PLN Tambah Pasokan Listrik 20 MW di Bali Demi Keandalan Energi Pulau

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:46:00 WIB
PLN Tambah Pasokan Listrik 20 MW di Bali Demi Keandalan Energi Pulau

JAKARTA - Ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu faktor penting bagi aktivitas masyarakat dan perkembangan ekonomi di Bali. 

Untuk memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi, PT PLN melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali melakukan langkah strategis dengan meningkatkan kapasitas pasokan listrik di salah satu titik penting jaringan kelistrikan.

Langkah tersebut dilakukan dengan menambah pasokan listrik berkapasitas 20 megawatt (MW) di Gardu Induk Kubu yang berada di Kabupaten Karangasem. Penambahan daya ini diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Dewata sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat, dunia usaha, serta sektor pariwisata yang terus berkembang.

Penambahan Daya 20 MW di Gardu Induk Kubu

PLN melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali menambah pasokan listrik berkapasitas 20 megawatt (MW) di Gardu Induk Kubu, Kabupaten Karangasem untuk menjaga keandalan listrik di Pulau Dewata. Penambahan kapasitas ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat cadangan daya dan meningkatkan fleksibilitas pengoperasian sistem kelistrikan.

Proses penambahan tersebut didahului dengan proses backfeeding atau uji pemberian tegangan pada fasilitas PLTD di Gardu Induk Kubu, Karangasem. Tahapan ini menjadi salah satu proses penting dalam memastikan seluruh instalasi dan jaringan pembangkit siap beroperasi secara optimal sebelum digunakan secara penuh.

Tahapan Backfeeding Jadi Proses Penting

Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra di Denpasar, Kamis menjelaskan, proses backfeeding merupakan tahapan penting yang tidak bisa dilewati. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem pembangkit sekaligus meminimalkan potensi gangguan saat pembangkit mulai dioperasikan.

“Proses ini memastikan seluruh sistem pembangkit dan jaringan benar-benar aman sebelum digunakan secara penuh. Tambahan daya 20 MW ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan listrik Bali tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” katanya.

Ia menambahkan suntikan pasokan listrik itu akan memperkuat cadangan daya dan memberikan fleksibilitas dalam pengoperasian sistem.

“Dengan sistem yang lebih kuat, kami dapat menjaga pasokan listrik tetap stabil bagi rumah tangga, pelaku usaha, sektor pariwisata, hingga fasilitas pelayanan publik. Ini penting agar aktivitas masyarakat Bali dapat berjalan nyaman dan lancar,” kata Petrus.

Kebutuhan Energi Terus Meningkat di Bali

Menurut Petrus, penambahan pasokan listrik tersebut menjadi kebutuhan yang semakin penting seiring meningkatnya konsumsi energi di Bali. Aktivitas pariwisata yang semakin padat, pertumbuhan usaha lokal, serta kebutuhan listrik masyarakat sehari-hari menjadi faktor utama meningkatnya permintaan listrik di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, tambahan pasokan ini sangat dibutuhkan seiring meningkatnya konsumsi listrik, khususnya menjelang periode aktivitas pariwisata yang semakin padat, pertumbuhan usaha lokal, serta kebutuhan listrik masyarakat sehari-hari. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan perlu diperkuat agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan energi.

Dengan adanya tambahan daya ini, PLN berharap jaringan listrik Bali memiliki cadangan daya yang lebih stabil. Hal tersebut juga menjadi langkah antisipatif untuk menghadapi peningkatan konsumsi listrik pada periode tertentu, seperti musim liburan atau saat kegiatan pariwisata sedang ramai.

Serangkaian Pengujian Teknis Dilakukan Sebelum Operasi

Sebelum pembangkit beroperasi penuh, BUMN itu melakukan serangkaian pengujian teknis secara cermat dan terukur. Proses pengujian dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap komponen kelistrikan berfungsi dengan baik serta memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Tahap awal dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh instalasi kelistrikan, termasuk peralatan pengaman dan sistem kontrol, guna memastikan semua komponen siap dan aman untuk diberi tegangan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sistem kelistrikan.

Selanjutnya dilakukan proses backfeeding, yaitu pemberian tegangan awal dari gardu induk menuju sistem pembangkit. Pada tahap ini, petugas memantau kondisi kelistrikan seperti tegangan, arus, dan frekuensi untuk memastikan sistem bekerja normal tanpa gangguan dan tahap berikutnya adalah pengujian sistem pengaman.

"Uji ini bertujuan memastikan mekanisme proteksi berfungsi dengan baik jika terjadi gangguan, sehingga dapat melindungi peralatan dan menjaga keandalan sistem secara keseluruhan," ungkapnya.

Sinkronisasi Sistem Hingga Operasi Normal

Setelah proses pengujian selesai dilakukan, tahapan berikutnya adalah menyinkronkan pembangkit dengan sistem kelistrikan Bali. Sinkronisasi ini bertujuan memastikan kesesuaian parameter listrik sebelum tambahan daya disalurkan secara penuh ke jaringan distribusi.

Setelah itu, pembangkit disinkronkan dengan sistem kelistrikan Bali guna memastikan kesesuaian parameter listrik sebelum daya tambahan disalurkan ke jaringan. Sinkronisasi yang tepat menjadi kunci agar penambahan pasokan listrik berjalan stabil dan aman.

Jika seluruh tahapan dinyatakan memenuhi standar operasional dan keselamatan, pembangkit akan dioperasikan secara bertahap hingga masuk ke kondisi operasi normal. Langkah ini memastikan sistem kelistrikan tetap stabil saat tambahan daya mulai digunakan oleh jaringan.

Menurut Petrus, pelaksanaan pengujian ini menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan infrastruktur yang semakin kuat, potensi gangguan dapat ditekan sehingga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di Bali.

PLN UP2D Bali memastikan seluruh proses dilakukan sesuai standar teknis dan keselamatan kerja. Upaya ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali serta memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Terkini