Batu Bara

Harga Batu Bara ICE Newcastle Naik Tiga Hari Beruntun

Harga Batu Bara ICE Newcastle Naik Tiga Hari Beruntun
Harga Batu Bara ICE Newcastle Naik Tiga Hari Beruntun

JAKARTA - Pergerakan harga batu bara kembali menunjukkan tren positif dalam beberapa hari terakhir. 

Komoditas energi tersebut mencatatkan penguatan beruntun di pasar internasional. Kenaikan ini memperpanjang reli yang sudah terbentuk sejak awal pekan.

Pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 117/ton. Posisi ini naik 0,43% dibanding hari sebelumnya. Level tersebut juga menjadi yang tertinggi sejak 17 Februari atau dalam sepekan terakhir.

Dengan capaian itu, harga batu bara resmi mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut. Selama periode tersebut, penguatan kumulatif mencapai 0,73%. Tren ini mempertegas sentimen positif yang tengah menyelimuti pasar komoditas energi.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan baru bagi pelaku pasar. Apakah reli akan berlanjut pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026? Ataukah justru akan terjadi koreksi teknikal setelah kenaikan beruntun.

Sentimen Global Dorong Harga Menguat

Sentimen positif saat ini datang dari dua kekuatan ekonomi besar dunia. China dan Amerika Serikat sama-sama menunjukkan kebijakan yang mendukung sektor pembangkit listrik berbasis batu bara. Kebijakan tersebut menjadi katalis penting bagi permintaan global.

Di China, pemerintahan Presiden XI Jinping menyetujui penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap baru sebesar 78 gigawatt sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi kenaikan tahunan tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kebijakan ini memperlihatkan bahwa batu bara masih menjadi tulang punggung energi Negeri Tirai Bambu.

Sementara di Amerika Serikat, pemerintahan Presiden Donald Trump mengalokasikan dana sebesar US$ 175 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk modernisasi enam PLTU yang ada. Selain itu, Trump juga menginstruksikan Kementerian Pertahanan membeli listrik dari berbagai PLTU lainnya.

Berbagai kebijakan itu menjadi angin segar bagi industri batu bara global. Dukungan terhadap pembangkit listrik berbasis fosil memperkuat prospek permintaan. Tidak heran jika harga merespons dengan tren penguatan dalam beberapa hari terakhir.

Kinerja Harga Sepanjang Tahun

Jika ditarik lebih jauh, performa harga batu bara sepanjang 2026 juga cukup impresif. Secara year-to-date, harga telah naik 8,84%. Kinerja ini menunjukkan daya tahan komoditas di tengah dinamika transisi energi.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harga saat ini bahkan 14,43% lebih tinggi. Artinya, batu bara masih memiliki daya tarik di mata pelaku pasar. Permintaan yang tetap solid menjadi salah satu penopang utama.

Penguatan ini juga menunjukkan bahwa faktor fundamental masih dominan. Meski isu energi bersih terus berkembang, kebutuhan listrik global tetap besar. Batu bara pun masih menjadi salah satu sumber energi yang diandalkan banyak negara.

Dengan kombinasi sentimen kebijakan dan permintaan yang stabil, harga bergerak dalam jalur positif. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika teknikal. Pergerakan jangka pendek sering kali dipengaruhi aksi ambil untung.

Analisis Teknikal Pergerakan Harga

Secara teknikal dengan perspektif harian atau daily time frame, batu bara berada di zona bullish. Indikator Relative Strength Index 14 hari tercatat di level 64. RSI di atas 50 menandakan aset berada dalam tren naik.

Kondisi tersebut mengindikasikan momentum penguatan masih terjaga. Selama RSI bertahan di atas 50, peluang kenaikan tetap terbuka. Namun, pasar tetap berpotensi mengalami fluktuasi dalam jangka pendek.

Adapun indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 2. Posisi ini jauh di bawah ambang 20. Artinya, kondisi pasar menunjukkan sangat jenuh jual atau oversold.

Kombinasi indikator tersebut memberikan sinyal beragam. Di satu sisi, tren masih bullish. Di sisi lain, kondisi jenuh jual membuka peluang terjadinya pantulan teknikal atau koreksi terbatas.

Potensi Pergerakan Harga Hari Ini

Untuk perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, harga batu bara berpeluang mengalami koreksi. Target penurunan terdekat berada di level US$ 116/ton. Level ini menjadi area uji pertama apabila tekanan jual meningkat.

Jika harga menembus US$ 116/ton, maka target koreksi berikutnya berada di rentang US$ 111-108/ton. Area tersebut menjadi zona support lanjutan. Pelaku pasar biasanya mencermati level ini untuk menentukan strategi berikutnya.

Namun, skenario kenaikan tetap terbuka apabila momentum beli kembali menguat. Dalam kondisi tersebut, level US$ 119/ton menjadi target resisten terdekat. Penembusan area ini dapat memperpanjang reli.

Resisten lanjutan berada pada kisaran US$ 121-128/ton. Jika harga mampu bergerak ke zona tersebut, maka tren bullish akan semakin terkonfirmasi. Pasar kini menanti apakah reli tiga hari beruntun akan berlanjut menjadi empat hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index