Bukukan Laba Rp13,8 Triliun, BRI Fokus Memberdayakan UMKM Melalui Digitalisasi dan Ekspansi Jaringan AgenBRILink di Tengah Gejolak Global

Kamis, 15 Mei 2025 | 12:21:59 WIB

JAKARTA  -  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan kinerja impresif meski ekonomi global berada dalam tekanan. Pada kuartal pertama tahun 2025, BRI berhasil meraih laba bersih konsolidasian sebesar Rp13,80 triliun. Raihan ini tak lepas dari strategi fokus BRI pada segmen UMKM serta penguatan digitalisasi layanan keuangan.

Dalam konferensi pers Kinerja Keuangan Triwulan I 2025 yang dipimpin Direktur Utama Hery Gunardi bersama jajaran direksi, disebutkan bahwa total aset BRI mencapai Rp2.098,23 triliun, naik 5,49% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Fokus kami pada sektor domestik menjadikan BRI relatif terlindungi dari dampak eksternal seperti perang tarif. Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat berkat konsumsi domestik yang stabil," ujar Hery Gunardi. Ia juga menekankan bahwa upaya diplomasi dagang Indonesia dengan Amerika Serikat berpotensi menciptakan kondisi yang lebih kondusif.

Performa kredit BRI tetap sehat, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp1.373,66 triliun. Direktur Micro, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa 81,97% dari total kredit atau Rp1.126,02 triliun disalurkan untuk sektor UMKM. "Ini menunjukkan komitmen kami dalam memberdayakan pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional," ujarnya.

AgenBRILink menjadi salah satu kontributor penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Program ini kini memiliki 1,2 juta agen yang menjangkau lebih dari 67 ribu desa. Volume transaksi mencapai Rp423 triliun, atau naik hampir 50% dibanding tahun lalu.

Kualitas aset juga membaik, sebagaimana dipaparkan Direktur Manajemen Risiko, Mucharom. "NPL kami membaik menjadi 2,97%, dan LAR turun ke 11,12%. Rasio pencadangan NPL sebesar 200,60% memberikan ruang aman bagi BRI untuk menghadapi potensi risiko global," jelasnya.

Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) turut memperkuat struktur pendanaan bank. Aquarius Rudianto, Direktur Network & Retail Funding, menjelaskan bahwa DPK mencapai Rp1.421,60 triliun, dengan proporsi dana murah (CASA) mencapai 65,77%. "Super App BRImo menjadi katalis utama, dengan lebih dari 40 juta pengguna dan nilai transaksi hampir Rp1.600 triliun," katanya.

Perluasan ekosistem digital BRI juga terlihat dari jangkauan QRIS yang kini digunakan oleh 4,3 juta merchant serta 344 ribu merchant EDC yang mendukung sistem pembayaran non-tunai.

Dari sisi permodalan, Direktur Finance & Strategy, Viviana Dyah Ayu, memastikan bahwa posisi keuangan BRI dalam kondisi solid. "LDR kami 86,03% dan CAR sebesar 24,03%. Ini menjadi modal penting untuk terus berekspansi secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika global," tuturnya.

Didukung lebih dari 36.600 tenaga pemasar dan jaringan luas yang menjangkau seluruh pelosok negeri, BRI juga mengelola 221 juta rekening simpanan dan 211 ribu pengguna layanan korporasi QLola.

"Dengan landasan yang kuat, transformasi menuju universal banking akan memperluas jangkauan layanan kami. Kinerja ini menegaskan kesiapan kami dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Hery Gunardi.

Terkini