Menekraf Tegaskan Peran Pers Perkuat Kedaulatan Ekonomi Kreatif Nasional Berkelanjutan Indonesia

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:10:07 WIB
Menekraf Tegaskan Peran Pers Perkuat Kedaulatan Ekonomi Kreatif Nasional Berkelanjutan Indonesia

JAKARTA - Peran pers kembali mendapat sorotan penting dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026. 

Di tengah perubahan lanskap digital dan tantangan ekonomi global, pers dinilai tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi pilar strategis dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional berbasis kreativitas.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kemerdekaan pers merupakan fondasi utama bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang sehat. Melalui pemberitaan yang profesional dan berintegritas, pers dinilai mampu mendorong nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat daya saing bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Menekraf saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Momentum ini menjadi refleksi peran strategis insan pers dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Pers dan Ekosistem Ekonomi Kreatif Saling Terhubung

Teuku Riefky menilai pers memiliki irisan kuat dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif, khususnya penerbitan dan pengembangan konten kreatif. Peran ini mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi, pengemasan, hingga distribusi informasi yang bernilai tambah dan berdaya saing.

“Dalam ekosistem ekonomi kreatif, pers memiliki irisan kuat dengan subsektor penerbitan dan pengembangan konten kreatif, mulai dari produksi, pengemasan, hingga distribusi informasi bernilai tambah yang berdaya saing,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Selasa.

Menurutnya, pers yang merdeka dan profesional akan mendorong terciptanya iklim kreatif yang sehat. Informasi yang akurat dan berkualitas menjadi bahan bakar utama bagi berkembangnya inovasi dan kreativitas di berbagai sektor ekonomi.

Dengan posisi strategis tersebut, pers diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional berbasis ide dan kreativitas.

Kemerdekaan Pers Sebagai Fondasi Kedaulatan Ekonomi

Menekraf menegaskan bahwa pers yang berintegritas merupakan fondasi penting dalam membangun kedaulatan ekonomi. Hal ini termasuk melalui penguatan ekonomi kreatif yang berbasis penerbitan dan konten digital yang semakin dominan di era modern.

Pers yang sehat dinilai mampu menciptakan ruang publik yang kritis sekaligus produktif. Melalui fungsi edukasi dan kontrol sosial, pers membantu masyarakat memahami arah kebijakan dan peluang ekonomi yang ada.

Kegiatan peringatan Hari Pers Nasional sendiri menjadi momentum untuk menghormati kontribusi insan pers dalam menjaga kebebasan berekspresi dan menyampaikan informasi secara berimbang. Nilai-nilai tersebut menjadi prasyarat utama bagi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, pers juga memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Makna Pers Sehat Menurut Insan Pers

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Akhmad Munir, yang juga Ketua Panitia HPN 2026, menilai tema peringatan tahun ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia memaknai pers yang sehat sebagai pers yang profesional, independen, berintegritas, dan berkelanjutan secara ekonomi.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pers semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem media yang sehat. Kerja sama antara pemerintah, pers, dan masyarakat menjadi kunci utama.

“Kolaborasi antara pemerintah, pers dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem media dan informasi yang sehat termasuk melawan hoak dan disinformasi. Pers akan terus mengawal pemerintah siapapun agar berhasil, karena kami percaya keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan rakyat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi pers sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif dalam proses pembangunan nasional.

Tantangan Berat di Era Digital dan Kecerdasan Buatan

Akhmad Munir juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pers ke depan. Disrupsi digital, banjir informasi yang tidak terverifikasi, perkembangan kecerdasan buatan, hingga polarisasi sosial menjadi realitas yang tidak bisa dihindari.

Selain itu, tekanan ekonomi terhadap industri media turut menjadi persoalan serius. Keberlanjutan bisnis media menjadi tantangan tersendiri di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, pers dituntut untuk tetap menjaga profesionalisme dan integritas. Adaptasi teknologi harus diimbangi dengan komitmen pada etika jurnalistik agar kepercayaan publik tetap terjaga.

HPN 2026 menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan tersebut tanpa meninggalkan nilai dasar jurnalistik.

Pers sebagai Motor Penggerak Bangsa

Puncak peringatan HPN 2026 digelar di Masjid Raya Al-Bantani, Serang, Banten, Senin (9/2). Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar atau Cak Imin turut hadir dan menegaskan peran jurnalisme sebagai motor penggerak bangsa.

Menurutnya, pers tidak bisa dilepaskan dari kepentingan nasional. Cara bekerja, nilai yang dijaga, hingga tanggung jawab sejarah yang diemban menjadikan pers bagian penting dari perjalanan bangsa.

“Indonesia telah menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 229 juta penduduk atau sekitar 80 persen populasi telah terhubung dengan internet. Fakta ini memberikan pesan yang sangat jelas, masa depan ekonomi, stabilitas sosial, bahkan kebangsaan kita sangat dipengaruhi oleh sentimen media dan kualitas informasi,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas informasi yang disajikan pers akan sangat menentukan arah pembangunan nasional ke depan.

Apresiasi bagi Insan Jurnalistik Berprestasi

Momentum Hari Pers Nasional juga diisi dengan pemberian sejumlah penghargaan kepada insan jurnalistik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi pers dalam menjaga kualitas informasi publik.

Beberapa penghargaan yang diberikan antara lain Anugerah Jurnalistik FWI, Penghargaan Adinegoro, Penghargaan Press Card Number One, SIWO Awards, PWI Awards, serta Penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI.

Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi insan pers untuk terus berkarya secara profesional dan bertanggung jawab. Dengan pers yang kuat dan berintegritas, kedaulatan ekonomi kreatif nasional diyakini dapat terus diperkuat demi masa depan bangsa.

Terkini