Asri Karya Lestari

Asri Karya Lestari Perluas Bisnis Infrastruktur Nasional Setelah Masuknya Pengendali Baru

Asri Karya Lestari Perluas Bisnis Infrastruktur Nasional Setelah Masuknya Pengendali Baru
Asri Karya Lestari Perluas Bisnis Infrastruktur Nasional Setelah Masuknya Pengendali Baru

JAKARTA - Masuknya pemegang saham pengendali baru menjadi titik balik arah pengembangan bisnis PT Asri Karya Lestari Tbk. 

Emiten berkode saham ASLI ini kini mempersiapkan langkah ekspansi yang lebih agresif di sektor konstruksi infrastruktur nasional. Fokus perusahaan tidak hanya terbatas pada proyek konvensional, tetapi juga merambah revitalisasi bandara hingga penguatan jaringan logistik berskala besar.

Perubahan strategi ini sejalan dengan visi pengendali baru yang ingin membawa ASLI naik kelas sebagai kontraktor infrastruktur strategis. Dengan dukungan pengalaman dan jejaring bisnis yang lebih luas, manajemen optimistis perseroan mampu meningkatkan portofolio proyek serta menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Arah Baru Bisnis Pasca Pergantian Pengendali

Direktur Asri Karya Lestari, Yudra Saputra, menyampaikan bahwa rencana ekspansi menjadi fokus utama perseroan sejak PT Wahana Konstruksi Mandiri resmi menjadi pemegang saham pengendali. Menurutnya, perubahan struktur kepemilikan ini diikuti dengan penyusunan rencana bisnis yang lebih terukur dan berorientasi jangka panjang.

Manajemen ASLI bersama pengendali baru mulai mengimplementasikan strategi dengan menitikberatkan pada penguatan kompetensi inti. Langkah ini dipandang penting agar perseroan mampu bersaing di proyek-proyek berskala nasional yang menuntut kualitas dan kapasitas tinggi.

“Fokus pada penguatan kompetensi inti di sektor konstruksi infrastruktur strategis seperti jalan, jembatan, bandara, dan fasilitas logistik nasional,” tulisnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan fondasi bisnis yang lebih solid. Dengan kompetensi yang terfokus, ASLI menargetkan peningkatan daya saing dan reputasi di mata pemilik proyek.

Fokus Infrastruktur Transportasi Strategis

Yudra menjelaskan bahwa Wahana Konstruksi Mandiri akan mengarahkan ASLI untuk lebih aktif di proyek infrastruktur transportasi strategis nasional. Fokus utama diarahkan pada pengembangan dan revitalisasi bandara, jalan, serta jembatan yang memiliki peran vital dalam konektivitas nasional.

Dalam jangka pendek periode 2025–2026, ASLI menargetkan partisipasi pada sejumlah tender proyek bandara. Proyek-proyek tersebut dinilai sejalan dengan kompetensi teknis yang dimiliki perseroan saat ini.

ASLI tercatat mengikuti tender revitalisasi runway dan taxiway Bandara Sentani serta Bandara Ngurah Rai pada sisi udara. Nilai proyek dari kedua bandara tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp300 miliar.

“Saat ini proses tender masih berjalan dan proyek ini diharapkan bersifat recurring sekaligus meningkatkan portofolio ASLI,” jelas Yudra.

Ekspansi Ke Proyek Logistik Nasional

Memasuki jangka menengah 2026–2028, strategi ASLI tidak hanya berhenti pada sektor transportasi. Pengendali baru mendorong ekspansi ke proyek logistik nasional yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar seiring meningkatnya aktivitas distribusi dan perdagangan.

Ekspansi ini akan memanfaatkan Strategic Business Unit yang telah dimiliki ASLI. Unit bisnis tersebut dipersiapkan untuk menangani proyek-proyek logistik dengan skala dan kompleksitas yang lebih besar.

Saat ini, ASLI tengah melakukan penjajakan dan persiapan untuk terlibat dalam pembangunan gudang skala nasional. Nilai proyek yang dibidik diperkirakan mencapai sekitar Rp5 triliun.

Proyek tersebut direncanakan melalui skema kerja sama operasi dengan BUMN Karya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendanaan dan pelaksanaan proyek.

Strategi Keberlanjutan Usaha Jangka Panjang

Untuk jangka panjang mulai 2027 dan seterusnya, ASLI menempatkan keberlanjutan usaha sebagai prioritas utama. Manajemen menilai bahwa kesinambungan pipeline proyek menjadi kunci untuk menjaga stabilitas kinerja perusahaan.

Yudra menyampaikan bahwa perseroan akan fokus pada pengelolaan risiko dan kesinambungan proyek. Dengan perencanaan yang matang, ASLI berharap mampu menghadapi fluktuasi industri konstruksi yang sangat dipengaruhi kondisi ekonomi.

Selain itu, diversifikasi proyek juga menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko. Dengan portofolio yang lebih beragam, perseroan tidak bergantung pada satu jenis proyek saja.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi ASLI dalam jangka panjang.

Investasi Alat Berat Dan Fasilitas Produksi

Sejalan dengan rencana ekspansi proyek, ASLI juga menyiapkan investasi pada aset dan peralatan pendukung. Perseroan berencana melakukan pengadaan Asphalt Mixing Plant, Asphalt Finisher, serta Batching Plant merek SANY.

Nilai investasi untuk pengadaan peralatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp330 miliar. Investasi ini akan dilakukan secara bertahap selama periode 2025–2027.

Pengadaan peralatan baru diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional. Dengan dukungan alat berat yang memadai, ASLI dapat mengerjakan proyek-proyek besar dengan kualitas dan ketepatan waktu yang lebih baik.

Investasi ini juga mencerminkan keseriusan perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis konstruksi.

Sumber Pendanaan Dan Kesiapan Keuangan

Yudra menambahkan bahwa pendanaan investasi aset dan peralatan akan bersumber dari kas internal ASLI serta pinjaman investasi perbankan. Kombinasi sumber dana ini dipilih untuk menjaga fleksibilitas keuangan perseroan.

Manajemen menilai struktur pendanaan tersebut masih dalam batas yang sehat. Dengan perencanaan arus kas yang disiplin, ASLI optimistis mampu memenuhi kewajiban keuangan tanpa mengganggu operasional.

Masuknya pengendali baru juga diharapkan membuka akses pendanaan yang lebih luas. Hal ini menjadi modal penting bagi ASLI dalam merealisasikan proyek-proyek berskala nasional.

Dengan strategi bisnis yang terarah, dukungan investasi, dan pengendalian risiko yang ketat, ASLI optimistis dapat memanfaatkan momentum perubahan kepemilikan ini. Perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisinya di industri konstruksi infrastruktur nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index