JAKARTA - Pemanfaatan energi panas bumi kembali mendapat perhatian sebagai solusi transisi energi nasional.
Pengamat menilai sumber energi ini memiliki potensi besar. Indonesia dinilai memiliki keunggulan dibanding negara lain. Hal tersebut karena cadangan panas bumi yang melimpah. Potensi tersebut dinilai mampu mempercepat peralihan menuju energi bersih.
Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies Ali Ahmudi Achyak menegaskan peran strategis panas bumi. Menurutnya, pembangkit listrik tenaga panas bumi dapat menjadi pendorong transisi energi. Ia menyebut panas bumi berpotensi menjadi game changer. Indonesia memiliki salah satu cadangan terbesar di dunia. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan energi terbarukan.
“Panas bumi bisa menjadi game changer, terutama karena Indonesia memiliki salah satu cadangan terbesar di dunia,” kata Ali. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pemanfaatan sumber energi domestik. Selain ramah lingkungan, panas bumi juga stabil. Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bergantung cuaca. Hal ini membuatnya cocok sebagai penopang sistem kelistrikan.
Target peningkatan energi baru terbarukan nasional
Pemerintah telah menetapkan target ambisius pengembangan energi baru terbarukan. Target tersebut tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Dalam periode 2025 hingga 2034, kapasitas pembangkit EBT ditargetkan meningkat signifikan. Peningkatan ini mencapai 76 persen dari total penambahan. Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen transisi energi.
Dari total kapasitas pembangkit EBT sebesar 42,1 gigawatt, panas bumi memiliki porsi tersendiri. Pemerintah merencanakan kapasitas panas bumi sebesar 5,2 gigawatt. Angka tersebut menempatkan panas bumi sebagai kontributor penting. Pengembangan ini juga memperkuat diversifikasi energi nasional. Dengan demikian ketergantungan pada energi fosil berkurang.
Ali menyampaikan bahwa dalam skenario tersebut panas bumi berperan strategis. Energi ini dinilai mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan. Selain itu, panas bumi juga membantu menekan emisi karbon. Peran ganda tersebut membuatnya penting dalam transisi energi. Stabilitas pasokan menjadi nilai tambah utama.
Kontribusi panas bumi terhadap keandalan sistem listrik
Panas bumi dikenal sebagai sumber energi baseload. Artinya energi ini dapat beroperasi secara kontinu. Hal ini berbeda dengan tenaga surya dan angin. Kedua energi tersebut bergantung pada kondisi alam. Oleh karena itu, panas bumi dinilai mampu menjaga stabilitas jaringan listrik.
Keandalan tersebut penting dalam mendukung pertumbuhan energi terbarukan. Sistem kelistrikan membutuhkan pasokan yang stabil. Dengan adanya panas bumi, integrasi energi bersih menjadi lebih mudah. Selain itu, pembangkit ini menghasilkan emisi karbon rendah. Hal ini mendukung target dekarbonisasi nasional.
Ali juga menyoroti tren positif pengembangan panas bumi nasional. Salah satu indikatornya berasal dari kinerja Pertamina Geothermal Energy. Perusahaan tersebut mencatat peningkatan kapasitas terpasang. Hal ini menunjukkan kemajuan nyata sektor panas bumi. Pengembangan berkelanjutan dinilai dapat mempercepat transisi energi.
Tren positif kapasitas terpasang panas bumi
Kapasitas terpasang Pertamina Geothermal Energy kini mencapai 727 megawatt. Angka tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya sebesar 672 megawatt. Peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi industri energi terbarukan. Tren tersebut menunjukkan investasi terus berjalan. Pengembangan panas bumi juga semakin menarik.
Ali menilai peningkatan kapasitas tersebut berdampak signifikan. Jika kinerja seperti ini terus dijaga, transisi energi dapat dipercepat. Perluasan proyek panas bumi menjadi faktor kunci. Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi penting.
“Jika kinerja seperti ini terus dijaga dan diperluas, bukan tidak mungkin transisi energi akan berjalan lebih agresif,” ucap Ali. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya konsistensi pengembangan. Investasi yang berkelanjutan dapat mempercepat target energi bersih. Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkannya.
Fondasi menuju kemandirian energi berkelanjutan
Di tengah dinamika global, transisi energi menjadi kebutuhan mendesak. Banyak negara berlomba mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Indonesia memiliki peluang mempercepat langkah tersebut. Potensi panas bumi menjadi salah satu kekuatan utama. Pemanfaatan optimal dapat memperkuat ketahanan energi nasional.
Ali menyebut keberhasilan pengembangan panas bumi sebagai contoh nyata. Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk transisi energi. Potensi yang besar belum sepenuhnya tergarap. Hal ini membuka peluang ekonomi sekaligus strategi jangka panjang. Pengembangan energi bersih menjadi semakin penting.
“Dengan potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya, panas bumi bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga strategi jangka panjang menuju kemandirian energi yang berkelanjutan,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan manfaat ganda panas bumi. Selain mendukung ekonomi, energi ini ramah lingkungan. Indonesia dapat memanfaatkannya untuk masa depan energi.