Pelni Tawarkan Diskon Tiket untuk Antisipasi Penurunan Penumpang Nunukan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:43:16 WIB
Pelni Tawarkan Diskon Tiket untuk Antisipasi Penurunan Penumpang Nunukan

JAKARTA - Jumlah penumpang kapal laut di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Cabang PT Pelni Nunukan, Sudjito, menyatakan bahwa penurunan ini mencapai sekitar 20 persen. Tahun ini, dari kapasitas 1.999 penumpang, hanya sekitar 815 orang yang tercatat pada keberangkatan 5 Maret 2026.

Menurut Sudjito, penurunan ini dipengaruhi oleh waktu mudik yang berdekatan dengan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Banyak pemudik memilih untuk tidak melakukan perjalanan kembali, sehingga terjadi pergeseran jumlah penumpang dibanding tahun lalu. "Banyak yang baru mudik, sehingga memilih tak mudik lagi. Salah satu faktornya itu sih," jelas Sudjito saat ditemui Selasa (10/3/2026).

PT Pelni Nunukan mengoperasikan dua unit kapal, KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu, untuk melayani rute Nunukan, Makassar, dan Pare Pare selama musim mudik Lebaran 2026. Meskipun penumpang berkurang, pihak Pelni tetap menyiapkan layanan optimal dengan kapasitas yang tersedia.

Diskon Tiket untuk Memancing Minat Penumpang

Sebagai antisipasi penurunan penumpang, PT Pelni memberikan diskon tiket hingga 30 persen. Diskon ini berlaku mulai 11 Maret hingga 5 April 2026 untuk seluruh rute kapal Pelni. Meski demikian, kuota diskon dibatasi, sehingga pemesanan cepat sangat disarankan bagi calon pemudik.

Sudjito menekankan, meski diskon berlaku untuk semua rute, kuota tetap menjadi pertimbangan utama. "Mohon masyarakat yang hendak mudik segera melakukan pemesanan tiket mengingat kuota diskon terbatas," ujarnya. Strategi ini diharapkan dapat menarik kembali penumpang yang sebelumnya ragu melakukan perjalanan laut.

Antisipasi Lonjakan Puncak Mudik

Meskipun jumlah penumpang menurun, Pelni tetap melakukan antisipasi untuk puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 16 Maret 2026. Dua kapal yang dioperasikan akan menambah kapasitas tiket hingga 30 persen, sehingga total kapasitas penumpang bisa mencapai 2.978 orang.

Peningkatan kapasitas ini bertujuan memastikan semua penumpang dapat menempuh perjalanan dengan aman dan nyaman. Penyesuaian ini juga menjadi bagian dari strategi Pelni menghadapi fluktuasi permintaan di periode mudik Lebaran.

Rute Pelayaran dan Jadwal Operasional

Dua kapal Pelni yang beroperasi akan melakukan pelayaran penting jelang Lebaran, masing-masing pada 11 dan 16 Maret. Rutenya mencakup Nunukan, Pantoloan, Balikpapan, Pare Pare, Makassar, Bau Bau, Maumere, hingga Larantuka. Jadwal ini diatur agar arus mudik tetap lancar dan tidak menimbulkan antrean panjang di pelabuhan.

Dengan rute yang luas dan pengaturan jadwal yang matang, Pelni memastikan layanan tetap terkoordinasi, meskipun jumlah penumpang tidak setinggi tahun lalu. Hal ini menjadi bukti kesiapan operator transportasi laut menghadapi dinamika perjalanan mudik.

Peningkatan Layanan untuk Kenyamanan Penumpang

Selain penambahan kapasitas, Pelni juga menekankan kenyamanan selama perjalanan. Meskipun terjadi penurunan penumpang, kualitas layanan tetap dijaga agar semua penumpang menikmati perjalanan laut yang aman. Pengelolaan fasilitas kapal dan layanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Pelni juga berkomitmen memberikan informasi terkini melalui berbagai kanal agar calon penumpang dapat merencanakan perjalanan secara tepat. Informasi terkait kuota tiket, jadwal keberangkatan, dan fasilitas kapal disampaikan secara transparan.

Strategi Pelni Menyikapi Tren Penurunan Penumpang

Penurunan penumpang hingga 20 persen menjadi perhatian utama Pelni Nunukan. Melalui diskon tiket, penambahan kapasitas, dan koordinasi jadwal, perusahaan berupaya menjaga volume penumpang tetap optimal. Strategi ini diharapkan mampu meminimalkan dampak penurunan sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

Dengan langkah-langkah ini, Pelni berharap arus mudik Lebaran 2026 tetap lancar, aman, dan nyaman. Meski jumlah penumpang menurun dibandingkan tahun sebelumnya, layanan transportasi laut tetap dapat diandalkan bagi masyarakat Nunukan dan sekitarnya.

Terkini