JAKARTA - Tekanan besar mengiringi langkah Real Madrid saat bertandang ke Stadion Mestalla pada awal pekan ini.
Hasil positif Barcelona beberapa jam sebelumnya membuat Los Blancos tidak punya ruang untuk terpeleset. Dalam situasi tersebut, Madrid mampu menunjukkan mental juara dengan membawa pulang kemenangan 2-0 atas Valencia pada laga Senin, 9 Februari 2026 dini hari WIB.
Tiga poin dari Mestalla menjadi sangat berarti dalam konteks persaingan papan atas. Kemenangan ini bukan hanya memperpanjang tren positif Madrid, tetapi juga menjaga jarak dengan Barcelona tetap dalam satu poin. Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap laga kini terasa seperti final bagi pasukan Alvaro Arbeloa.
Valencia sendiri bukan lawan yang mudah, meski tengah berjuang menjauh dari zona degradasi. Bermain di hadapan pendukungnya, Los Che tampil penuh determinasi dan berusaha membuat Madrid frustrasi. Atmosfer Mestalla yang panas membuat pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal.
Madrid akhirnya mampu keluar dari tekanan tersebut berkat kesabaran, efektivitas di momen krusial, dan kualitas individu para pemain bintangnya. Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan kedelapan beruntun Los Blancos di Liga Spanyol musim ini.
Tekanan Klasemen dan Atmosfer Panas Mestalla
Pertandingan ini datang di saat yang tidak mudah bagi Real Madrid. Kemenangan Barcelona atas Real Mallorca sebelumnya membuat Madrid wajib meraih poin penuh agar tetap berada dalam jalur perebutan gelar. Kondisi tersebut membuat laga di Mestalla terasa semakin berat secara mental.
Valencia memanfaatkan situasi tersebut dengan baik. Dukungan penuh publik tuan rumah menjadi energi tambahan bagi pasukan Carlos Corberan. Sejak awal, Valencia bermain agresif dalam batas disiplin, mencoba mematahkan ritme permainan Madrid.
Los Blancos sempat terlihat berhati-hati dalam membangun serangan. Mereka tidak ingin terburu-buru, namun juga harus waspada terhadap serangan balik cepat Valencia. Kombinasi tekanan klasemen dan atmosfer stadion membuat babak awal berjalan ketat.
Situasi ini memaksa Madrid untuk mengandalkan pengalaman dan kedewasaan bermain. Mereka sadar, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar pada perburuan gelar yang semakin sengit.
Strategi Bertahan Valencia di Babak Pertama
Carlos Corberan memilih pendekatan pragmatis untuk menghadapi kekuatan Madrid. Valencia merapatkan lini belakang dan menjaga jarak antarlini agar tidak memberi ruang bagi pemain kreatif tim tamu. Strategi ini cukup efektif pada babak pertama.
Madrid menguasai bola lebih banyak, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat tuan rumah. Kylian Mbappé beberapa kali mencoba melakukan penetrasi, namun selalu dihadang oleh barisan bek Valencia yang disiplin.
Peluang terbaik Madrid di babak pertama hadir lewat Mbappé dan David Jiménez. Namun, usaha Mbappé masih bisa digagalkan kiper Stole Dimitrievski, sementara sepakan Jiménez belum menemui sasaran. Hingga turun minum, skor tetap imbang tanpa gol.
Valencia sendiri sesekali mengancam lewat serangan balik cepat. Meski tidak terlalu dominan, pendekatan ini cukup membuat Madrid harus tetap waspada sepanjang babak pertama.
Perubahan Irama Permainan Setelah Jeda
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Valencia sempat mengejutkan Madrid lewat peluang emas Arnaut Danjuma yang mengirim umpan berbahaya ke arah Lucas Beltrán. Namun, sepakan sang penyerang masih melenceng tipis dari gawang.
Momen tersebut menjadi peringatan bagi Madrid. Los Blancos mulai meningkatkan intensitas serangan dan bermain lebih agresif di sepertiga akhir lapangan. Pergeseran posisi dan pergerakan tanpa bola mulai membuka celah di pertahanan Valencia.
Tekanan beruntun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Alvaro Carreras melakukan penetrasi berani ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras kaki kanan. Bola meluncur melewati sela kaki bek Valencia dan bersarang di gawang Dimitrievski.
Gol ini menjadi gol kedua Carreras musim ini, dan menariknya, kedua gol tersebut tercipta ke gawang Valencia. Momen tersebut mengubah dinamika pertandingan secara signifikan.
Valencia Gagal Manfaatkan Momen Krusial
Tertinggal satu gol, Valencia mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut hampir membuahkan hasil ketika Lucas Beltrán mendapat peluang emas setelah menerima umpan matang dari Filip Ugrinić.
Sayangnya bagi tuan rumah, sepakan kaki kiri Beltrán hanya membentur tiang gawang. Peluang ini menjadi titik balik yang sangat menentukan. Gagal menyamakan kedudukan membuat kepercayaan diri Valencia perlahan menurun.
Madrid memanfaatkan situasi tersebut dengan lebih tenang. Mereka tidak terburu-buru menambah gol, tetapi fokus menjaga penguasaan bola dan mematikan ritme permainan Valencia.
Di sisi lain, Valencia mulai kehabisan energi untuk terus menekan. Celah di lini belakang semakin terbuka seiring waktu berjalan menuju akhir pertandingan.
Mbappé Menutup Laga dan Asa Gelar Madrid
Kepastian kemenangan Madrid hadir di masa injury time. Kylian Mbappé, yang sepanjang laga mendapat pengawalan ketat, akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Ia menyelesaikan peluang dengan satu sentuhan dingin yang tak mampu dibendung Dimitrievski.
Gol tersebut menjadi gol ke-38 Mbappé di level klub musim ini. Selain menegaskan perannya sebagai mesin gol Madrid, momen ini juga menutup laga dengan skor 2-0 untuk Los Blancos.
Kemenangan di Mestalla membuat Madrid terus menempel Barcelona di puncak klasemen. Dengan jarak hanya satu poin, persaingan gelar Liga Spanyol dipastikan akan berlangsung sengit hingga pekan-pekan terakhir.
Bagi Madrid, hasil ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah bukti konsistensi, mentalitas juara, dan kemampuan meraih kemenangan di laga sulit. Sementara bagi Valencia, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa efektivitas di momen krusial sangat menentukan nasib sebuah pertandingan.