Harga Pangan Nasional Awal Pekan Turun Serentak Cabai Minyak Goreng Hingga Protein

Senin, 09 Februari 2026 | 13:04:37 WIB
Harga Pangan Nasional Awal Pekan Turun Serentak Cabai Minyak Goreng Hingga Protein

JAKARTA - Awal pekan ini membawa kabar relatif menenangkan bagi konsumen. 

Harga pangan nasional pada Senin, 9 Februari 2026, tercatat bergerak menurun secara serempak di berbagai komoditas utama. Penurunan tersebut mencakup bahan pokok strategis seperti cabai, bawang, beras, minyak goreng, hingga protein hewani yang selama beberapa waktu terakhir kerap mengalami fluktuasi tajam.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Panel Harga mencatat koreksi harga ini terjadi hampir di seluruh kelompok pangan. Data yang dirilis di Jakarta pada pukul 08.30 WIB menunjukkan mayoritas harga bahan pangan lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya, Minggu, 8 Februari 2026. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat di tingkat konsumen.

Cabai dan bawang kembali jadi sorotan pasar

Komoditas hortikultura kembali mencuri perhatian karena mencatatkan penurunan paling nyata. Cabai rawit merah berada di level Rp68.836 per kilogram atau turun Rp128 dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini cukup signifikan mengingat cabai rawit merah sebelumnya menjadi salah satu pemicu utama inflasi pangan.

Bawang merah juga mengalami koreksi cukup dalam. Harga bawang merah tercatat Rp38.246 per kilogram, turun Rp2.989 dari posisi sehari sebelumnya. Bawang putih bonggol ikut melemah menjadi Rp37.649 per kilogram atau turun Rp1.369. Penurunan serentak ini menandai membaiknya pasokan bawang di pasar nasional.

Cabai merah keriting tercatat turun Rp2.530 menjadi Rp38.866 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar bahkan terkoreksi lebih dalam, turun Rp3.175 ke posisi Rp36.192 per kilogram. Penurunan harga cabai dan bawang ini menjadi perhatian karena kedua komoditas tersebut dikenal sangat fluktuatif dan sensitif terhadap gangguan pasokan.

Harga beras turun merata dengan satu pengecualian

Kelompok beras juga menunjukkan tren penurunan di hampir seluruh jenis. Beras premium tercatat turun Rp308 menjadi Rp15.383 per kilogram. Beras medium ikut terkoreksi Rp142 ke level Rp13.255 per kilogram. Penurunan ini memberikan ruang napas bagi rumah tangga yang menjadikan beras sebagai konsumsi utama harian.

Beras SPHP berada di harga Rp12.367 per kilogram atau turun tipis Rp95. Beras medium non-SPHP tercatat Rp13.693 per kilogram, turun Rp246 dibandingkan hari sebelumnya. Tren ini menunjukkan tekanan harga beras nasional relatif terkendali di awal pekan.

Namun, satu pengecualian terjadi pada beras khusus lokal. Harga beras jenis ini justru naik tipis Rp52 menjadi Rp15.829 per kilogram. Kenaikan tersebut menjadi anomali di tengah tren penurunan harga beras nasional dan mencerminkan dinamika pasokan yang berbeda di segmen beras tertentu.

Jagung kedelai dan bahan pokok lain ikut melandai

Selain beras dan hortikultura, bahan pangan lainnya juga mencatatkan penurunan. Jagung tingkat peternak turun cukup tajam sebesar Rp533 menjadi Rp6.377 per kilogram. Penurunan ini berpotensi berdampak positif terhadap biaya produksi sektor peternakan, khususnya unggas.

Kedelai biji kering impor berada di harga Rp10.876 per kilogram atau turun Rp43. Gula konsumsi dijual Rp18.008 per kilogram setelah terkoreksi Rp260. Garam konsumsi juga mengalami penurunan Rp501 ke harga Rp11.104 per kilogram.

Penurunan harga pada kelompok ini memperkuat gambaran bahwa tekanan harga pangan tidak hanya terjadi pada komoditas segar, tetapi juga pada bahan baku industri rumah tangga dan pangan olahan.

Daging ayam telur dan sapi kompak melemah

Harga protein hewani juga bergerak searah dengan tren penurunan. Daging sapi murni tercatat Rp136.274 per kilogram atau turun Rp1.000 dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini cukup penting mengingat daging sapi merupakan salah satu komoditas dengan harga relatif tinggi.

Daging ayam ras turun Rp1.473 menjadi Rp38.518 per kilogram. Telur ayam ras ikut terkoreksi Rp696 ke level Rp30.025 per kilogram. Penurunan serentak ini memberikan peluang penghematan belanja bagi rumah tangga, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi.

Daging kerbau beku impor mencatat penurunan paling tajam, turun Rp9.114 menjadi Rp101.917 per kilogram. Sebaliknya, daging kerbau segar lokal justru naik tipis Rp48 ke harga Rp141.500 per kilogram, menunjukkan perbedaan dinamika antara produk impor dan lokal.

Minyak goreng tepung dan ikan ikut menyesuaikan

Harga minyak goreng juga tidak luput dari koreksi. Minyak goreng kemasan turun Rp638 menjadi Rp20.592 per liter. Minyak goreng curah tercatat Rp17.213 per liter atau turun Rp476. Sementara itu, Minyakita berada di level Rp17.089 per liter setelah turun Rp327.

Tepung terigu curah mengalami penurunan Rp383 menjadi Rp9.408 per kilogram. Tepung terigu kemasan turun lebih dalam Rp585 ke harga Rp12.447 per kilogram. Koreksi ini menjadi kabar baik bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang bergantung pada bahan baku tersebut.

Harga ikan menunjukkan variasi meski masih cenderung melemah. Ikan kembung dijual Rp45.582 per kilogram atau turun tipis Rp15. Ikan tongkol turun Rp1.109 menjadi Rp36.204 per kilogram, sedangkan ikan bandeng mengalami penurunan Rp2.635 ke harga Rp33.878 per kilogram. Tren ini melengkapi gambaran penurunan harga pangan nasional di awal pekan.

Terkini