JAKARTA - Atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu malam WIB, semula dipenuhi optimisme pendukung Persija Jakarta.
Bermain di kandang dengan rekor impresif sepanjang musim, Macan Kemayoran diharapkan mampu menjaga momentum sekaligus menekan jarak dengan para pesaing di papan atas. Namun, harapan itu runtuh setelah Arema FC pulang membawa kemenangan 2-0 yang menyisakan kekecewaan mendalam.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Persija di kandang pada musim 2025/2026. Hasil tersebut tidak hanya berdampak pada catatan tak terkalahkan mereka, tetapi juga berimbas langsung pada peta persaingan gelar. Persija kini harus melihat Persib Bandung dan Borneo FC menjauh di klasemen sementara, sementara tekanan untuk bangkit semakin besar.
Laga ini memperlihatkan kontras antara dominasi permainan dan efektivitas penyelesaian akhir. Persija menguasai jalannya pertandingan, tetapi Arema FC tampil klinis dalam memanfaatkan peluang yang ada. Perbedaan inilah yang akhirnya menentukan hasil akhir di papan skor.
Tekanan Awal Persija Tak Berbuah Gol
Sejak peluit awal dibunyikan, Persija langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan penuh Jakmania membuat tuan rumah tampil agresif dan berani menekan hingga ke area pertahanan Arema FC. Bola lebih banyak berputar di sepertiga akhir lapangan, dengan Persija mencoba membongkar pertahanan rapat Singo Edan.
Beberapa peluang sempat tercipta melalui pergerakan Witan Sulaeman dan Gustavo Almeida. Namun, solidnya lini belakang Arema FC membuat setiap upaya Persija selalu terhenti sebelum menjadi ancaman serius. Kiper Adi Satryo juga tampil tenang dalam mengamankan wilayahnya.
Dominasi ini sempat membuat Persija percaya diri. Mereka terus menggempur, memaksa Arema bertahan lebih dalam dan mengandalkan serangan balik cepat. Meski demikian, hingga memasuki pertengahan babak kedua, keunggulan yang diharapkan tak kunjung hadir.
Gol Persija Dianulir, Momentum Berubah
Momen krusial terjadi pada menit ke-77 ketika Persija akhirnya mengira berhasil memecah kebuntuan. Gustavo Almeida sukses menceploskan bola ke gawang Arema FC, disambut sorak sorai ribuan penonton di GBK. Sayangnya, kegembiraan itu hanya berlangsung singkat.
Wasit menganulir gol tersebut karena Gustavo Almeida dinilai berada dalam posisi offside. Keputusan ini menjadi pukulan mental bagi Persija yang sudah lama menanti gol pembuka. Tekanan psikologis mulai terasa, dan tempo permainan tuan rumah sedikit menurun.
Sebaliknya, Arema FC justru mendapat suntikan semangat. Mereka mulai berani keluar dari tekanan dan memanfaatkan celah yang ditinggalkan lini belakang Persija. Dari sinilah alur pertandingan perlahan berubah.
Aksi Individu Gabriel Silva Menjadi Pembeda
Lima menit setelah gol Persija dianulir, Arema FC berhasil memimpin melalui momen brilian Gabriel Silva. Penyerang asing tersebut melakukan solo run yang memukau, melewati beberapa pemain Persija sebelum melepaskan penyelesaian yang tak mampu dihentikan kiper tuan rumah.
Gol ini menjadi titik balik pertandingan. Persija yang sebelumnya mendominasi justru tertinggal, sementara Arema semakin percaya diri. Macan Kemayoran mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan, tetapi penyelesaian akhir kembali menjadi masalah utama.
Arema FC tampil disiplin menjaga keunggulan. Mereka tidak terburu-buru, memilih merapatkan barisan dan menunggu peluang berikutnya. Strategi ini terbukti efektif menghadapi tekanan Persija di menit-menit akhir.
Gol Kedua Pastikan Kekalahan Perdana Kandang
Ketika Persija semakin gencar menyerang demi menyamakan kedudukan, Arema FC kembali menghukum tuan rumah. Pada menit ke-90+11, Gabriel Silva mencetak gol keduanya di laga ini, sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi Singo Edan.
Gol telat tersebut mematikan harapan Persija untuk setidaknya meraih satu poin. Stadion GBK yang sebelumnya bergemuruh berubah sunyi, mencerminkan kekecewaan besar atas hasil yang tak sesuai harapan.
Bagi Arema FC, kemenangan ini terasa sangat manis. Selain mencuri tiga poin di kandang lawan, mereka juga menunjukkan efektivitas dan mentalitas kuat dalam laga besar. Sementara Persija harus menerima kenyataan pahit berupa kekalahan kandang pertama musim ini.
Dampak Klasemen dan Jadwal Berikutnya
Kekalahan ini membuat posisi Persija di klasemen semakin tertekan. Dengan koleksi 41 poin, mereka kini tertinggal cukup jauh dari Persib Bandung yang mengoleksi 47 poin dan Borneo FC dengan 46 poin. Jarak tersebut membuat persaingan menuju papan atas semakin menantang bagi Macan Kemayoran.
Persija tak punya banyak waktu untuk meratapi hasil ini. Pada laga berikutnya, mereka dijadwalkan bertemu Bali United pada Minggu. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian penting untuk melihat bagaimana respons Persija setelah kekalahan menyakitkan ini.
Di sisi lain, Arema FC akan meladeni Semen Padang pada hari yang sama. Modal kemenangan di GBK tentu menjadi suntikan moral besar bagi Singo Edan untuk melanjutkan tren positif mereka di BRI Super League.
Hasil pertandingan ini menegaskan bahwa dominasi permainan saja tidak cukup tanpa ketajaman di depan gawang. Persija harus segera berbenah jika tak ingin semakin tertinggal, sementara Arema FC membuktikan diri sebagai tim yang mampu mencuri poin penting di kandang lawan.