BRI Menyentuh Hati Masyarakat Buddha Lewat Bantuan Sembako di Hari Raya Waisak 2025

Rabu, 23 April 2025 | 08:24:50 WIB

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2569 BE yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli, BRI menyalurkan bantuan berupa 1.000 paket sembako kepada umat Buddha di wilayah Tangerang, Banten.

Bantuan tersebut difokuskan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Centiya Mi Lek Hud, sebuah wihara atau tempat ibadah umat Buddha yang terletak di kawasan Sewan, Tangga Asem, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan spiritual dan sosial umat Buddha yang aktif di wilayah tersebut.

Komitmen BRI dalam Memperkuat Kepedulian Sosial

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum perayaan keagamaan yang sakral seperti Waisak.

“Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menciptakan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di antara masyarakat,” ujar Hendy.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat penerima, terutama dalam kondisi ekonomi yang masih menantang.

“Semoga bantuan dari BRI ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Peran Aktif Centiya Mi Lek Hud Sebagai Pusat Kegiatan Sosial

Kegiatan pembagian sembako ini juga mendapat sambutan hangat dari pengurus dan komunitas umat Buddha di sekitar Centiya Mi Lek Hud. Wihara tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat berbagai kegiatan sosial dan budaya yang menjalin hubungan erat dengan masyarakat setempat lintas agama.

Husein, Ketua Centiya Mi Lek Hud, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap BRI atas kepedulian yang ditunjukkan dalam momen Hari Raya Waisak ini.

“Kami berterima kasih kepada BRI atas kepeduliannya kepada umat Buddha. Dengan kepedulian seperti ini, akan menjadi embun atau air penyejuk hati, juga menjadi tetes-tetes air harapan untuk kemajuan masyarakat serta bangsa dan negara,” ucap Husein.

Ia menekankan bahwa kegiatan sosial seperti ini tidak hanya penting dalam konteks bantuan materi, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam dalam menyebarkan semangat welas asih dan persaudaraan.

Cinta Kasih Tanpa Syarat di Momen Waisak

Dalam suasana perayaan Waisak, yang identik dengan perenungan, pencerahan, dan penyebaran cinta kasih, bantuan dari BRI ini menjadi simbol hadirnya kepedulian dan kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas agama.

Ceceh Sentyanty, salah satu pengurus Centiya Mi Lek Hud, menambahkan bahwa momen Waisak merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.

“Kami umat Buddha di sini sangat bahagia dan benar-benar terbantu. Semoga BRI Peduli terus hadir memberikan bantuan dan kepedulian bagi sesama,” ujar Ceceh.

Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan di antara masyarakat lintas latar belakang.

Sinergi Positif Dunia Usaha dan Masyarakat

Program BRI Peduli yang diwujudkan melalui pembagian sembako ini menjadi contoh sinergi yang positif antara sektor dunia usaha dengan komunitas lokal dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Di tengah berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga kebutuhan pokok, bantuan semacam ini sangat relevan dan dibutuhkan.

Penyaluran 1.000 paket sembako ini tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, namun juga menjadi jembatan dalam memperkuat harmoni antar umat beragama di Indonesia, yang dikenal dengan keberagamannya.

Program CSR BRI Peduli sendiri telah rutin dijalankan oleh BRI dalam berbagai kesempatan keagamaan dan momentum penting nasional lainnya. Sebelumnya, program ini juga turut hadir dalam momen-momen seperti Ramadhan, Natal, dan peringatan Hari Kemerdekaan, dengan bentuk bantuan yang beragam sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Langkah yang diambil BRI melalui program CSR ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Melalui pendekatan inklusif, BRI menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas keagamaan seperti umat Buddha, yang dalam peringatan Waisak tahun ini turut merasakan kehangatan dan kepedulian dari institusi perbankan milik negara tersebut.

Bantuan paket sembako yang disalurkan terdiri atas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan makanan lainnya yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat. Mekanisme penyaluran dilakukan secara langsung kepada penerima manfaat dengan tetap memperhatikan etika dan prinsip transparansi.

Menebar Harapan, Menanam Kebaikan

Hari Raya Waisak menjadi momen reflektif bagi umat Buddha untuk memperkuat nilai-nilai spiritual seperti kasih sayang, toleransi, dan kebaikan kepada sesama. Kehadiran BRI dalam momen ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui program CSR seperti ini, BRI menunjukkan bahwa dunia usaha dapat berperan besar dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan. Bantuan yang diberikan bukan hanya sekadar sembako, tetapi simbol perhatian dan kolaborasi yang harmonis antar elemen bangsa.

Sebagaimana disampaikan oleh Husein, Ketua Centiya Mi Lek Hud, bantuan ini membawa harapan dan semangat baru:

“Dengan kepedulian seperti ini, akan menjadi embun atau air penyejuk hati, juga menjadi tetes-tetes air harapan untuk kemajuan masyarakat serta bangsa dan negara.”

Terkini