BBM

Penyesuaian Terbaru Harga BBM Pertamina Februari 2026 Resmi Berlaku Nasional

Penyesuaian Terbaru Harga BBM Pertamina Februari 2026 Resmi Berlaku Nasional
Penyesuaian Terbaru Harga BBM Pertamina Februari 2026 Resmi Berlaku Nasional

JAKARTA - Perubahan harga bahan bakar minyak kembali menjadi perhatian publik pada Februari 2026. 

Pemerintah bersama PT Pertamina Persero melakukan penyesuaian dengan mempertimbangkan dinamika pasar energi nasional. Kebijakan ini sekaligus memberi kepastian bagi masyarakat terkait harga terbaru yang berlaku di berbagai daerah. Informasi rinci pun dirilis agar konsumen memahami jenis BBM subsidi maupun nonsubsidi yang tersedia.

Masyarakat kini dapat mengetahui rincian terbaru harga BBM yang berlaku di berbagai wilayah Indonesia. Perubahan ini memberikan gambaran jelas mengenai jenis BBM nonsubsidi maupun subsidi yang tersedia di SPBU Pertamina. 

Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari mekanisme evaluasi berkala terhadap harga energi nasional. Dengan demikian, publik memiliki referensi resmi sebelum melakukan pengisian bahan bakar.

Kebijakan Penyesuaian Harga BBM Februari 2026

Daftar harga BBM Pertamina per 18 Februari 2026 menunjukkan adanya perubahan yang mulai berlaku sejak 1 Februari 2026. Penyesuaian harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Kebijakan ini menjadi dasar resmi dalam menentukan harga jual eceran BBM di seluruh Indonesia. Dengan acuan tersebut, penetapan harga memiliki landasan hukum yang jelas dan transparan.

Harga BBM yang turun mencakup jenis nonsubsidi seperti Pertamax menjadi Rp11.800 per liter dari Rp12.350 per liter. Lalu, Pertamax Turbo turun menjadi Rp12.700 per liter dari sebelumnya Rp13.400 per liter. Kemudian, Pertamax Green 95 menjadi Rp12.450 per liter dari sebelumnya Rp13.150 per liter. Penurunan ini menunjukkan adanya penyesuaian mengikuti pergerakan harga energi global.

Dexlite juga mengalami penurunan menjadi Rp13.250 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter. Tak cuma itu, Pertamina Dex turun menjadi Rp13.500 per liter dari Rp13.600 per liter. Sedangkan, harga BBM subsidi seperti solar dan pertalite tidak mengalami perubahan harga. Stabilnya harga subsidi ini memberikan kepastian bagi masyarakat pengguna bahan bakar bersubsidi.

Rincian Harga BBM Wilayah Sumatera

Di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp12.100 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp13.000 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, serta Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Solar tetap Rp6.800 per liter. Struktur harga ini menunjukkan adanya penyesuaian sesuai karakteristik distribusi wilayah.

Untuk Free Trade Zone Sabang, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp11.100 per liter. Dexlite dipatok Rp12.350 per liter dan Solar Rp6.800 per liter. Sementara itu, wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencatat Pertamax Rp12.400 per liter serta Pertamax Turbo Rp13.250 per liter. Penyesuaian tersebut mengikuti ketentuan yang berlaku secara regional.

Dexlite di wilayah tersebut dijual Rp13.850 per liter dan Pertamina Dex Rp14.100 per liter. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter. Di FTZ Batam, Pertamax berada di angka Rp11.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp12.050 per liter. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh kebijakan kawasan perdagangan bebas.

Dexlite di Batam Rp12.550 per liter serta Pertamina Dex Rp12.800 per liter. Pertalite dan Solar masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Untuk Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung, struktur harga sama seperti Aceh dan Sumatera Utara. Keseragaman ini memudahkan masyarakat memahami kisaran harga regional.

Harga BBM Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara

Wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur mencatat Pertamax Rp11.800 per liter. Pertamax Turbo Rp12.700 per liter dan Pertamax Green 95 Rp12.450 per liter. Dexlite dijual Rp13.250 per liter dan Pertamina Dex Rp13.500 per liter. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.

Di Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga mengikuti pola wilayah Jawa dengan Pertamax Rp11.800 per liter. Sementara itu, Nusa Tenggara Timur menetapkan Pertamax Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter. Dexlite di Nusa Tenggara Timur Rp13.550 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.

Kebijakan harga ini menunjukkan adanya keseragaman di sejumlah wilayah dengan penyesuaian tertentu. Faktor distribusi dan biaya logistik turut memengaruhi perbedaan di beberapa provinsi. Namun secara umum, struktur harga tetap mengacu pada formula nasional. Hal ini memastikan konsistensi kebijakan di seluruh Indonesia.

Harga BBM Wilayah Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur menetapkan Pertamax Rp12.100 per liter. Pertamax Turbo Rp13.000 per liter dan Dexlite Rp13.550 per liter. Pertamina Dex Rp13.800 per liter serta Solar Rp6.800 per liter. Harga ini berlaku sesuai ketentuan distribusi regional.

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencatat Pertamax Rp12.400 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.250 per liter. Dexlite Rp13.850 per liter dan Pertamina Dex Rp14.100 per liter. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter. Penyesuaian ini mengikuti struktur wilayah setempat.

Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat menetapkan Pertamax Rp12.100 per liter. Pertamax Turbo Rp13.000 per liter serta Dexlite Rp13.550 per liter. Pertamina Dex Rp13.800 per liter dengan Solar Rp6.800 per liter. Struktur harga tersebut berlaku merata di kawasan Sulawesi.

Di Maluku dan Maluku Utara, Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Dexlite Rp13.550 per liter. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter. Papua menetapkan Pertamax Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter. Dexlite di Papua Rp13.550 per liter dengan Solar Rp6.800 per liter.

Papua Barat dan Papua Barat Daya mencatat Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Sementara Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan menetapkan struktur harga serupa tanpa perubahan pada BBM subsidi. 

Penyesuaian harga ini menjadi bagian dari mekanisme evaluasi berkala terhadap harga energi nasional. Kebijakan tersebut tetap mengacu pada formula resmi yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan kebutuhan bahan bakar sesuai wilayah masing-masing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index