KUR Jadi Bukti Kontribusi BRI terhadap Transformasi Ekonomi yang Inklusif, Digital, dan Tangguh bagi UMKM

Kamis, 15 Mei 2025 | 13:36:29 WIB

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional berbasis ekonomi kerakyatan. Hingga akhir Triwulan I tahun 2025, bank pelat merah ini telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp42,23 triliun, atau setara dengan 24,13% dari total alokasi nasional KUR tahun ini yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp175 triliun.

Penyaluran KUR tersebut diberikan kepada lebih dari 975 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Capaian ini mencerminkan keberhasilan BRI dalam mengoptimalkan akses pembiayaan yang inklusif, menjangkau berbagai lapisan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di wilayah pedesaan dan pelosok yang sebelumnya belum terlayani secara optimal oleh layanan keuangan formal.

Fokus Penyaluran ke Sektor Produktif, Pertanian Jadi Prioritas

Tak hanya fokus pada jumlah penyaluran, BRI juga secara strategis mengarahkan KUR ke sektor-sektor produktif yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Tercatat, dari total penyaluran KUR hingga Maret 2025, 62,43% disalurkan ke sektor produksi, yang mencakup sektor pertanian, perikanan, industri, serta jasa-jasa produktif lainnya.

Dari berbagai sektor tersebut, sektor pertanian menjadi penerima alokasi terbesar, yakni mencapai Rp18,09 triliun. Penyaluran tersebut menegaskan keberpihakan BRI terhadap ketahanan pangan nasional dan pembangunan ekonomi pedesaan.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa penyaluran KUR ke sektor-sektor produktif merupakan bagian dari strategi utama perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penyaluran KUR yang berfokus pada sektor produktif merupakan bentuk keberpihakan nyata BRI terhadap pembangunan ekonomi nasional. BRI meyakini bahwa pembiayaan yang tepat sasaran dapat menciptakan multiplier effect yang signifikan, khususnya dalam mendorong kemandirian usaha dan membuka lapangan pekerjaan,” ungkap Hendy dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin 19 Mei 2025.

Dorong Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani

Lebih lanjut, Hendy menegaskan bahwa fokus pada sektor pertanian bukanlah langkah kebetulan, melainkan bagian integral dari strategi jangka panjang BRI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah saat ini.

“Dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, serta mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Hal ini sekaligus menunjukkan peran BRI dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan inklusif,” ujar Hendy.

Dengan menyasar sektor-sektor riil, terutama pertanian, BRI tidak hanya berupaya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang luas, seperti mengurangi kesenjangan ekonomi antara kota dan desa, serta meningkatkan daya beli masyarakat di perdesaan.

Tetap Jaga Kualitas Kredit Meski Penyaluran Masif

Meskipun penyaluran KUR dilakukan secara masif, BRI tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko kredit. Per Maret 2025, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dari portofolio KUR BRI tercatat di angka 2,29%.

Angka ini menunjukkan bahwa penyaluran KUR tetap berada dalam koridor yang sehat dan terkendali. Penerapan manajemen risiko yang ketat menjadi salah satu kunci keberhasilan BRI dalam menjaga kualitas kredit agar tetap stabil, sekaligus memastikan keberlanjutan program pembiayaan bagi UMKM.

Selain itu, BRI juga aktif memberikan pendampingan dan edukasi keuangan kepada para debitur, agar dana KUR dapat dimanfaatkan secara produktif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan UMKM secara menyeluruh, bukan sekadar pemberian modal.

Dukung Inklusi Keuangan hingga Pelosok Negeri

Dengan jaringan layanan yang luas, BRI memiliki keunggulan dalam menjangkau masyarakat hingga ke daerah pelosok. Melalui lebih dari 9.000 unit kerja mikro, termasuk Teras BRI, BRI Unit, dan Agen BRILink, serta pemanfaatan teknologi digital seperti BRISPOT dan BRImo, BRI memastikan bahwa akses pembiayaan KUR dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan proses pengajuan hingga pencairan KUR menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien, sekaligus mendukung inisiatif digitalisasi sistem perbankan nasional. Transformasi ini juga membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan literasi digital dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan ekonomi digital.

Komitmen Jangka Panjang terhadap UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Program Kredit Usaha Rakyat oleh BRI bukan sekadar upaya perbankan menyalurkan pinjaman, tetapi merupakan komitmen jangka panjang untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan Indonesia. Melalui pembiayaan yang merata, inklusif, dan tepat sasaran, BRI berupaya mendorong transformasi UMKM menjadi lebih mandiri, modern, dan berdaya saing tinggi.

KUR menjadi salah satu instrumen utama dalam mendorong inklusi keuangan, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas usaha kecil, serta memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat lokal dan nasional. Dengan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan ekosistem UMKM, BRI memastikan bahwa sektor usaha kecil menjadi pilar penting dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Kinerja BRI dalam penyaluran KUR pada Triwulan I 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif. Dengan total penyaluran mencapai Rp42,23 triliun kepada hampir 1 juta pelaku UMKM, dan dengan alokasi terbesar ke sektor pertanian, BRI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang berkontribusi besar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan ketahanan pangan nasional.

Ke depan, BRI akan terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas penyaluran KUR agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia. Melalui pendekatan yang inklusif, digital, dan produktif, BRI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional berbasis rakyat.

Terkini