Saham

Penguatan IHSG Awal Pekan, Investor Asing Selektif Memburu Saham Potensial Unggulan

Penguatan IHSG Awal Pekan, Investor Asing Selektif Memburu Saham Potensial Unggulan
Penguatan IHSG Awal Pekan, Investor Asing Selektif Memburu Saham Potensial Unggulan

JAKARTA - Pasar saham domestik membuka pekan dengan nuansa berbeda dibanding akhir pekan lalu. 

Setelah tekanan cukup dalam sempat membayangi pergerakan indeks, pelaku pasar akhirnya menyaksikan Indeks Harga Saham Gabungan kembali bangkit. Penguatan ini terjadi di tengah sikap investor asing yang masih berhitung cermat, bahkan mencatatkan penjualan bersih. Namun di balik angka jual tersebut, terdapat cerita lain yang menarik untuk dicermati lebih dalam.

Alih alih menyoroti aksi jual semata, perdagangan kemarin justru memperlihatkan pola selektivitas investor global. Beberapa saham tertentu menjadi incaran serius, menunjukkan keyakinan pada prospek emiten tertentu. Situasi ini menandakan bahwa arus modal asing belum sepenuhnya menjauh dari Bursa Efek Indonesia. Mereka hanya berpindah ke saham yang dinilai paling menjanjikan dalam jangka menengah.

Aksi Asing Masih Jual Bersih Namun Tidak Menyeluruh

Data perdagangan menunjukkan investor asing masih melakukan penjualan bersih sebesar Rp721,54 miliar di seluruh pasar pada Senin (9/2/2026). Penjualan tersebut terdiri dari Rp599,51 miliar di pasar reguler serta Rp122,02 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Angka ini menegaskan bahwa tekanan dari sisi asing belum sepenuhnya reda. Meski begitu, aksi jual ini tidak merata ke seluruh saham.

Di saat sebagian investor global melepas kepemilikan, sebagian lainnya justru aktif mengoleksi saham tertentu. Fenomena ini memperlihatkan strategi rotasi portofolio yang umum terjadi ketika pasar mulai menemukan titik balik. Investor asing cenderung mengurangi eksposur pada saham yang dianggap kurang prospektif. Sebaliknya, mereka meningkatkan posisi pada emiten yang dinilai mampu memberikan imbal hasil lebih baik.

Deretan Saham Yang Paling Banyak Diborong Asing

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menjadi saham dengan nilai pembelian bersih asing terbesar, yakni Rp117,06 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) dengan net foreign buy Rp84,90 miliar. Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) mencatatkan pembelian bersih asing sebesar Rp57,19 miliar. Ketiga saham ini menonjol di tengah aksi jual bersih pasar.

Selain itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) diborong asing sebesar Rp53,24 miliar dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) Rp48,95 miliar. Daftar tersebut dilanjutkan oleh PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) Rp44,38 miliar dan PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) Rp40,36 miliar. Selanjutnya terdapat PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) Rp30,39 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) Rp28,97 miliar, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) Rp28,35 miliar.

IHSG Bangkit Usai Tekanan Akhir Pekan

Setelah melemah signifikan pada perdagangan akhir pekan sebelumnya, IHSG mengawali pekan ini dengan penguatan solid. Indeks ditutup melonjak 1,22% ke level 8.031,87 pada akhir sesi perdagangan. Kenaikan ini memberikan sinyal bahwa pasar mulai merespons positif valuasi yang dinilai semakin menarik. Sentimen pemulihan pun mulai terasa di lantai bursa.

Aktivitas transaksi juga tergolong ramai dengan nilai mencapai Rp17,87 triliun. Sebanyak 40,69 miliar saham berpindah tangan dalam 2,27 juta kali transaksi. Dari keseluruhan perdagangan, 433 saham mencatatkan kenaikan, 252 saham melemah, dan 136 saham bergerak stagnan. Komposisi ini menggambarkan dominasi sentimen positif di pasar.

Sektor Penggerak Dan Penahan Laju Indeks

Mayoritas sektor perdagangan saham ditutup di zona hijau pada perdagangan kemarin. Apresiasi terbesar dicatatkan oleh sektor energi, barang baku, serta properti. Kinerja sektor tersebut menjadi penopang utama laju penguatan IHSG sepanjang hari. Aliran dana tampak mengalir ke saham berbasis komoditas dan properti.

Di sisi lain, tidak semua sektor menikmati penguatan. Sektor kesehatan dan finansial tercatat masih berada di bawah tekanan. Pelemahan di dua sektor ini menahan penguatan IHSG agar tidak lebih tinggi. Meski demikian, tekanan tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan arah indeks secara keseluruhan.

Peran Emiten Besar Dalam Mengangkat Pasar

Saham-saham milik kelompok konglomerasi tercatat menjadi penopang utama kinerja IHSG. Kontribusi indeks poin terbesar disumbang oleh emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas, yaitu DSSA. Setelah itu, disusul oleh tambang emas Grup Saratoga melalui EMAS serta tambang emas Grup Bakrie lewat BRMS. Kehadiran saham-saham ini memperkuat struktur penguatan indeks.

Selain saham-saham tersebut, sejumlah emiten lain juga mencatatkan kenaikan signifikan. Saham DCII, AMMN, MDKA, PANI, AMRT, BUVA, dan BUMI turut memberikan dukungan terhadap pergerakan IHSG. Kenaikan yang terjadi menunjukkan bahwa penguatan pasar tidak hanya bertumpu pada satu sektor saja.

Saham EMAS tercatat melesat 15% dalam satu hari perdagangan. Saham RATU naik 13%, disusul PANI yang menguat 10% dan DSSA naik 9%. Sementara itu, DEWA naik 8%, BRMS dan MDKA masing-masing 7%, serta BUMI menguat 6%. Pergerakan ini menegaskan kembalinya minat beli pada saham-saham tertentu di tengah selektivitas investor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index