Inter Milan Tersingkir Dramatis dari Liga Champions Usai Kalah Lagi

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:43:11 WIB
Inter Milan Tersingkir Dramatis dari Liga Champions Usai Kalah Lagi

JAKARTA - Harapan besar sempat menyelimuti Stadio Giuseppe Meazza ketika Inter Milan menjamu Bodo/Glimt. 

Dukungan penuh suporter membuncah demi menyaksikan kebangkitan di panggung Eropa. Namun malam itu justru berubah menjadi kisah pahit yang menutup perjalanan mereka di Liga Champions.

Inter harus mengakui keunggulan tim tamu setelah kalah 1-2 pada leg kedua play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026. Laga yang berlangsung Rabu 25 Februari 2026 dini hari WIB tersebut berjalan dengan tensi tinggi. Tekanan demi tekanan dilancarkan, tetapi hasil akhir tetap tidak berpihak kepada tuan rumah.

Dua gol Bodo/Glimt dicetak oleh Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen. Sementara satu-satunya gol balasan Inter lahir melalui Alessandro Bastoni. Skor tersebut memastikan agregat akhir menjadi 2-5 untuk keunggulan wakil Norwegia.

Kekalahan ini sekaligus mengakhiri mimpi Inter di kompetisi elite Eropa musim ini. Sebaliknya, Bodo/Glimt justru mencatat sejarah dengan melaju ke babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya. Sebuah pencapaian yang menandai kejutan besar di fase gugur.

Inter Kurang Beruntung

Sejak awal pertandingan, Inter langsung mengambil inisiatif menyerang. Mereka berupaya keras memangkas defisit agregat yang sudah tertinggal sejak leg pertama. Intensitas permainan meningkat seiring berjalannya waktu.

Berbagai peluang tercipta dari kaki para pemain Nerazzurri. Namun rapatnya lini pertahanan lawan membuat setiap upaya sulit membuahkan hasil. Bola kerap kali gagal bersarang meski peluang terbuka lebar.

Yann Bisseck mengungkapkan rasa kecewanya setelah pertandingan berakhir. Ia menilai timnya telah melakukan segala cara untuk membalikkan keadaan. Akan tetapi, efektivitas Bodo/Glimt menjadi pembeda di laga tersebut.

"Kami kurang beruntung karena bola seolah tidak mau masuk ke gawang. Mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan dan saya hanya bisa memberi selamat kepada mereka," kata Yann Bisseck.

"Kami kurang beruntung karena bola seolah tidak mau masuk ke gawang. Mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan dan saya hanya bisa memberi selamat kepada mereka," kata Yann Bisseck.

Upaya Tanpa Henti Hingga Menit Akhir

Inter terus berusaha mempertahankan asa hingga peluit panjang dibunyikan. Serangan demi serangan dibangun dari berbagai sisi lapangan. Namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi kendala utama.

Tekanan yang diberikan tuan rumah tidak membuat Bodo/Glimt kehilangan fokus. Tim tamu justru tampil disiplin dan memanfaatkan peluang yang ada dengan maksimal. Kepercayaan diri mereka terlihat jelas sepanjang pertandingan.

Meski tertinggal, Inter tidak menurunkan tempo permainan. Mereka tetap berusaha menekan demi menciptakan peluang tambahan. Akan tetapi, waktu berjalan terlalu cepat bagi mereka untuk membalikkan situasi.

"Kami mencoba membalikkan keadaan dengan segala cara. Kami tetap bertahan dalam pertandingan hingga akhir tetapi tidak berhasil," kata Yann Bisseck.

Mimpi Eropa yang Terhenti

Kegagalan ini menjadi pukulan berat bagi Inter Milan. Ambisi untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions harus pupus lebih cepat dari yang diharapkan. Para pemain terlihat terpukul usai pertandingan.

Atmosfer stadion yang semula penuh harapan berubah menjadi sunyi. Para pendukung menyadari bahwa perjalanan di Eropa musim ini telah berakhir. Hasil agregat 2-5 menjadi penutup yang sulit diterima.

Di sisi lain, Bodo/Glimt merayakan keberhasilan bersejarah mereka. Keberhasilan menembus 16 besar menjadi pencapaian monumental bagi klub tersebut. Mereka membuktikan diri mampu bersaing di level tertinggi.

Inter pun harus melakukan evaluasi menyeluruh setelah tersingkir. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari dua leg yang tidak berjalan sesuai rencana. Ketajaman dan efektivitas menjadi sorotan utama.

Tetap Menatap Ke Depan

Meski kecewa, Inter tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kesedihan. Kompetisi domestik dan agenda lain sudah menanti di depan mata. Fokus harus segera dialihkan ke target berikutnya.

Bisseck menegaskan bahwa timnya perlu segera bangkit dari kegagalan ini. Semangat untuk memperbaiki diri menjadi kunci menghadapi sisa musim. Mentalitas kuat sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini.

"Kami kecewa, tetapi besok adalah hari yang baru," kata Yann Bisseck.

Pernyataan tersebut mencerminkan tekad untuk tidak terpuruk terlalu lama. Inter menyadari bahwa sepak bola selalu memberi kesempatan baru. Kini mereka harus memanfaatkan peluang berikutnya dengan lebih baik.

Perjalanan di Liga Champions musim 2025/2026 memang telah usai bagi Inter Milan. Namun tantangan lain masih terbentang luas. Bangkit dari kegagalan akan menjadi ujian karakter yang sesungguhnya bagi skuad Nerazzurri.

Terkini