaptif, inklusif, serta memberikan dampak ekonomi yang maksimal.


Melalui penyaluran KUR yang masif dan terukur, BRI menunjukkan peran strategisnya sebagai bank pembangunan yang berpihak pada ekonomi rakyat. Fokus pada sektor produktif, pengelolaan risiko yang ketat, pemanfaatan teknologi digital, serta sinergi dengan pemerintah menjadi kunci keberhasilan BRI dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan Indonesia secara berkelanjutan.

Terkini