Transformasi Lapas: Bukan Lagi Sekadar Penjara

Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:41:01 WIB
Dirjen Pemasyarakatan Beberkan Wajah Baru Lapas. (Foto: NET)

JAKARTA - Sistem pemasyarakatan di tanah air sedang mengalami pergeseran paradigma yang cukup besar. Pemerintah saat ini mengutamakan pola pembinaan yang lebih manusiawi dengan fokus pada pemulihan sosial, alih-alih sekadar menerapkan hukuman. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, dalam Diskusi Publik bertema "Transformasi Lapas dalam Mewujudkan Pemasyarakatan Modern yang Berkeadilan Sosial" di Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Mashudi memaparkan kepada ratusan mahasiswa bahwa lapas tidak lagi sekadar menjalankan fungsi eksekusi putusan pengadilan. Saat ini, pemasyarakatan difungsikan sebagai elemen krusial dalam memulihkan pelaku tindak pidana agar dapat kembali berkontribusi secara produktif bagi masyarakat. 

Menurutnya, konsep pemidanaan modern lebih mengutamakan pembinaan dan reintegrasi sosial. 

"Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan sistem yang semata-mata berfokus pada pemberian hukuman," katanya. 

Sebagai bentuk nyata reformasi, pemerintah mulai mengedepankan pidana alternatif seperti pengawasan dan kerja sosial guna menekan ketergantungan pada kurungan penjara, sehingga pemenjaraan menjadi langkah pamungkas.

Pada agenda yang sama, Deputi Rehabilitasi BNN, Bina Ampera Bukit, menegaskan bahwa rehabilitasi bagi pecandu narkoba adalah komponen vital dalam pemulihan yang utuh. 

Ia berpendapat bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya dilihat dari berhentinya penggunaan narkotika, tetapi juga sejauh mana individu mampu berbaur kembali dengan masyarakat.

Di sisi lain, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Lisda Syamsumardian, menyoroti kendala klasik sistem pemasyarakatan nasional, yakni masalah kelebihan kapasitas atau overkapasitas

Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat efektivitas program pembinaan dan meningkatkan potensi residivisme. Ia menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan agar sistem pemasyarakatan Indonesia kian selaras dengan nilai-nilai Pancasila yang sangat menghargai martabat manusia. 

Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut menarik perhatian luas dari para mahasiswa, yang antusias mengajukan pertanyaan kritis mengenai kondisi lapas, efektivitas pembinaan, serta masa depan reformasi pemasyarakatan.

Terkini