TNI AD Pastikan Seskab Teddy Wijaya Jalani Pendidikan Reguler Sekolah Staf Komando

Jumat, 06 Februari 2026 | 15:56:39 WIB
TNI AD Pastikan Seskab Teddy Wijaya Jalani Pendidikan Reguler Sekolah Staf Komando

JAKARATA - Proses pembinaan karier perwira TNI Angkatan Darat kembali menjadi perhatian publik setelah muncul informasi mengenai keikutsertaan Sekretaris Kabinet, Teddy I Wijaya, dalam pendidikan militer. 

Klarifikasi resmi pun disampaikan TNI AD untuk meluruskan sekaligus menjelaskan posisi pendidikan tersebut dalam sistem pengembangan sumber daya manusia di lingkungan angkatan darat.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, menegaskan bahwa keikutsertaan Teddy merupakan bagian dari mekanisme yang berlaku secara profesional. Pendidikan yang dijalani disebut selaras dengan ketentuan dan tidak terlepas dari sistem pembinaan karier perwira menengah TNI AD.

Penegasan Resmi dari TNI Angkatan Darat

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono membenarkan kabar tersebut dalam keterangannya di Jakarta. Ia memastikan bahwa Sekretaris Kabinet Teddy I Wijaya saat ini tercatat sebagai peserta Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando TNI AD.

“Benar, Letkol Inf Teddy Indra Wijaya saat ini sedang mengikuti Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando TNI AD, Dikreg LXVII Seskoad,” kata Donny Pramono, Jumat.

Pernyataan ini disampaikan untuk menjawab berbagai pertanyaan publik sekaligus menegaskan bahwa tidak ada kekhususan di luar aturan yang berlaku. Menurut TNI AD, seluruh proses pendidikan berjalan sesuai sistem dan mekanisme yang telah ditetapkan institusi.

Bagian dari Proses Pembinaan Karier Perwira

Donny Pramono menjelaskan bahwa keikutsertaan Teddy dalam Dikreg Seskoad merupakan bagian dari pembinaan karier perwira TNI AD. Proses ini dilaksanakan secara profesional, objektif, dan mengacu pada ketentuan yang berlaku di lingkungan militer.

Ia menekankan bahwa pendidikan pengembangan seperti Seskoad merupakan tahapan penting bagi perwira menengah. Pendidikan ini menjadi syarat sekaligus bekal untuk menduduki jabatan staf maupun komando di masa mendatang.

Dengan mengikuti pendidikan tersebut, perwira diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta pemahaman strategis. Hal ini sejalan dengan kebutuhan organisasi TNI AD yang menuntut kesiapan sumber daya manusia di berbagai level penugasan.

Metode Pendidikan Tatap Muka dan Daring

Dalam pelaksanaannya, pendidikan di Seskoad tidak hanya dilakukan secara konvensional. Donny menyebutkan bahwa metode pembelajaran menyesuaikan dengan perkembangan sistem pendidikan serta dinamika tugas peserta.

“Adapun pelaksanaan pendidikannya ada yang menggunakan metode tatap muka dan ada yang secara daring,” ujarnya.

Pendekatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan pengembangan pendidikan. Fleksibilitas metode tersebut juga mencerminkan adaptasi TNI AD terhadap perubahan lingkungan strategis serta tantangan tugas yang dihadapi para perwira.

Seskoad sebagai Lembaga Pendidikan Tertinggi TNI AD

Lebih lanjut, Donny Pramono menjelaskan posisi Seskoad dalam struktur pendidikan militer. Menurutnya, Seskoad merupakan lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Pendidikan ini dirancang untuk membentuk perwira menengah, baik berpangkat mayor maupun letnan kolonel. Lulusan Seskoad diharapkan memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan wawasan strategis yang memadai.

Kemampuan tersebut diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pada jabatan staf maupun komando. Dengan demikian, Seskoad menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan calon-calon pimpinan di tubuh TNI AD.

Kurikulum dan Peserta Pendidikan Seskoad

Donny juga memaparkan bahwa pendidikan Seskoad tidak hanya diikuti oleh perwira TNI AD. Pesertanya berasal dari berbagai matra TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga perwira negara sahabat.

“Pendidikan Seskoad diikuti oleh perwira TNI AD, matra lain, Polri, serta perwira negara sahabat,” ucapnya.

Kurikulum pendidikan ini mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari ilmu strategi, kepemimpinan, manajemen pertahanan, hingga kajian geopolitik. Materi tersebut dirancang untuk memperluas perspektif peserta dalam menghadapi tantangan keamanan nasional dan global.

Penguatan Profesionalisme dan Kapasitas Kepemimpinan

Dengan mengikuti Dikreg Seskoad, para perwira mendapatkan ruang pembelajaran untuk mengasah kemampuan analisis dan pengambilan keputusan. Pendidikan ini juga menjadi sarana pertukaran gagasan antarperwira lintas matra dan negara.

TNI AD menilai bahwa keberagaman latar belakang peserta justru memperkaya diskusi dan pemahaman strategis. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan dan profesionalisme aparat pertahanan.

Keikutsertaan Teddy I Wijaya dalam pendidikan ini diposisikan dalam kerangka yang sama, yakni sebagai bagian dari proses pengembangan kapasitas perwira. TNI AD menegaskan bahwa seluruh tahapan pendidikan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa pengecualian.

Melalui klarifikasi ini, TNI AD berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai sistem pendidikan dan pembinaan karier perwira. Pendidikan Seskoad dipandang sebagai instrumen strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia TNI AD yang adaptif, profesional, dan siap menjawab tantangan tugas ke depan.

Terkini