JAKARTA - Peningkatan minat masyarakat terhadap transportasi kereta api menjelang Lebaran 2026 mulai terlihat signifikan.
Hingga pertengahan Februari, pemesanan tiket sudah menunjukkan tren yang cukup padat pada tanggal-tanggal favorit. Kondisi ini menjadi sinyal awal meningkatnya mobilitas pemudik sejak jauh hari sebelum Hari Raya. Situasi tersebut juga mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api.
PT Kereta Api Indonesia melalui wilayah operasional Yogyakarta mencatat angka pemesanan yang cukup besar. Data per 12 Februari 2026 menunjukkan total tiket reguler dan tambahan yang sudah dipesan mencapai 147.501 tiket.
Jumlah ini mencakup perjalanan selama periode libur Lebaran yang menjadi puncak pergerakan masyarakat. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring mendekatnya masa liburan.
Pola Pemesanan Mengarah ke Tanggal Favorit
Menurut keterangan resmi dari KAI Daop 6 Yogyakarta, mayoritas pemesanan terkonsentrasi pada hari-hari menjelang dan setelah Idulfitri. Hal ini menunjukkan kecenderungan masyarakat memilih waktu perjalanan yang berdekatan dengan Hari Raya. Sementara itu, pada tanggal awal masa angkutan Lebaran, tiket masih tersedia cukup luas. Kondisi tersebut termasuk pada layanan kereta tambahan yang dibuka secara bertahap.
“Konsentrasi pemesanan masih berada pada tanggal-tanggal mendekati Hari Raya dan beberapa hari pasca-Hari Raya, sementara tanggal awal Angkutan Lebaran ketersediaan tiket masih terbuka luas, juga termasuk tiket kereta tambahan yang dibuka bertahap mulai 11 Februari,” kata Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Kamis. Pernyataan ini menegaskan bahwa peluang mendapatkan tiket masih terbuka bagi masyarakat yang fleksibel. KAI berharap calon penumpang dapat memanfaatkan kondisi tersebut. Perencanaan perjalanan yang lebih awal dinilai sangat membantu.
Lonjakan Penumpang Seiring Libur Nasional
Selain faktor Lebaran, momen libur nasional lain juga memengaruhi lonjakan pemesanan tiket. Salah satu tanggal yang mengalami peningkatan signifikan adalah Selasa, 17 Maret 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek sehingga turut mendorong mobilitas masyarakat. Kombinasi dua momentum libur ini membuat permintaan tiket meningkat cukup tajam.
Menurut Feni, kenaikan jumlah penumpang pada tanggal tersebut sudah terlihat sejak awal pemesanan dibuka. Hal ini menjadi indikator bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya memesan tiket lebih dini. KAI pun terus memantau dinamika permintaan agar dapat menyesuaikan layanan. Upaya ini dilakukan demi menjaga kenyamanan dan kelancaran perjalanan.
Tanggal dengan Permintaan Tertinggi
Beberapa hari tercatat sebagai tanggal paling diminati oleh calon pemudik. Pada 24 Maret 2026, jumlah tiket yang sudah dipesan mencapai 16.647 tiket. Sementara itu, 23 Maret 2026 mencatat 14.412 tiket dan 25 Maret 2026 sebanyak 14.897 tiket. Angka-angka ini menunjukkan pola pemesanan yang terpusat pada rentang waktu tertentu.
“Kembali kami mengimbau kepada calon pemudik untuk segera merencanakan perjalanan mudik karena tiket kereta api masih tersedia,” katanya. Imbauan ini ditujukan agar masyarakat tidak menunda pembelian tiket. Dengan perencanaan yang matang, calon penumpang memiliki lebih banyak pilihan jadwal. Langkah ini juga membantu menghindari kepadatan berlebihan pada satu tanggal tertentu.
Strategi Berburu Tiket Lebaran
Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan tiket Lebaran 2026, KAI membagikan sejumlah tips praktis. Calon penumpang disarankan mencatat tanggal keberangkatan dan kedatangan yang diinginkan sejak awal. Penyesuaian dengan jadwal pemesanan tiket yang telah dirilis KAI menjadi langkah penting. Perencanaan yang detail akan meningkatkan peluang keberhasilan.
“Selanjutnya buatlah "reminder' di ponsel ataupun kalender, pastikan internet terkoneksi dengan baik. Jika belum berhasil mendapatkan tiket yang diinginkan pada pukul 00.00 WIB, coba cek kembali secara berkala karena tiket yang belum dibayarkan akan otomatis batal dan muncul kembali di sistem,” katanya. Mekanisme ini memberi kesempatan tambahan bagi calon penumpang. Ketekunan dalam memantau sistem menjadi kunci utama. Peluang tiket muncul kembali bisa terjadi kapan saja.
Fleksibilitas Jadwal dan Rute Perjalanan
Feni juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam memilih tanggal perjalanan. Jika tiket pada tanggal favorit telah habis, calon pemudik disarankan menggeser jadwal satu hari lebih awal atau lebih lambat. Strategi ini terbukti meningkatkan kemungkinan memperoleh tiket. Penyesuaian sederhana dapat berdampak besar pada hasil pencarian.
“Jika tiket di tanggal favorit atau yang diinginkan sudah habis, geserlah sehari lebih maju ataupun sehari setelahnya agar peluang untuk mendapatkan tiket menjadi lebih besar,” katanya. Selain itu, pemecahan rute juga menjadi solusi alternatif. Apabila tiket rute langsung penuh, penumpang dapat memanfaatkan kereta persambungan. Fitur Connecting Train pada aplikasi Access by KAI dirancang untuk membantu kebutuhan tersebut.
Kanal Resmi dan Integrasi Antarmoda
KAI terus mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi. Langkah ini penting untuk menjamin keabsahan tiket dan keamanan transaksi. Kanal resmi meliputi aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, serta mitra agen tiket yang telah bekerja sama. Pembelian di luar kanal resmi berisiko menimbulkan kerugian bagi penumpang.
Dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 6 juga memperkuat strategi integrasi antarmoda. Upaya ini bertujuan menjaga kelancaran mobilitas saat terjadi peningkatan arus penumpang. Pemudik kini memiliki lebih banyak pilihan titik keberangkatan dan lanjutan perjalanan. Integrasi tersebut mendukung perjalanan end-to-end yang lebih efisien.
“Melalui penguatan integrasi di berbagai simpul tersebut, KAI Daop 6 mendorong perjalanan end-to-end yang lebih efisien sekaligus mendukung pemerataan arus penumpang selama periode libur Lebaran,” katanya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat. Dengan sistem yang terintegrasi, arus mudik dapat terdistribusi lebih merata. KAI optimistis layanan Lebaran 2026 dapat berjalan aman dan lancar.