JAKARTA - Bulan suci Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat fondasi keluarga.
Dalam suasana penuh berkah ini, peran seorang ibu dinilai sangat menentukan arah pembinaan nilai spiritual di rumah. Hal tersebut menjadi sorotan dalam pembukaan rangkaian pondok dan bazar Ramadan di Kabupaten Kediri.
Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito menegaskan pentingnya peran ibu dalam membangun ketahanan keluarga. Ia membuka secara langsung kegiatan pondok Ramadan yang digelar di Pendopo Panjalu Jayati pada Selasa, 24 Februari 2026. Momentum ini menjadi pengingat bahwa keluarga adalah pusat pendidikan pertama.
Mbak Cicha, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa suasana Ramadan di dalam rumah sangat dipengaruhi oleh sosok ibu. Menurutnya, bagaimana nilai ibadah dihidupkan setiap hari bergantung pada peran tersebut. Ibu memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter anak.
Sebagai istri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, ia menilai ibu merupakan madrasah pertama bagi anaknya. Pendidikan karakter dan keteladanan dimulai dari rumah. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk kekuatan keluarga.
Peran Ibu Hidupkan Nilai Ibadah
Mbak Cicha mengungkapkan bahwa membangun ketahanan keluarga tidak memerlukan langkah besar yang rumit. Justru kebiasaan sederhana yang dijalankan secara terus menerus memiliki dampak signifikan. Konsistensi menjadi kunci utama dalam pembentukan karakter keluarga.
Ia mencontohkan kebiasaan salat berjamaah sebagai praktik sederhana namun bermakna. Selain itu, menyiapkan sahur dan mendampingi anak saat berpuasa juga menjadi bagian dari pembiasaan positif. Hal tersebut mampu memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.
Menurutnya, Ramadan adalah momentum tepat untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga. Nilai kebersamaan dan tanggung jawab dapat ditanamkan secara alami. Dengan suasana spiritual yang kuat, ketahanan keluarga akan tumbuh.
"Ketahanan keluarga tidak lahir dari hal-hal besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsisten," terang Mbak Cicha saat memberikan sambutan pembukaan pondok Ramadan di Pendopo Panjalu Jayati, Selasa 24 Februari 2026.
Pondok Ramadan Wadah Penguatan Spiritual
Mbak Cicha menjelaskan bahwa pondok Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Agenda ini dirancang sebagai wadah penguatan spiritual sekaligus sarana sosialisasi ketahanan keluarga. Melalui kegiatan ini, nilai keagamaan dan sosial diharapkan semakin kokoh.
Rangkaian pondok Ramadan dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Kamis hingga 13 Maret 2026. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya diikuti organisasi wanita di Kabupaten Kediri. Masyarakat umum juga diharapkan turut berpartisipasi.
Keterlibatan masyarakat luas akan memperluas dampak positif kegiatan ini. Tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Sinergi antarwarga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang harmonis.
Dengan menghadirkan ruang belajar bersama, pondok Ramadan diharapkan menjadi sarana refleksi. Para peserta dapat saling berbagi pengalaman dalam membina keluarga. Spirit kebersamaan pun semakin terasa selama bulan suci.
Bazar Ramadan Dukung UMKM Lokal
Selain pondok Ramadan, TP PKK Kabupaten Kediri juga menggelar bazar Ramadan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 13 Maret 2026. Puluhan UMKM Kabupaten Kediri akan ambil bagian dalam bazar tersebut.
Bazar ini dimaksudkan untuk membuka ruang promosi bagi pelaku usaha kecil. Ramadan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan penjualan produk lokal. Kehadiran masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung geliat ekonomi daerah.
Mbak Cicha mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk memeriahkan bazar dengan membeli produk lokal. Dukungan terhadap UMKM dinilai sebagai bentuk nyata menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Konsumsi produk lokal memiliki dampak berantai bagi kesejahteraan warga.
"Dengan memilih dan menggunakan produk UMKM lokal, kita tidak hanya berbelanja, tetapi juga membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga-keluarga di sekitar kita di Ramadan ini," ucapnya.
Pengumpulan Infaq dan Kepedulian Sosial
Ketua Pokja 1 TP PKK Kabupaten Kediri, Dyah Saktiana, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan juga mencakup pengumpulan infaq. Dana yang terkumpul akan langsung disalurkan pada Ramadan tahun ini. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap bulan suci.
Pada Ramadan tahun lalu, PKK Kabupaten Kediri berhasil menyalurkan infaq sebesar Rp22,3 juta. Dana tersebut telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang konsisten.
Pengumpulan infaq tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menumbuhkan empati. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak berbagi dengan sesama. Semangat gotong royong menjadi bagian dari penguatan ketahanan sosial.
"Hasilnya akan (langsung) ditasrufkan pada bulan ramadan (tahun ini) kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.