Cara Membuat Buras Kukus Gurih Tradisional Khas Sulawesi Mudah Praktis Rumahan

Rabu, 11 Maret 2026 | 10:12:21 WIB
Cara Membuat Buras Kukus Gurih Tradisional Khas Sulawesi Mudah Praktis Rumahan

JAKARTA - Buras kukus dikenal sebagai salah satu hidangan tradisional yang memiliki cita rasa khas dan tekstur lembut. 

Makanan ini terbuat dari olahan beras yang dimasak dengan santan lalu dibungkus menggunakan daun pisang.

Aroma daun pisang yang berpadu dengan gurihnya santan menciptakan rasa yang sangat menggugah selera. Tak heran jika buras sering menjadi pelengkap berbagai hidangan khas Nusantara.

Di beberapa daerah, terutama di Sulawesi Selatan, buras memiliki nilai budaya yang kuat. Hidangan ini tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.

Buras sering disajikan dalam berbagai acara penting seperti perayaan keluarga hingga hari besar keagamaan. Kehadirannya melambangkan kebersamaan serta keramahan saat menjamu tamu.

Selain memiliki rasa yang khas, cara membuat buras kukus juga cukup sederhana. Bahan yang digunakan pun mudah ditemukan di dapur rumah tangga.

Dengan mengikuti langkah yang tepat, siapa pun dapat membuat buras kukus yang pulen, gurih, dan nikmat untuk disantap bersama keluarga.

Bahan Utama yang Dibutuhkan untuk Membuat Buras Kukus

Persiapan bahan merupakan langkah awal dalam membuat buras kukus. Bahan-bahan ini akan menentukan cita rasa dan tekstur buras yang dihasilkan.

Beras: 1 kg beras pulen.
Santan kental: 1,5 liter santan kental dari 1 butir kelapa besar atau 900 gram santan dari 1 butir kelapa parut. Beberapa resep juga menyebutkan 2 liter santan dari 1 butir kelapa.
Garam: 2 sendok makan garam atau secukupnya.

Daun salam: 2–3 lembar daun salam.
Daun pandan: 2 lembar daun pandan, dipotong-potong.
Serai: 1 batang serai, dimemarkan.

Daun pisang: Secukupnya untuk membungkus. Daun pisang muda disarankan.
Tali: Tali rafia atau benang kasur untuk mengikat.

Semua bahan tersebut berperan penting dalam menciptakan buras dengan rasa gurih dan aroma yang khas. Kombinasi santan serta rempah sederhana membuat hidangan ini semakin lezat.

Tahapan Proses Membuat Buras Kukus Tradisional

Proses pembuatan buras kukus melibatkan beberapa tahapan penting. Setiap tahapan memiliki peran dalam menghasilkan buras dengan tekstur yang tepat.

Langkah pertama dimulai dengan membersihkan beras hingga benar-benar bersih. Setelah itu, beras ditiriskan sebelum dimasak.

Cuci Beras dan Kukus Setengah Matang:
Cuci beras hingga bersih lalu tiriskan. Kukus beras hingga setengah matang selama kurang lebih 20 menit.

Masak Santan dan Campurkan ke Beras:
Masak santan bersama daun salam, daun pandan, serai, dan garam hingga mendidih.

Setelah beras setengah matang, masukkan beras ke dalam wadah bersih. Tuangkan santan yang sudah dimasak ke dalam beras lalu aduk hingga meresap.

Proses ini dikenal dengan istilah mengaron dalam teknik memasak tradisional.

Diamkan Nasi Aron:
Tutup wadah dan biarkan nasi aron selama sekitar 10 menit agar santan benar-benar meresap.

Beberapa resep juga menyarankan menumbuk nasi menggunakan cobek agar tekstur buras menjadi lebih lembut.

Bungkus dengan Daun Pisang:
Siapkan daun pisang yang sudah dilayukan agar tidak mudah sobek.

Ambil sekitar dua hingga tiga sendok makan nasi aron kemudian letakkan di atas daun pisang.

Bungkus nasi membentuk persegi atau pipih memanjang sesuai bentuk khas buras.

Ikat Buras:
Ambil dua bungkus buras kemudian tempelkan kedua sisi lipatannya.

Ikat menggunakan tali rafia atau benang katun hingga kedua bungkus menyatu dengan rapi.

Pastikan ikatan cukup kuat agar buras tidak terbuka saat dimasak.

Kukus Buras:
Susun buras yang sudah diikat ke dalam dandang panas.

Kukus buras selama sekitar 40 menit hingga satu jam hingga matang sempurna.

Beberapa resep bahkan menyebutkan proses memasak dapat berlangsung lebih lama agar teksturnya benar-benar lembut.

Tips Agar Buras Kukus Pulen dan Gurih

Untuk menghasilkan buras kukus yang berkualitas, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan selama proses memasak.

Tips ini akan membantu menghasilkan buras dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang maksimal.

Pilih Beras Berkualitas:
Gunakan beras pulen dengan kualitas baik agar buras tidak mudah hancur dan memiliki tekstur lembut.

Perbandingan Santan Tepat:
Pastikan perbandingan beras dan santan sesuai agar buras tidak terlalu lembek atau terlalu keras.

Aduk Nasi Aron Secara Merata:
Saat proses mengaron, aduk campuran beras dan santan secara merata agar santan tidak pecah.

Layukan Daun Pisang:
Daun pisang perlu dilayukan terlebih dahulu agar lebih lentur dan tidak mudah sobek saat digunakan.

Pembungkusan yang Rapi:
Bungkus nasi dengan rapi tetapi tidak terlalu padat agar nasi dapat mengembang sempurna.

Waktu Memasak yang Cukup:
Pastikan proses pengukusan berlangsung cukup lama agar buras benar-benar matang dan tahan lebih lama.

Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut, buras kukus yang dihasilkan akan memiliki tekstur pulen dan aroma yang khas.

Cara Menyimpan Buras Kukus Agar Tetap Segar

Penyimpanan buras yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas makanan ini. Cara penyimpanan yang benar juga dapat memperpanjang masa simpan buras.

Setelah buras matang, biarkan terlebih dahulu hingga dingin sebelum disimpan.

Penyimpanan pada Suhu Ruang:
Buras dapat bertahan sekitar 4–5 hari di suhu ruang jika proses pembuatannya benar.

Namun umumnya buras disarankan untuk dikonsumsi dalam waktu 24 jam agar tetap segar.

Penyimpanan di Lemari Es:
Untuk penyimpanan jangka pendek, buras bisa disimpan di lemari es selama 3–4 hari.

Pastikan buras dimasukkan ke dalam wadah tertutup agar kualitasnya tetap terjaga.

Penyimpanan dalam Freezer:
Buras juga dapat disimpan lebih lama dengan cara dibekukan.

Bungkus buras menggunakan plastik wrap atau wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke freezer.

Cara Menghangatkan Kembali:
Buras yang sudah disimpan dapat dipanaskan kembali dengan cara dikukus selama beberapa menit.

Selain itu, buras juga bisa dipanaskan menggunakan microwave hingga kembali hangat.

Dengan cara penyimpanan yang tepat, buras kukus dapat dinikmati kembali tanpa mengurangi kelezatannya.

Terkini