Performa Impresif Ezra Walian Bersama Persik Buka Peluang Timnas Indonesia

Senin, 02 Maret 2026 | 09:36:13 WIB
Performa Impresif Ezra Walian Bersama Persik Buka Peluang Timnas Indonesia

JAKARTA - Lonjakan performa seorang pemain kerap membuka kembali pintu yang sempat tertutup. 

Itulah yang kini mengiringi perjalanan karier Ezra Walian bersama Persik Kediri di kompetisi musim ini.

Di tengah ketatnya persaingan BRI Super League 2025/2026, winger kiri itu justru tampil semakin matang. Statistiknya melonjak tajam dan perannya di dalam tim semakin vital.

Ezra Walian menunjukkan permainan terbaiknya di BRI Super League 2025/2026. Bahkan grafik statistik performa winger kiri Persik Kediri itu meningkat tiga kali lipat dibandingkan musim lalu.

Pada musim lalu, dari total 21 pertandingan, Ezra Walian hanya mencetak dua gol dan tiga assist. Namun, pada musim ini pemain keturunan yang lahir di Amsterdam ini telah mengoleksi enam gol dengan delapan assist.

Peningkatan tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Kontribusinya benar-benar terasa dalam setiap fase permainan Macan Putih.

Peran sentral sebagai kapten tim

Dan, sebagai kapten tim otomatis Ezra Walian selalu masuk komposisi starting XI skuad Macan Putih. Dari 20 pertandingan, dia merumput sebanyak 1.779 menit. Eks PSM Makassar dan Persib Bandung itu baru absen dua kali karena cedera lutut.

Kehadirannya di lapangan memberi keseimbangan antara kreativitas dan kepemimpinan. Ia bukan hanya pencetak gol dan pemberi assist, tetapi juga motor serangan.

Penampilan bagus yang dipamerkan pemain berusia 28 tahun ini memunculkan harapan dan spekulasi Ezra Walian pantas kembali berbaju Timnas Indonesia di bawah naungan pelatih John Herdman.

Konsistensi yang ia jaga sepanjang musim menjadi alasan utama mengapa namanya kembali diperbincangkan di level nasional.

Dukungan penuh dari Marcos Reina

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, secara pribadi sangat mendukung Ezra Walian mengenakan jersey dengan lambang Garuda di dada.

"Ezra Walian pemain penting bagi Persik. Skill, spirit, dan visi bermainnya memberi kontribusi positif bagi tim. Jika saya ditanya apakah Ezra Walian bisa masuk Timnas Indonesia, jawabannya dia sangat pantas," ujar Marcos Reina.

"Namun, tergantung pelatih Timnas Indonesia, apakah Ezra Walian sosok yang dibutuhkan di tim," lanjut pelatih Persik Kediri itu.

Marcos Reina pun membeberkan kelebihan yang dimiliki Ezra Walian, baik secara individu maupun dalam kolektivitas permainan tim.

"Ezra Walian punya teknik bermain bola bagus. Umpan-umpannya akurat saat open play maupun bola mati. Saya lihat tak banyak pemain di Super League yang bisa memberi umpan bagus ketika bola dalam permainan atau skema set pieces, tapi Ezra Walian punya kemampuan itu," jelasnya.

Penilaian tersebut menegaskan bahwa kontribusi Ezra bukan hanya dalam mencetak angka, tetapi juga dalam membangun peluang.

Keputusan tetap di tangan John Herdman

Marcos Reina jujur mengakui kurang paham kualitas yang dimiliki tiap pemain Timnas Indonesia. Dia sosok baru di kompetisi Tanah Air.

"Saya dapat info ada beberapa pemain Timnas Indonesia di Super League. Ada yang saya tahu kualitasnya, ada yang belum saya pahami seutuhnya. Namun, untuk posisi Ezra Walian, menurut saya, dia yang terbaik," ujarnya.

Marcos Reina juga belum pernah berkomunikasi dengan John Herdman secara pribadi. Sehingga dia juga tak tahu corak permainan yang bakal diterapkan pelatih asal Inggris itu untuk Timnas Indonesia.

"Tiap pelatih punya style masing-masing. Menurut saya dan, mungkin, pendapat orang lain, Ezra Walian pantas main di Timnas Indonesia. Namun, kembali ke John Herdman. Apakah style Ezra Walian sesuai keinginan John Herdman," tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peluang selalu terbuka, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih kepala.

Dengan grafik performa yang meningkat drastis, pengalaman bermain di beberapa klub besar Indonesia, serta peran sentralnya sebagai kapten, Ezra Walian kini berada dalam momentum terbaiknya.

Jika konsistensi ini terus terjaga hingga akhir musim, bukan tidak mungkin panggilan membela Merah Putih kembali datang. Semua kini bergantung pada kebutuhan taktik dan visi yang ingin dibangun sang pelatih Timnas Indonesia.

Terkini