JAKARTA - Pameran Indonesia International Motor Show menjadi momentum bagi GAC Group menunjukkan pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Selama sebelas hari penyelenggaraan, total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) tercatat mencapai 2.095 unit, menandai tingginya antusiasme masyarakat terhadap mobil listrik.
Angka pemesanan ini menunjukkan tren positif, sekaligus menegaskan bahwa konsumen Indonesia mulai memandang kendaraan listrik sebagai alternatif utama mobilitas urban. Model hatchback bergaya crossover, AION UT, menjadi kontributor terbesar, menyumbang hampir separuh dari total SPK, yakni 997 unit.
CEO Andry Ciu menyampaikan apresiasi atas respon positif konsumen. Menurutnya, pencapaian ini memperlihatkan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin matang dan siap menerima teknologi mutakhir. “Dominasi AION UT dan minat yang kuat terhadap Hyptec HT menunjukkan kesiapan konsumen Indonesia terhadap mobil listrik,” ujarnya.
Selain penjualan tinggi, AION UT juga meraih penghargaan kategori kendaraan listrik hatchback menengah, memperkuat posisi model ini di pasar nasional. Fitur lengkap, desain kompak, serta efisiensi baterai menjadi alasan utama konsumen memilih model ini untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan padat.
Permintaan Konsumen Menguat di Segmen Hatchback dan SUV
Selain AION UT, model lain seperti AION V mencatat penjualan signifikan, dengan total pemesanan mencapai 552 unit, terutama dari varian Luxury. Hyptec HT dan AION Y Plus turut menyumbang angka pemesanan dalam jumlah besar, menunjukkan diversifikasi produk GAC diterima baik oleh konsumen.
Hyptec HT, SUV listrik premium, menawarkan baterai 83 kWh dengan jarak tempuh hingga 620 kilometer berdasarkan standar NEDC. Kendaraan ini ditawarkan mulai Rp616 juta on the road Jakarta, menyasar konsumen yang mengutamakan fitur lengkap dan kapasitas baterai lebih besar.
Sementara itu, AION UT dibekali baterai 60 kWh dengan jarak tempuh hingga 500 kilometer, ditawarkan mulai Rp280 juta. Varian Premium menjadi pilihan utama karena kombinasi fitur lengkap dan harga kompetitif. Efisiensi baterai dan desain compact menjadi daya tarik utama bagi pengguna perkotaan.
Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia
Tingginya angka SPK selama pameran menegaskan potensi pasar kendaraan listrik di Indonesia. Konsumen semakin sadar terhadap keuntungan ekonomi, efisiensi energi, dan dampak lingkungan yang lebih ramah dibandingkan kendaraan konvensional.
Data penjualan menunjukkan konsumen mulai berpindah ke mobil listrik bukan hanya karena insentif pemerintah, tetapi juga kesadaran akan teknologi baru dan gaya hidup berkelanjutan. Tren ini memperlihatkan bahwa adopsi kendaraan listrik akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Pencapaian GAC selama IIMS 2026 sejalan dengan target perusahaan untuk memperluas jaringan diler, meningkatkan layanan purnajual, dan mendorong penetrasi kendaraan listrik di Tanah Air. Andry menekankan pentingnya strategi jangka panjang agar pasar mobil listrik tetap berkembang secara berkelanjutan.
Strategi Produk dan Layanan GAC
GAC menekankan pengembangan produk yang sesuai kebutuhan konsumen Indonesia. Hatchback seperti AION UT dirancang untuk mobilitas urban, sedangkan SUV Hyptec HT menawarkan kenyamanan dan jarak tempuh lebih panjang untuk konsumen premium. Diversifikasi ini menjadi strategi untuk menjangkau berbagai segmen pasar.
Selain itu, layanan purnajual dan jaringan diler menjadi fokus agar konsumen merasa aman dalam berinvestasi kendaraan listrik. Dengan jaringan yang kuat, GAC berupaya memastikan pengalaman konsumen tetap optimal dari pembelian hingga penggunaan sehari-hari.
Implikasi terhadap Industri Otomotif Nasional
Keberhasilan SPK GAC selama IIMS 2026 menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia semakin kompetitif. Produsen lain juga terdorong untuk menghadirkan inovasi serupa agar dapat bersaing, baik dari sisi harga, fitur, maupun teknologi baterai.
Tren ini tidak hanya berdampak pada industri otomotif, tetapi juga sektor energi dan lingkungan. Semakin banyak mobil listrik, kebutuhan stasiun pengisian daya, jaringan listrik, dan kebijakan pendukung menjadi fokus pemerintah dan pelaku industri.
Mobil Listrik Jadi Pilihan Utama Konsumen Modern
Data penjualan selama IIMS 2026 menegaskan bahwa konsumen Indonesia semakin matang dalam memilih kendaraan listrik. Faktor harga, efisiensi, fitur lengkap, dan jarak tempuh menjadi pertimbangan utama. Keberhasilan GAC membuka jalan bagi pertumbuhan industri kendaraan listrik secara lebih luas.
Pencapaian ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa Indonesia siap memasuki era transportasi ramah lingkungan. Dengan dukungan teknologi dan strategi pemasaran tepat, mobil listrik dapat menjadi alternatif utama bagi konsumen modern di perkotaan.