Harga Pangan Nasional Pertengahan Ramadan 2026 Ayam Cabai Telur Beras Terpantau Stabil

Senin, 09 Maret 2026 | 14:16:11 WIB
Harga Pangan Nasional Pertengahan Ramadan 2026 Ayam Cabai Telur Beras Terpantau Stabil

JAKARTA - Memasuki pertengahan bulan Ramadan 2026, pergerakan harga sejumlah bahan pangan menjadi perhatian masyarakat. 

Kebutuhan yang meningkat selama bulan puasa biasanya memengaruhi harga berbagai komoditas di pasar tradisional maupun tingkat pedagang eceran.

Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan kondisi harga beberapa komoditas utama masih bervariasi. Sebagian bahan pangan berada pada tingkat harga yang relatif stabil, sementara komoditas lain menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Informasi harga pangan ini menjadi penting karena dapat memberikan gambaran situasi pasar selama Ramadan. Selain itu, data tersebut juga sering dijadikan rujukan bagi pemerintah dalam memantau potensi inflasi pada kelompok bahan makanan.

PIHPS Nasional sendiri merupakan sistem pemantauan harga pangan yang dikelola oleh Bank Indonesia. Melalui sistem ini, perkembangan harga berbagai komoditas dapat dipantau secara berkala di tingkat pedagang eceran di berbagai daerah.

Harga Daging Ayam dan Cabai Rawit

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat hingga Minggu pukul 09.10 WIB harga pangan komoditas daging ayam ras Rp41.050 per kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah Rp78.900 per kg.

Dikutip dari Antara, Minggu (8/3/2026), berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir selain daging ayam dan cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp43.700 per kg, bawang putih Rp40.200 per kg.

Harga tersebut menunjukkan bahwa cabai rawit merah masih berada pada kisaran harga yang cukup tinggi dibandingkan komoditas lainnya. Sementara itu, harga daging ayam ras juga masih berada pada level yang relatif stabil di tingkat pedagang eceran.

Pergerakan harga kedua komoditas tersebut sering menjadi perhatian masyarakat karena termasuk bahan pangan yang paling banyak digunakan dalam kegiatan memasak sehari-hari, terutama selama Ramadan.

Perkembangan Harga Beras Berbagai Kualitas

Selain daging ayam dan cabai, PIHPS juga mencatat perkembangan harga beras yang terdiri dari beberapa kategori kualitas. Komoditas ini merupakan bahan pangan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi pasar pangan nasional.

Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp14.450 per kg, beras kualitas bawah II Rp14.500 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp15.950 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp15.800 per kg.

Perbedaan harga pada setiap kategori beras menunjukkan variasi kualitas yang tersedia di pasar. Masyarakat biasanya menyesuaikan pilihan beras dengan kebutuhan konsumsi serta kemampuan daya beli masing-masing.

Lalu, beras kualitas super I di harga Rp17.200 per kg, dan beras kualitas super II Rp16.700 per kg.

Data tersebut menunjukkan bahwa harga beras dengan kualitas lebih tinggi memiliki nilai jual yang lebih besar dibandingkan dengan kategori kualitas bawah maupun medium.

Harga Beragam Jenis Cabai

Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga beberapa jenis cabai lainnya yang umum digunakan dalam masakan masyarakat Indonesia. Komoditas cabai dikenal sering mengalami fluktuasi harga karena dipengaruhi oleh faktor produksi dan distribusi.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp43.850 per kg, cabai merah keriting Rp44.250 per kg, dan cabai rawit hijau Rp52.750 per kg.

Perbedaan harga antar jenis cabai tersebut menunjukkan bahwa setiap varietas memiliki tingkat permintaan dan pasokan yang berbeda di pasar. Cabai rawit hijau misalnya tercatat memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan cabai merah besar.

Harga cabai menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan inflasi pangan. Hal ini karena komoditas tersebut sering mengalami perubahan harga yang cukup cepat dalam waktu singkat.

Harga Daging Sapi dan Gula Pasir

Selain komoditas unggas, PIHPS juga mencatat perkembangan harga daging sapi yang merupakan salah satu bahan pangan utama. Daging sapi sering mengalami peningkatan permintaan menjelang berbagai momentum hari besar keagamaan.

Kemudian, daging sapi kualitas I Rp144.550 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp136.500 per kg.

Perbedaan harga antara kualitas I dan kualitas II menunjukkan variasi standar kualitas yang tersedia di pasar. Konsumen biasanya memilih sesuai dengan kebutuhan konsumsi maupun kemampuan ekonomi.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.950 per kg, gula pasir lokal Rp18.550 per kg.

Gula pasir juga termasuk bahan pangan penting yang sering digunakan dalam berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama selama bulan Ramadan untuk pembuatan minuman dan makanan manis.

Harga Minyak Goreng dan Telur Ayam

Komoditas lain yang turut dipantau oleh PIHPS adalah minyak goreng. Bahan pangan ini memiliki peran penting dalam kegiatan memasak sehari-hari sehingga pergerakan harganya selalu menjadi perhatian masyarakat.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp19.000 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp22.700 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp21.700 per liter.

Perbedaan harga antara minyak goreng curah dan kemasan bermerek biasanya dipengaruhi oleh kualitas produk, proses pengolahan, serta faktor distribusi di pasar.

Selain itu, PIHPS juga mencatat harga komoditas telur ayam ras Rp32.600 per kg.

Telur ayam ras merupakan salah satu bahan pangan yang paling sering dikonsumsi masyarakat karena harganya relatif terjangkau serta mudah diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Dengan adanya data dari PIHPS ini, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional. Informasi tersebut juga dapat membantu pemerintah dan pelaku pasar dalam memantau perkembangan harga selama periode Ramadan.

Terkini