JAKARTA - Cendol dikenal sebagai minuman tradisional yang sangat digemari karena rasanya yang manis dan menyegarkan.
Minuman ini biasanya disajikan dengan santan, gula merah cair, serta es yang membuatnya semakin nikmat saat diminum.
Namun di balik kesegarannya, cendol memiliki kelemahan yaitu mudah rusak jika tidak disimpan dengan benar. Banyak orang mendapati cendol cepat berubah tekstur atau bahkan menimbulkan bau tidak sedap setelah beberapa waktu.
Karena itu, pemahaman mengenai cara penyimpanan yang tepat menjadi hal penting. Dengan metode penyimpanan yang benar, kesegaran cendol dapat dipertahankan lebih lama.
Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, cara ini juga sangat berguna bagi pelaku usaha minuman tradisional. Dengan penyimpanan yang baik, kualitas produk tetap terjaga saat disajikan kepada pelanggan.
Asri Anggraeni (35), IRT sekaligus pelaku usaha minuman rumahan di Yogyakarta, berbagi pengalamannya tentang tips agar cendol tahan lama dengan liputan6 pada Senin. Wanita yang mulai berjualan aneka minuman sejak 2019 ini menjual es cendol kecebong homemade sebagai menu utamanya.
Berikut tips efektif agar cendol tahan lama dan tidak mudah rusak, sehingga Anda dapat menikmati minuman ini kapan saja dengan kesegaran maksimal.
Merendam Cendol dengan Air Matang Dingin
Setelah proses pembuatan cendol selesai, langkah penting berikutnya adalah merendamnya menggunakan air matang yang benar-benar dingin. Cara ini membantu menjaga bentuk serta tekstur cendol agar tetap kenyal.
Air dingin juga berfungsi mencegah butiran cendol saling menempel satu sama lain. Selain itu, proses pendinginan yang cepat membuat cendol lebih stabil ketika akan disimpan.
“Biar cendolnya tetap kenyal, harus langsung dikasih ke air bersih yang dingin setelah dicetak. Jangan sampe cendol nempel antara satu sama lain karena nanti bisa lembek," ujar Asri.
Proses ini juga membantu menghentikan pemasakan yang masih berlangsung pada adonan cendol. Dengan demikian teksturnya tidak berubah menjadi terlalu lembek.
Selain menjaga bentuk, perendaman juga membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang dapat merusak cendol. Mikroorganisme sering menjadi penyebab perubahan aroma dan rasa.
Dengan cara ini, cendol bisa tetap segar meskipun disimpan beberapa jam sebelum disajikan. Metode tersebut sangat membantu terutama bagi penjual minuman yang memproduksi cendol dalam jumlah banyak.
Penggunaan Wadah Penyimpanan yang Tepat
Selain teknik perendaman, wadah penyimpanan juga memiliki peran besar dalam menjaga kualitas cendol. Wadah yang digunakan sebaiknya berbahan food grade dengan penutup yang rapat.
Wadah kedap udara seperti toples atau kontainer plastik tertutup sangat direkomendasikan. Dengan wadah tersebut, cendol tidak mudah terkontaminasi bau dari makanan lain di dalam kulkas.
Penyimpanan dalam wadah tertutup juga membantu menjaga kelembapan alami cendol. Hal ini penting agar teksturnya tidak mengering ataupun berubah keras.
Sebaliknya, menyimpan cendol dalam wadah terbuka sebaiknya dihindari. Bau dari berbagai bahan makanan di dalam kulkas sangat mudah terserap oleh cendol.
Jika aroma asli cendol berubah, maka cita rasanya juga tidak lagi maksimal. Oleh karena itu pemilihan wadah yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas minuman ini.
Dengan penyimpanan yang baik, kesegaran cendol bisa dipertahankan lebih lama. Cara sederhana ini sering menjadi kunci utama bagi penjual minuman tradisional.
Penyimpanan Cendol dan Santan Secara Terpisah
Cendol paling ideal disimpan di bagian chiller kulkas, bukan di dalam freezer. Suhu dingin yang stabil di chiller membantu memperlambat proses pembusukan.
Penyimpanan pada suhu tersebut juga tidak merusak tekstur cendol yang kenyal. Jika disimpan di freezer, cendol justru bisa menjadi keras dan kurang nikmat saat dikonsumsi.
Untuk penyimpanan selama beberapa hari, chiller kulkas sudah cukup menjaga kualitasnya. Metode ini dapat membantu mempertahankan kesegaran cendol lebih lama.
Selain itu, santan yang digunakan sebagai kuah juga perlu diperlakukan secara khusus. Santan merupakan komponen yang paling cepat rusak dalam minuman cendol.
Jika santan harus disimpan, pastikan santan telah dimasak hingga mendidih terlebih dahulu. Setelah itu, santan perlu didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
“Untuk santannya, jangan terlalu lama dimasak atau ditaruh di suhu ruang, karena bisa cepat asam dan baunya tengik. Pokoknya santan dimasak bentar aja sampai mendidih, terus ditambah sedikit garam supaya rasanya lebih stabil, lebih gurih lagi.” jelas Asri.
Santan sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup yang terpisah dari cendol. Cara ini membantu menjaga kualitas masing-masing bahan.
Dengan metode tersebut, cendol dan kuah santan bisa dicampur saat akan disajikan. Hasilnya, rasa dan tekstur minuman tetap segar.
Menjaga Kebersihan dan Memeriksa Kualitas Cendol
Selama proses penyimpanan, air rendaman cendol juga perlu diganti secara berkala. Penggantian air ini membantu menjaga aroma tetap netral.
Air rendaman sebaiknya diganti minimal sekali dalam sehari. Pastikan air yang digunakan adalah air matang yang dingin.
Langkah ini sangat penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Air rendaman yang tidak diganti dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
Selain itu, cendol juga sebaiknya tidak disimpan dalam kondisi sudah tercampur dengan santan atau gula merah. Campuran tersebut bisa mempercepat proses fermentasi.
Fermentasi dapat menyebabkan munculnya bau tidak sedap. Oleh karena itu setiap komponen minuman sebaiknya disimpan secara terpisah.
Cara ini juga memudahkan ketika cendol akan disajikan kembali. Cukup mencampurkan bahan-bahan saat minuman akan diminum.
Meskipun sudah disimpan dengan baik, kondisi cendol tetap perlu diperiksa sebelum dikonsumsi. Perubahan warna, bau asam, atau munculnya lendir menjadi tanda bahwa cendol sudah tidak layak digunakan.
Cendol yang masih segar biasanya memiliki warna cerah serta aroma yang netral. Teksturnya juga tetap kenyal dan tidak berlendir.
Umumnya cendol dapat bertahan sekitar dua hingga tiga hari di dalam kulkas jika disimpan dengan benar. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa bertahan hingga beberapa hari lebih lama.
Namun untuk mendapatkan rasa terbaik, cendol sebaiknya dikonsumsi dalam waktu satu hingga dua hari setelah dibuat. Dengan begitu kesegaran minuman tradisional ini tetap terjaga.