Kredit KUR dari BRI Dinilai Efektif Dorong UMKM dan Kurangi Ketimpangan Ekonomi Wilayah

Minggu, 27 April 2025 | 11:50:56 WIB

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir triwulan pertama tahun 2025, BRI tercatat telah menyalurkan KUR sebesar Rp42,23 triliun, yang mencakup 24,13% dari total alokasi KUR nasional tahun 2025 sebesar Rp175 triliun yang ditetapkan oleh pemerintah.

Penyaluran KUR oleh BRI selama periode Januari hingga Maret 2025 telah memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 975 ribu debitur dari berbagai wilayah di Indonesia telah memperoleh akses pembiayaan produktif ini untuk mengembangkan usahanya.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa KUR merupakan salah satu instrumen strategis dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penyaluran KUR yang berfokus pada sektor produktif merupakan bentuk keberpihakan nyata BRI terhadap pembangunan ekonomi nasional. BRI meyakini bahwa pembiayaan yang tepat sasaran dapat menciptakan multiplier effect yang signifikan, khususnya dalam mendorong kemandirian usaha dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Hendy dalam keterangannya di Jakarta, Senin 19 Mei.

Fokus ke Sektor Produktif dan Pertanian

Dalam realisasi penyaluran KUR tersebut, BRI menyalurkan 62,43% kreditnya ke sektor-sektor produktif, yang dinilai mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Di antara sektor produktif tersebut, sektor pertanian menempati posisi teratas dengan total penyaluran mencapai Rp18,09 triliun.

Fokus terhadap sektor pertanian menunjukkan keberpihakan BRI dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus menjawab tantangan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan di dalam negeri.

“Dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, serta mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Hal ini sekaligus menunjukkan peran BRI dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan inklusif,” ungkap Hendy lebih lanjut.

Langkah BRI dalam memperluas penyaluran KUR ke sektor produktif, khususnya pertanian, juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor serta meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.

Kualitas Kredit Tetap Terjaga

Meski ekspansi KUR dilakukan secara masif, BRI tetap konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko kredit. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) KUR yang tercatat sebesar 2,29% per Maret 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa portofolio kredit BRI masih berada dalam kategori sehat dan terkendali.

Manajemen risiko yang kuat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas bisnis dan keberlanjutan program pembiayaan UMKM secara nasional. BRI juga terus meningkatkan edukasi finansial dan pendampingan usaha bagi para debitur agar dapat menggunakan kredit secara produktif dan tepat guna.

Perluasan Akses Pembiayaan Inklusif

Penyaluran KUR oleh BRI juga memiliki dampak luas dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif. Dengan menyasar pelaku UMKM di berbagai pelosok negeri, BRI membantu masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan keuangan formal agar bisa mendapatkan akses terhadap modal usaha dengan bunga ringan dan tenor yang fleksibel.

Upaya ini sangat relevan dengan tujuan inklusi keuangan nasional yang diusung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, yang menargetkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan dan daerah tertinggal.

Hingga saat ini, BRI telah menjangkau lebih dari 96% wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil, melalui jaringan unit kerja mikro seperti BRI Unit, Teras BRI, hingga Agen BRILink. Dengan infrastruktur ini, BRI tidak hanya menjadi lembaga keuangan, tetapi juga agen pembangunan di tengah masyarakat.

Dampak Ekonomi dan Sosial

KUR tidak hanya memberikan akses modal bagi UMKM, tetapi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang memperoleh pembiayaan, maka akan semakin banyak pula lapangan kerja yang tercipta, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran.

Kredit yang disalurkan ke sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan industri kecil juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada akhirnya memperkuat struktur ekonomi nasional dari bawah.

Selain itu, KUR juga berkontribusi terhadap pemerataan pembangunan ekonomi dan pengurangan kesenjangan sosial, karena dana yang disalurkan menyasar masyarakat kecil yang memiliki potensi untuk berkembang namun terkendala akses modal.

Komitmen Berkelanjutan BRI dalam Mendorong UMKM

BRI menegaskan bahwa KUR bukan sekadar instrumen bisnis, tetapi juga bagian dari komitmen sosial dan nasionalisme korporasi dalam membangun Indonesia. Melalui pendekatan yang inklusif dan fokus pada sektor produktif, BRI terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi dan menghadapi tantangan global.

Di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital, BRI juga terus mengembangkan layanan digital untuk mendukung kemudahan akses KUR, seperti melalui aplikasi BRImo, BRISPOT, dan ekosistem digital lainnya yang menyasar pelaku UMKM.

Dengan penyaluran KUR senilai Rp42,23 triliun kepada hampir 1 juta debitur dalam tiga bulan pertama tahun 2025, BRI membuktikan perannya sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada pemberdayaan rakyat kecil. Komitmen terhadap sektor produktif, khususnya pertanian, serta pendekatan risiko yang prudent menjadikan BRI sebagai pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Terkini