Rupiah Melemah Ke Rp16.832 Per Dolar AS Pagi Ini

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:42:07 WIB
Rupiah Melemah Ke Rp16.832 Per Dolar AS Pagi Ini

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada awal perdagangan Rabu pagi. 

Di tengah dinamika global yang masih fluktuatif, mata uang domestik membuka sesi dengan tekanan tipis terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini terjadi saat mayoritas mata uang regional justru menunjukkan penguatan.

Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.832 per dolar AS pada Rabu pagi. Mata uang Garuda melemah 3 poin atau 0,02 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pelemahan ini memang relatif terbatas, namun tetap mencerminkan adanya tekanan eksternal yang memengaruhi pergerakan rupiah. Fluktuasi kecil seperti ini kerap terjadi di awal sesi ketika pelaku pasar menyesuaikan posisi berdasarkan sentimen global dan regional.

Pergerakan Mata Uang Asia

Mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona hijau. Yen Jepang menguat 0,16 persen, baht Thailand menguat 0,11 persen, yuan China menguat 0,14 persen, peso Filipina menguat 0,24 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,18 persen.

Penguatan mata uang Asia tersebut menunjukkan sentimen yang relatif positif di kawasan. Kinerja solid sejumlah mata uang regional bisa dipengaruhi oleh arus modal maupun ekspektasi kebijakan moneter masing masing negara.

Dolar Singapura menguat 0,09 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,02 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak sepenuhnya sejalan dengan tren regional. Ketika sebagian besar mata uang Asia terapresiasi terhadap dolar AS, rupiah justru bergerak melemah tipis.

Penguatan Mata Uang Negara Maju

Senada, mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,09 persen, poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dan franc Swiss menguat 0,04 persen.

Penguatan mata uang utama tersebut mengindikasikan bahwa dolar AS sedang berada dalam tekanan moderat terhadap sejumlah mata uang global. Hal ini bisa dipengaruhi oleh data ekonomi terbaru maupun ekspektasi arah suku bunga bank sentral utama.

Pergerakan euro, poundsterling, dan franc Swiss yang menguat tipis menunjukkan dinamika pasar valas global masih berlangsung dalam rentang terbatas. Meski demikian, pergerakan kecil tetap menjadi perhatian karena dapat berdampak pada arus dana lintas negara.

Faktor Sentimen Dan Dinamika Global

Dalam konteks perdagangan global, nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal seperti kebijakan moneter Amerika Serikat, pergerakan imbal hasil obligasi, hingga harga komoditas. Ketika dolar AS mendapatkan sentimen positif, mata uang emerging market cenderung tertekan.

Namun, pada perdagangan pagi ini, dolar AS justru terlihat melemah terhadap sejumlah mata uang utama dan Asia. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai faktor domestik yang mungkin memengaruhi rupiah sehingga bergerak berbeda dari tren regional.

Pergerakan tipis sebesar 3 poin atau 0,02 persen memang belum mencerminkan tekanan signifikan. Akan tetapi, pelaku pasar tetap mencermati arah pergerakan lanjutan sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Prospek Pergerakan Rupiah Selanjutnya

Dengan mayoritas mata uang Asia dan negara maju berada di zona hijau, peluang stabilisasi rupiah masih terbuka. Jika sentimen global tetap kondusif dan tidak ada tekanan tambahan dari dalam negeri, rupiah berpotensi bergerak lebih stabil.

Pelaku pasar biasanya akan menunggu rilis data ekonomi penting atau pernyataan pejabat bank sentral sebelum mengambil posisi besar. Oleh karena itu, volatilitas dalam rentang terbatas masih mungkin terjadi sepanjang hari.

Secara keseluruhan, pembukaan perdagangan Rabu pagi menunjukkan rupiah melemah tipis ke Rp16.832 per dolar AS. Meski demikian, pergerakan ini terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia dan negara maju. Dinamika selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen global serta respons pasar terhadap perkembangan ekonomi terkini.

Terkini