JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat pada Jumat pagi.
Data terbaru menunjukkan sejumlah komoditas pangan strategis masih bertahan di level tinggi, terutama cabai dan telur ayam. Informasi ini penting bagi konsumen maupun pelaku usaha yang memantau dinamika harga harian.
Berdasarkan pemantauan resmi, harga cabai rawit merah menyentuh Rp95.500 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras tercatat Rp35.600 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional. Angka tersebut mencerminkan kondisi pasar terkini yang dirilis pada pukul 09.06 WIB.
Rilis harga ini bersumber dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia. Laporan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai harga pangan di berbagai daerah. Data menjadi acuan penting bagi pengambil kebijakan dan masyarakat luas.
Selain cabai dan telur, sejumlah komoditas lain juga tercatat mengalami variasi harga. Informasi ini membantu konsumen merencanakan belanja dengan lebih cermat. Stabilitas harga pangan tetap menjadi perhatian utama dalam menjaga daya beli.
Cabai Dan Telur Masih Di Level Tinggi
Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, Jumat pukul 09.06 WIB selain cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah Rp51.550 per kg, lalu bawang putih di harga Rp43.500 per kg. Angka tersebut menunjukkan komoditas hortikultura masih berada pada kisaran signifikan.
Untuk komoditas beras, beras kualitas bawah I berada di harga Rp14.500 per kg, dan beras kualitas bawah II Rp15.150 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I tercatat Rp16.550 per kg. Beras kualitas medium II berada di harga Rp15.700 per kg.
Beras kualitas super I dipatok Rp17.050 per kg, sedangkan beras kualitas super II di harga Rp16.800 per kg. Variasi harga ini memperlihatkan perbedaan mutu dan segmentasi pasar. Konsumen dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan masing masing.
Kondisi harga tersebut menjadi indikator penting bagi stabilitas pangan nasional. Pergerakan harga beras khususnya kerap menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan pokok mayoritas masyarakat. Data harian seperti ini memberi transparansi terhadap situasi pasar.
Rincian Harga Aneka Jenis Cabai
Selain cabai rawit merah yang mencapai Rp95.500 per kg, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp50.300 per kg. Cabai merah keriting berada di harga Rp65.000 per kg. Sementara cabai rawit hijau tercatat Rp61.250 per kg.
Perbedaan harga antar jenis cabai dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan di pasar. Faktor cuaca dan distribusi juga sering memengaruhi fluktuasi harga komoditas hortikultura. Cabai termasuk komoditas yang sensitif terhadap perubahan pasokan.
Harga cabai yang relatif tinggi dapat berdampak pada pelaku usaha kuliner dan rumah tangga. Kenaikan harga biasanya akan memicu penyesuaian dalam pola konsumsi. Namun, ketersediaan barang di pasar tetap terpantau.
Pemantauan rutin dari PIHPS memberikan gambaran menyeluruh tentang tren harga cabai di berbagai wilayah. Informasi ini membantu masyarakat mengambil keputusan pembelian. Transparansi harga juga mendukung stabilitas pasar.
Harga Daging, Gula, Dan Minyak Goreng
Komoditas protein hewani juga tercatat dalam laporan tersebut. Daging ayam ras berada di harga Rp43.750 per kg. Untuk daging sapi kualitas I tercatat Rp138.500 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II di harga Rp132.200 per kg.
Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.000 per kg. Gula pasir lokal berada di harga Rp18.800 per kg. Perbedaan harga mencerminkan variasi kualitas dan distribusi produk.
Sementara itu, minyak goreng curah tercatat Rp20.650 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I berada di harga Rp23.750 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp22.550 per liter.
Harga minyak goreng menjadi salah satu indikator penting dalam pengeluaran rumah tangga. Stabilitas harga komoditas ini berpengaruh langsung terhadap biaya produksi makanan. Pemerintah terus memantau dinamika harga agar tidak terjadi lonjakan tajam.
Peran Data Dalam Menjaga Stabilitas Pangan
Keberadaan PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia menjadi instrumen penting dalam menjaga keterbukaan informasi harga. Data yang diperbarui secara berkala memberikan gambaran objektif tentang kondisi pasar. Informasi ini membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan stabilisasi.
Bagi masyarakat, data harga harian membantu mengatur pengeluaran dan menentukan prioritas belanja. Konsumen dapat membandingkan harga antar komoditas sebelum membeli. Transparansi ini memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem distribusi pangan.
Pemantauan harga juga berperan dalam mengantisipasi gejolak inflasi. Komoditas pangan memiliki kontribusi besar terhadap laju inflasi nasional. Oleh karena itu, perkembangan harga seperti cabai rawit merah dan telur ayam ras menjadi perhatian utama.
Dengan rilis harga pada Jumat pagi ini, masyarakat memperoleh gambaran terbaru situasi pasar pangan. Informasi tersebut diharapkan mendukung stabilitas ekonomi dan menjaga keseimbangan daya beli. Pemerintah dan otoritas terkait akan terus memantau pergerakan harga secara berkala.