IHSG Turun 0,43 Persen Asing Borong Saham Tambang Besar

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:32:01 WIB
IHSG Turun 0,43 Persen Asing Borong Saham Tambang Besar

JAKARTA - Tekanan kembali membayangi pasar saham domestik setelah reli sebelumnya tertahan. 

Perdagangan Kamis memperlihatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mampu mempertahankan tren penguatan. Pelaku pasar pun mencermati pergerakan dana asing yang tetap aktif di tengah pelemahan indeks.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal melanjutkan penguatannya pada perdagangan kemarin. Indeks turun 0,43% ke posisi 8.274,81 pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Koreksi ini terjadi setelah indeks sempat menunjukkan tren positif dalam beberapa sesi sebelumnya.

Nilai transaksi mencapai Rp26,24 triliun, melibatkan 53,30 miliar saham dalam 3,33 juta kali transaksi. Sebanyak 326 saham naik, 366 turun, dan 127 tidak bergerak. Data tersebut mencerminkan tekanan jual yang lebih dominan dibandingkan aksi beli.

Meskipun indeks melemah, aktivitas investor tetap tinggi. Volume transaksi yang besar menunjukkan minat pasar masih terjaga. Kondisi ini mengindikasikan bahwa koreksi belum tentu mencerminkan penurunan minat terhadap pasar saham secara keseluruhan.

Pelemahan IHSG di Tengah Aktivitas Transaksi Tinggi

Penurunan 0,43 persen menjadi sinyal bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi. Pergerakan ini kerap terjadi setelah indeks mengalami penguatan dalam beberapa waktu sebelumnya. Investor biasanya melakukan aksi ambil untung saat harga sudah berada di level tertentu.

Kondisi global juga sering memengaruhi arah pergerakan IHSG. Sentimen eksternal, mulai dari harga komoditas hingga dinamika geopolitik, dapat memicu volatilitas. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung lebih selektif dalam memilih saham.

Meski begitu, data menunjukkan sebagian saham tetap mencatatkan kenaikan. Hal ini menandakan rotasi sektor masih berlangsung di lantai bursa. Investor tampak memindahkan dana ke saham-saham tertentu yang dinilai memiliki prospek menarik.

Perbandingan jumlah saham naik dan turun memperlihatkan tekanan lebih besar di sisi penurunan. Namun, angka 326 saham yang menguat juga menegaskan bahwa peluang tetap terbuka. Pasar saham bergerak dinamis mengikuti sentimen dan arus dana.

Aksi Investor Asing di Seluruh Pasar

Seiring dengan pelemahan indeks kemarin, investor asing terpantau melakukan pembelian sebesar Rp387,80 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp633,17 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Aktivitas ini menunjukkan minat asing tetap ada meski IHSG terkoreksi.

Di samping itu, para investor asing juga melakukan aksi jual sebesar Rp245,37 miliar di pasar reguler. Perbedaan nilai beli dan jual tersebut mencerminkan strategi yang lebih terfokus pada transaksi tertentu. Aksi ini turut membentuk pergerakan harga saham harian.

Arus dana asing sering menjadi perhatian utama pelaku pasar domestik. Ketika asing mencatatkan net buy, hal itu kerap dianggap sebagai sinyal positif. Sebaliknya, aksi jual besar dapat memicu tekanan lanjutan pada indeks.

Dalam kondisi pelemahan IHSG kali ini, arus beli asing di sejumlah saham tertentu justru menahan koreksi lebih dalam. Strategi selektif ini menunjukkan bahwa investor global tetap melihat peluang di pasar Indonesia. Fokus mereka tampak mengarah pada sektor berbasis komoditas.

Daftar Saham Terbanyak Net Foreign Buy

Lantas, apa saja saham yang banyak masuk keranjang beli asing yang menadahi pelemahan IHSG? Mengutip Stockbit, berikut 10 saham terbanyak dalam net foreign buy perdagangan Kamis! Daftar ini didominasi oleh saham sektor tambang dan energi.

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) - Rp249,95 miliar menjadi yang tertinggi dalam daftar tersebut. Disusul PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp172,96 miliar dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp113,02 miliar. Ketiganya mencatatkan aliran dana asing yang cukup signifikan.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp103,59 miliar dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp93,21 miliar juga masuk dalam jajaran teratas. Sementara itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp83,10 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp75,87 miliar turut diborong investor asing.

Daftar tersebut dilengkapi oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp43,08 miliar, PT Astrindo Nusantara Infrastuktur Tbk. (BIPI) - Rp42,22 miliar, serta PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp41,23 miliar. Dominasi saham tambang menunjukkan minat asing terhadap komoditas masih kuat di tengah pelemahan IHSG.

Terkini