JAKARTA - Penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah kembali mendapat sorotan dalam ajang penghargaan nasional.
Komitmen pembiayaan yang konsisten serta pemberdayaan berkelanjutan mengantarkan Bank BPD Bali meraih pengakuan bergengsi. Prestasi ini tidak hanya menjadi simbol capaian institusi, tetapi juga cerminan kontribusi nyata terhadap ekonomi daerah. Dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan turut memperkuat langkah tersebut.
Bank BPD Bali meraih penghargaan Excellence in MSME Financial Inclusion and Empowerment 2026. Penghargaan itu diberikan dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year 2026. Capaian tersebut diraih berkat komitmen kuat terhadap pembiayaan dan pemberdayaan UMKM. Panel juri menilai strategi yang dijalankan mampu mendorong inklusi keuangan secara komprehensif.
Pencapaian ini ditopang performa keuangan yang impresif sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025, total aset Bank BPD Bali mencapai Rp41,38 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan 8,01 persen secara tahunan. Realisasi ini juga menembus 101,59 persen dari target Rencana Bisnis Bank yang telah ditetapkan.
Pertumbuhan tersebut bukan sekadar angka administratif. Bank BPD Bali menunjukkan fungsi intermediasi berjalan optimal. Penyaluran kredit yang konsisten menjadi indikator keberhasilan strategi bisnis. Fokus utama tetap diarahkan pada sektor produktif yang menopang ekonomi riil.
Kinerja Keuangan Tumbuh Konsisten
Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp25 triliun. Nilai ini tumbuh sebesar 9,51 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan ekspansi pembiayaan yang sehat. Dukungan terhadap sektor usaha menjadi prioritas utama.
Dari total kredit tersebut, porsi Kredit UMKM mencapai Rp12,769 triliun. Angka ini tumbuh 9,23 persen secara tahunan. Peningkatan ini menunjukkan keberpihakan nyata pada pelaku usaha kecil dan menengah. Peran UMKM dalam struktur ekonomi Bali pun semakin diperkuat.
Realisasi Kredit Usaha Rakyat mencapai Rp1,769 triliun. Penyaluran tersebut menjangkau 8.946 debitur di berbagai sektor. Komposisi KUR difokuskan pada sektor produksi sebesar 61 persen. Sementara 39 persen dialokasikan pada sektor non produksi.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL Gross di level 0,80 persen. Angka ini mencerminkan manajemen risiko yang solid. Stabilitas kualitas aset menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembiayaan. Kinerja tersebut memperkuat posisi bank sebagai institusi yang sehat.
Apresiasi Manajemen Atas Dukungan Masyarakat
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, hadir langsung menerima penghargaan. Ia menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen. Dukungan masyarakat Bali memiliki peran besar dalam pencapaian ini.
“Pertama-tama, atas nama manajemen Bank BPD Bali, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Penghargaan ini bukan sekadar piala bagi institusi, melainkan simbol keberhasilan dari kerja keras, kolaborasi dan ketulusan seluruh karyawan-karyawati Bank BPD Bali di setiap unit kerja,” ujar I Nyoman Sudharma.
Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan tujuan akhir. Penghargaan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan layanan. Komitmen terhadap UMKM akan diperkuat melalui inovasi berkelanjutan. Sinergi dengan pemegang saham dan pemangku kepentingan tetap dijaga.
Menurutnya, keberhasilan ini juga mencerminkan semangat gotong royong. Kolaborasi internal dan eksternal menjadi fondasi penting. Dengan dukungan luas, Bank BPD Bali mampu menjaga pertumbuhan stabil. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
Transformasi Digital Perkuat Ekosistem UMKM
Keberhasilan Bank BPD Bali juga didorong transformasi digital yang masif. Penguatan layanan mobile banking dan internet banking menjadi prioritas. Integrasi sistem pembayaran digital termasuk QRIS memperluas akses transaksi. Pelaku usaha kini lebih mudah mengelola keuangan secara efisien.
Ekosistem digital tersebut mendukung produktivitas UMKM. Transaksi non tunai membantu mempercepat perputaran modal. Sistem yang terintegrasi juga meningkatkan transparansi. Dengan teknologi, akses layanan perbankan menjadi semakin inklusif.
Panel juri ITAY menilai strategi pemberdayaan Bank BPD Bali bersifat komprehensif. Pendekatan yang menggabungkan pembiayaan, pendampingan dan teknologi dianggap efektif. Model ini dinilai mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha. Sinergi tersebut menjadi nilai tambah dalam penilaian.
Digitalisasi juga memperkuat efisiensi operasional bank. Layanan yang cepat dan mudah meningkatkan kepuasan nasabah. Inovasi berkelanjutan menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Transformasi ini memastikan bank tetap relevan di era ekonomi digital.
Momentum Perluas Inklusi Keuangan
Sudharma menyebut penghargaan ini sebagai momentum berharga. Ia berharap capaian tersebut menjadi batu loncatan memperluas inklusi keuangan. Targetnya adalah memperkuat posisi UMKM agar lebih tangguh. Daya saing global menjadi visi yang ingin diwujudkan.
"Penghargaan ini menjadi momentum berharga bagi kami. Kami ingin pencapaian ini menjadi batu loncatan untuk memperkuat inklusi keuangan yang lebih luas lagi. Cita-cita kami adalah melihat UMKM Bali tidak hanya 'naik kelas', tapi juga tangguh dan memiliki daya saing global melalui sistem pembayaran non-tunai dan digital yang semakin mudah. Mari kita pertahankan semangat kolaborasi ini demi ekonomi Bali yang berkelanjutan," kata Sudharma.
Dengan penghargaan ini, Bank BPD Bali semakin mengukuhkan posisi sebagai role model bank daerah. Kesehatan kinerja dan inovasi berjalan seiring. Keberpihakan pada masyarakat lokal tetap menjadi landasan utama. Prestasi di ITAY 2026 menjadi bukti konsistensi strategi pemberdayaan UMKM.
Ke depan, penguatan pembiayaan dan transformasi digital akan terus dilanjutkan. Bank BPD Bali berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan. Dukungan terhadap UMKM menjadi pilar utama pembangunan ekonomi Bali. Melalui kolaborasi berkelanjutan, inklusi keuangan diharapkan semakin luas dan berdampak nyata.