Harga Minyak Dunia Melemah Dipicu Meredanya Ketegangan AS Iran

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:40:11 WIB
Harga Minyak Dunia Melemah Dipicu Meredanya Ketegangan AS Iran

JAKARTA - Pergerakan harga minyak global kembali berada dalam tekanan pada pertengahan pekan. 

Sentimen pasar cenderung merespons perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai meredakan ketegangan. Kondisi ini mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Pada perdagangan Rabu, harga minyak dunia masih bergerak lesu. Pelaku pasar mencermati kemajuan pembicaraan kedua negara terkait isu nuklir yang telah berlangsung lama. Harapan meredanya konflik membuat premi risiko geopolitik ikut menyusut.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 0,04 persen menjadi US$67,39 per barel pada pukul 01.39 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 5 sen atau 0,08 persen menjadi US$62,28.

Kedua jenis harga minyak berjangka tersebut diperdagangkan di sekitar level terendah dua minggu terakhir. Tekanan ini menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati dalam menilai arah kebijakan dan potensi pasokan global.

Kemajuan Dialog Nuklir AS dan Iran

Pergerakan harga minyak tak lepas dari perkembangan hubungan bilateral Washington dan Teheran. Kemajuan pembicaraan memberi ruang penurunan risiko gangguan produksi minyak dari Iran. Namun, kepastian kesepakatan masih belum terlihat jelas.

"Iran dan AS mencapai kesepahaman pada Selasa (17/2), terkait 'prinsip-prinsip panduan' utama dalam pembicaraan untuk menyelesaikan perselisihan nuklir yang telah berlangsung lama, tetapi itu tidak berarti kesepakatan akan segera tercapai," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dialog memang menunjukkan perkembangan. Meski begitu, proses menuju kesepakatan final masih memerlukan waktu dan negosiasi lanjutan. Pasar pun belum sepenuhnya yakin terhadap hasil akhirnya.

Jika sanksi terhadap Iran dilonggarkan, potensi peningkatan ekspor minyak dari negara tersebut dapat menambah pasokan global. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membebani harga dalam jangka pendek.

Sikap Hati Hati Analis Pasar

Di sisi lain, para analis tetap berhati-hati dalam menilai arah selanjutnya. Mereka menilai kemajuan diplomatik belum tentu berujung pada perubahan signifikan dalam waktu dekat.

"Meskipun terobosan yang berarti akan meredakan ketegangan geopolitik dan berpotensi meningkatkan pasokan minyak Iran, kami tetap skeptis bahwa hasil ini akan tercapai dalam jangka pendek," kata analis pasar IG Tony Sycamore dalam catatannya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Eurasia Group. Dalam catatannya, konsultan politik tersebut memperkirakan kemungkinan 65 persen serangan AS terhadap Iran akan berlangsung akhir April.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Artinya, volatilitas harga minyak masih berpotensi terjadi jika situasi kembali memanas.

Kenaikan Produksi Kazakhstan Tambah Tekanan

Selain faktor geopolitik, sisi pasokan juga turut memengaruhi harga. Laporan media Rusia menyebutkan produksi di ladang minyak Tengiz di Kazakhstan meningkat setelah penangguhan pada Januari.

Ladang Tengiz dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Peningkatan produksi dari kawasan ini berpotensi menambah suplai minyak global dalam waktu dekat. Kondisi tersebut semakin menekan harga.

Tengiz berencana untuk mencapai kapasitas penuh pada 23 Februari, menurut sumber Reuters. Jika realisasi berjalan sesuai rencana, tambahan produksi dapat memperbesar tekanan pada pasar yang sudah sensitif terhadap isu pasokan.

Kombinasi antara meredanya ketegangan AS-Iran dan bertambahnya produksi dari Kazakhstan membuat sentimen pasar cenderung negatif. Investor mempertimbangkan keseimbangan baru antara risiko geopolitik dan ketersediaan suplai.

Fokus Pasar pada Data Persediaan Minyak AS

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada laporan mingguan dari American Petroleum Institute, Energy Information Administration, dan badan statistik Departemen Energi AS.

Data tersebut menjadi indikator penting untuk melihat kondisi stok minyak mentah di Amerika Serikat. Perubahan persediaan dapat memberikan sinyal tambahan mengenai keseimbangan permintaan dan penawaran global.

Jika stok menunjukkan peningkatan signifikan, tekanan harga bisa berlanjut. Sebaliknya, penurunan persediaan berpotensi memberikan dukungan bagi harga minyak.

Untuk saat ini, pasar masih bergerak dalam rentang terbatas. Pelaku pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari perkembangan geopolitik hingga dinamika produksi dan data persediaan.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, harga minyak dunia cenderung berada dalam fase konsolidasi. Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh perkembangan diplomatik dan data fundamental dalam beberapa pekan mendatang.

Terkini