Rekomendasi Tempat Sahur Dekat Masjid UGM Yogyakarta Favorit Mahasiswa Saat Ramadan

Jumat, 13 Maret 2026 | 11:56:02 WIB
Rekomendasi Tempat Sahur Dekat Masjid UGM Yogyakarta Favorit Mahasiswa Saat Ramadan

JAKARTA - Bulan Ramadan selalu membawa suasana yang berbeda di berbagai kawasan, termasuk di sekitar kampus. 

Aktivitas mahasiswa yang biasanya padat pada siang hari berubah menjadi lebih hidup pada malam hingga dini hari. Hal ini juga terlihat jelas di sekitar kawasan Universitas Gadjah Mada yang tetap ramai menjelang waktu sahur.

Kawasan di sekitar Masjid Kampus UGM menjadi salah satu titik yang tidak pernah benar-benar sepi selama Ramadan. Mahasiswa, pekerja malam, hingga warga sekitar kerap memanfaatkan waktu malam untuk beribadah, belajar, atau sekadar berkumpul sebelum sahur. Kehadiran berbagai tempat makan yang tetap buka hingga dini hari membuat aktivitas tersebut semakin hidup.

Menjelang waktu sahur, banyak warung makan hingga restoran yang sengaja memperpanjang jam operasionalnya untuk melayani pelanggan. Hal ini tentu sangat membantu mahasiswa perantau yang tinggal di kos sekitar kampus dan membutuhkan makanan sebelum memulai puasa.

Pilihan kuliner yang tersedia juga cukup beragam. Mulai dari makanan rumahan sederhana, hidangan khas Jawa, hingga makanan pedas yang menjadi favorit anak muda. Tidak sedikit mahasiswa yang rela keluar dari kamar kos demi mencari makanan hangat yang mudah dijangkau dari area kampus.

Kuliner Malam di Sekitar Kampus UGM Selalu Ramai Saat Ramadan

Kawasan sekitar Universitas Gadjah Mada dikenal sebagai salah satu pusat kuliner malam di Yogyakarta. Ketika Ramadan tiba, aktivitas kuliner di daerah ini justru semakin meningkat karena banyak orang mencari tempat makan untuk sahur.

Mahasiswa yang tinggal di kos sekitar kampus sering menjadikan kegiatan berburu sahur sebagai rutinitas tersendiri. Mereka biasanya keluar bersama teman-teman untuk mencari makanan hangat sebelum waktu imsak tiba.

Tidak hanya mahasiswa, beberapa pekerja malam dan warga sekitar juga memanfaatkan warung-warung makan yang tetap buka hingga dini hari. Suasana tersebut membuat kawasan di sekitar Masjid Kampus UGM terasa hidup bahkan saat sebagian besar kota masih terlelap.

Beragam pilihan tempat makan yang tersedia juga membuat kawasan ini menjadi destinasi kuliner sahur yang cukup populer, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.

Soto Sampah Kranggan Jadi Tujuan Sahur Favorit

Salah satu tempat makan yang sering disebut ketika membahas kuliner malam di Yogyakarta adalah Soto Sampah yang berada di kawasan Kranggan. Tempat ini sudah lama dikenal sebagai destinasi kuliner malam yang selalu ramai pengunjung.

Warung soto ini terkenal karena menyajikan soto dengan isian yang melimpah serta harga yang relatif terjangkau bagi mahasiswa. Banyak mahasiswa dari kawasan sekitar kampus UGM sengaja datang ke tempat ini untuk menikmati semangkuk soto hangat sebelum memulai puasa.

Menu yang disajikan biasanya berupa soto ayam dengan kuah gurih yang menggugah selera. Selain itu tersedia pula berbagai lauk tambahan seperti sate usus, tempe goreng, hingga telur yang bisa dipilih sesuai selera.

Kombinasi harga terjangkau dan porsi yang cukup membuat tempat ini menjadi salah satu pilihan sahur yang populer di kalangan mahasiswa.

