JAKARTA - Harga perak menunjukkan kinerja luar biasa sepanjang setahun terakhir, menjadi sorotan utama di pasar komoditas global.
Lonjakan logam mulia ini mencapai 137% dari Februari 2025 hingga Februari 2026.
Data dari Yahoo Finance pada Kamis mencatat, produk ETF iShares Silver Trust (SLV) naik dari USD 29,46 menjadi USD 69,72. Pencapaian ini menempatkan perak sebagai salah satu aset dengan performa terbaik dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
Meskipun performanya spektakuler, perjalanan kenaikan harga perak tidak mulus. Pada Januari 2026, logam ini sempat turun 17,5% akibat spekulasi pergantian Ketua The Fed, yang mendorong penguatan dolar AS.
Ketidakpastian muncul setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve, memicu reaksi pasar yang signifikan. Penurunan mendadak ini menjadi perhatian investor ritel dan profesional.
Dinamika Investor di Media Sosial
Setelah koreksi tajam, media sosial dipenuhi keluhan investor yang mengalami kerugian, terutama di forum Reddit. Beberapa pelaku pasar mengaku berhasil memanfaatkan opsi jual (put option) SLV untuk mendapatkan keuntungan.
Kini, saat harga perak mendekati level USD 70, banyak pelaku pasar bertanya-tanya apakah tren reli akan berlanjut ataukah akan terjadi koreksi baru dalam waktu dekat.
Lonjakan harga perak yang cepat memicu sentimen optimistis sekaligus kehati-hatian di kalangan investor. Faktor psikologi ini penting karena memengaruhi keputusan jual beli secara signifikan.
Analisis pasar menunjukkan, perilaku investor ritel sangat dipengaruhi volatilitas jangka pendek dan berita kebijakan moneter global. Hal ini tercermin dari reaksi tajam forum-forum diskusi investasi daring.
Kinerja Saham Tambang Mengikuti Lonjakan Perak
Dalam setahun terakhir, kenaikan harga perak bahkan melebihi performa lima tahunnya. Biasanya, kenaikan sebesar ini membutuhkan waktu setengah dekade, namun kini tercapai hanya dalam 12 bulan.
Awal Februari, harga perak sempat menguji level resistensi di atas USD 71 sebelum sedikit melemah. Sepanjang tahun ini, ETF SLV masih mencatat kenaikan sekitar 8,2% meski diwarnai volatilitas tinggi.
ETF iShares Silver Trust mengelola aset bersih sekitar USD 51,5 miliar dengan rasio biaya 0,5%. Ketika gejolak Januari terjadi, sentimen investor ritel di forum r/wallstreetbets berubah drastis, beberapa kehilangan hingga dua pertiga tabungan mereka.
Lonjakan harga perak juga berdampak signifikan pada saham tambang, termasuk First Majestic Silver naik 304%, Hecla Mining naik 256%, Coeur Mining naik 211%, dan Pan American Silver naik 135%. Peningkatan ini didorong kenaikan harga logam serta perbaikan operasional perusahaan.
Risiko Valuasi Saham dan Potensi Koreksi
Meski saham tambang terdongkrak, valuasi beberapa perusahaan kini dianggap terlalu tinggi. First Majestic, misalnya, diperdagangkan dengan rasio laba hingga 164 kali, menimbulkan kekhawatiran investor akan koreksi mendadak.
Dari sisi fundamental, permintaan industri tetap menjadi penopang harga perak. Logam ini banyak digunakan dalam panel surya, infrastruktur kecerdasan buatan, dan sektor elektronik.
Permintaan industri yang stabil menciptakan dukungan struktural bagi harga perak, selain aktivitas spekulasi investor yang biasanya fluktuatif. Bank investasi seperti Goldman Sachs bahkan menilai logam mulia ini tahan terhadap perkembangan teknologi AI.
Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral juga turut mendongkrak harga perak melalui rasio emas-perak, menambah faktor positif bagi pasar.
Faktor-faktor yang Perlu Dicermati ke Depan
Volatilitas Januari menunjukkan bahwa perak sangat sensitif terhadap penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan The Fed. Beberapa analis menyoroti tiga faktor penting ke depan.
Pertama, apakah permintaan industri tetap kuat meski ekonomi global melambat. Kedua, bagaimana perusahaan tambang mengelola ekspansi produksi agar tidak berlebihan sehingga menekan harga.
Ketiga, apakah investor ritel yang sebelumnya merugi akan kembali masuk pasar atau tetap berhati-hati. Sejarah menunjukkan bahwa setelah reli besar, perak biasanya memasuki fase konsolidasi atau koreksi tajam sebelum kembali naik.
Meskipun reli kali ini tergolong luar biasa, banyak analis menekankan bahwa investor perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi dalam waktu dekat. Pergerakan harga bisa cepat berubah seiring sentimen pasar dan kebijakan moneter global.
Prospek Harga Perak di Tahun Ini
Dengan harga mendekati USD 70, perak menghadapi kombinasi antara dukungan permintaan industri dan risiko volatilitas pasar. Investor dianjurkan menimbang faktor fundamental dan psikologi pasar sebelum membuat keputusan investasi.
Sementara itu, saham-saham tambang tetap menarik karena potensi pertumbuhan jangka panjang, meski beberapa sudah tercatat dengan valuasi tinggi. Strategi diversifikasi menjadi kunci mengurangi risiko di tengah tren reli yang cepat.
Secara keseluruhan, meski perak menunjukkan performa luar biasa selama setahun terakhir, investor disarankan tetap berhati-hati. Reli hebat tidak menjamin kenaikan berkelanjutan tanpa adanya fase konsolidasi atau koreksi.