Tempat Makan Sederhana yang Ramah Mahasiswa

Selain Soto Sampah, kawasan Gejayan juga memiliki tempat makan sederhana yang sering menjadi tujuan mahasiswa untuk sahur, yaitu Nasi Teri Pojok Gejayan. Warung ini dikenal karena menawarkan menu sederhana dengan harga yang ramah bagi kantong mahasiswa.

Menu utama yang disajikan berupa nasi dengan lauk teri, telur, serta beberapa tambahan sederhana lainnya. Meski terlihat sederhana, porsinya cukup mengenyangkan sehingga cocok untuk sahur sebelum menjalani puasa.

Tidak jauh dari kawasan kampus, Ayam Geprek Bu Bagong juga menjadi pilihan favorit bagi penggemar makanan pedas. Warung ini menyajikan ayam goreng tepung yang digeprek dengan sambal segar dan disajikan bersama nasi hangat.

Lokasinya yang dekat dengan area kampus membuat tempat ini sering menjadi titik berkumpul mahasiswa yang ingin menikmati makanan pedas sebelum sahur.

Restoran dan Warmindo yang Buka Sepanjang Hari

Bagi mereka yang ingin menikmati sahur dengan suasana berbeda, Raminten’s Kitchen bisa menjadi pilihan menarik. Tempat makan ini dikenal dengan konsep kuliner khas Jawa yang unik serta suasana lesehan yang nyaman.

Restoran ini juga memiliki keunggulan karena buka selama dua puluh empat jam. Dengan begitu, pengunjung tidak perlu khawatir datang terlalu larut saat mencari makanan sahur.

Selain restoran, warmindo atau warung makan Indomie juga menjadi pilihan praktis bagi mahasiswa. Salah satu yang cukup populer adalah Warmindo Emut Bae yang berada di kawasan Jalan Lembah UGM.

Warung ini menyajikan berbagai menu sederhana seperti Indomie rebus, Indomie goreng, nasi telur, serta minuman hangat. Jam operasionalnya yang buka sepanjang hari membuat tempat ini hampir tidak pernah sepi pada malam hari.

Tempat Sahur Favorit Anak Rantau di Sekitar Kampus

Warmindo lain yang juga cukup dikenal di kalangan mahasiswa adalah Warmindo Entong UGM yang berada di Gang Mataram dekat area kampus. Tempat makan sederhana ini sering menjadi pilihan praktis bagi mahasiswa perantau yang tinggal di sekitar kampus.

Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari mie instan dengan berbagai topping hingga nasi goreng sederhana. Minuman seperti kopi dan teh panas juga menjadi pilihan yang cocok untuk menemani sahur.

Selain itu, Maverick Chicken n Coffee juga menjadi salah satu tempat makan yang sedang populer di kalangan anak muda. Tempat ini dikenal dengan menu ayam boneless yang praktis dimakan dengan bumbu yang meresap.

Lokasinya berada di Jalan Kaliurang dekat kawasan UGM sehingga mudah dijangkau dari Masjid Kampus. Tempat ini juga buka selama dua puluh empat jam sehingga pengunjung dapat datang kapan saja, termasuk saat dini hari.

Kawasan Gejayan dan Monjali Jadi Pusat Kuliner Sahur

Selain tempat makan yang sudah dikenal luas, kawasan Gejayan dan Monjali juga dipenuhi berbagai warung kuliner malam selama Ramadan. Banyak pedagang membuka lapak hingga dini hari untuk melayani pelanggan yang mencari makanan sahur.

Keberadaan warung-warung tersebut membuat mahasiswa dan warga sekitar tidak kesulitan mencari makanan sebelum imsak. Pilihan menu yang tersedia pun cukup beragam.

Mulai dari nasi goreng, mie goreng, hingga berbagai lauk rumahan sederhana bisa ditemukan dengan mudah di kawasan ini. Harga yang relatif terjangkau juga membuat tempat-tempat tersebut semakin diminati.

Dengan banyaknya pilihan kuliner yang tersedia, kawasan sekitar Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu pusat aktivitas sahur yang paling hidup di Yogyakarta selama bulan Ramadan.

Terkini